SANGATTA – Koleksi Maison Lumina dari brand Raftykha sukses mencuri perhatian dalam gelaran Halif Fashion Karim 2026 yang berlangsung di Temindung Creative Hub, Samarinda, Minggu malam (1/3/2026) lalu. Karya desainer Nora Suratman tersebut tampil memikat dengan sentuhan modest fashion yang elegan sekaligus mengangkat kekayaan wastra daerah.
Dalam peragaan busana bertema halal lifestyle itu, Raftykha menghadirkan Maison Lumina Collection yang mengusung filosofi “rumah cahaya”. Konsep tersebut diterjemahkan melalui siluet anggun, tekstur lembut, serta permainan warna hangat yang merepresentasikan karakter perempuan muslim modern.
Tak sekadar menampilkan rancangan busana, Raftykha juga memperkenalkan wastra Kutai Timur (Kutim) sebagai elemen utama dalam koleksinya. Motif dan tekstil khas daerah tersebut diolah secara kontemporer sehingga mampu tampil elegan di panggung fashion modern.
Desainer Raftykha, Nora Suratman, mengatakan bahwa koleksi Maison Lumina tidak hanya menghadirkan keindahan busana, tetapi juga membawa pesan budaya dan nilai spiritual.
“Maison Lumina ini tentang rumah cahaya. Kami ingin menghadirkan karya yang bukan hanya indah secara visual, tetapi juga membawa cahaya budaya dan nilai keislaman dalam setiap desainnya,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Ia menambahkan, penggunaan wastra Kutai Timur dalam koleksi tersebut merupakan upaya untuk memperkenalkan potensi tekstil daerah ke panggung fashion yang lebih luas.
“Wastra Kutim punya karakter yang kuat dan sangat potensial untuk dikembangkan dalam desain modern. Kami ingin menunjukkan bahwa kekayaan lokal bisa tampil elegan di runway tanpa kehilangan identitasnya,” jelas Nora.
Penampilan Raftykha di atas runway mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan dan pecinta fashion yang memadati lokasi acara. Perpaduan antara desain modern dan kekayaan motif lokal menjadi salah satu sorotan dalam grand show malam itu.
Melalui partisipasi dalam Halif Fashion Karim 2026, Raftykha berharap karya-karya yang mengangkat kekayaan lokal dapat semakin dikenal luas dan memberi ruang bagi wastra daerah untuk berkembang di industri fashion.
“Harapan kami tentu wastra Kutai Timur bisa semakin dikenal dan dicintai, tidak hanya di daerah tetapi juga di tingkat nasional,” tutup Nora.
Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam




