Kekurangan 127 Guru, Disdikbud Bontang Siapkan Skema Rekrutmen Bertahap dan Guru Pengganti

BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menyiapkan strategi bertahap untuk mengatasi kekurangan 127 tenaga guru yang saat ini masih terjadi.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan guru tidak bisa dilakukan sekaligus, karena harus melalui mekanisme administratif dari pemerintah pusat.

“Tahapannya ada yang di 2026 dan ada yang 2027. Itu harus melalui komunikasi dengan BKPSDM dan menunggu persetujuan teknis dari BKN,” ujarnya.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut harus tetap memperhatikan kondisi keuangan daerah, khususnya agar tidak berdampak pada tunjangan pegawai.

“Kalau dipaksakan, yang terancam justru TPP. Itu yang tidak diinginkan oleh pemerintah,” tambahnya.

Sebagai solusi jangka pendek, Disdikbud mengambil langkah alternatif dengan merekrut guru pengganti melalui skema belanja jasa.

Guru pengganti ini nantinya akan digaji dengan standar minimal Upah Minimum Kota (UMK) dan direkrut secara terbuka.

“Rekrutmen akan terbuka, bisa melalui publikasi resmi. Yang jelas kita prioritaskan warga Bontang,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga akan mengoptimalkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), terutama pada sekolah yang mengalami kekosongan guru akibat pensiun.

Baca Juga:  Persiapkan Pengamanan Pilkada, Polres Bontang Gelar Sispam Kota

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.