Kasus Pelecehan Anak Jadi Sorotan, Pemkot Bontang Perkuat Pendampingan Korban

BONTANG – Kasus pelecehan terhadap anak yang terjadi belakangan menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bontang. Pendampingan berbasis keluarga kini diperkuat untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan bahwa penanganan kasus anak tidak cukup hanya dengan penegakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga membutuhkan pendampingan intensif terhadap korban dan keluarganya.

Menurutnya, anak-anak yang menjadi korban kekerasan atau pelecehan kerap mengalami trauma berkepanjangan, sehingga perlu pendekatan yang lebih humanis dan berkelanjutan.

“Paling penting adalah pendampingan. Anak-anak ini tidak boleh dibiarkan sendiri, mereka harus didampingi dan diedukasi,” ujarnya.

Pemkot Bontang melalui dinas terkait disebut telah melakukan langkah aktif dengan turun langsung ke lingkungan masyarakat, termasuk mendatangi rumah-rumah warga untuk memberikan edukasi kepada orang tua.

Dalam program tersebut, puluhan keluarga telah dilibatkan untuk mendapatkan pemahaman terkait perlindungan anak, pola asuh, serta pencegahan kekerasan.

Pendekatan ini menekankan pentingnya peran keluarga sebagai garda terdepan dalam melindungi anak dari berbagai ancaman, termasuk bujuk rayu yang kerap menjadi modus dalam kasus pelecehan.

Baca Juga:  Putra Putri Pariwisata Bantu Dispoparekraf Promosikan Wisata Bontang

Selain itu, pemerintah juga mengingatkan agar identitas korban tidak disebarluaskan demi menjaga kondisi psikologis anak.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.