spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kenapa Loktuan Dipilih Jadi Pilot Project Kampung Bersih Narkoba, Ini Alasannya!

BONTANG – Polres Bontang mengadakan launching kampung bebas dari narkoba di Kelurahan Loktuan tepatnya kantor halaman kelurahan, Jumat (18/8/23).

Progam ini merupakan wujud dari komitmen Pemerintah Kota Bontang untuk memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Kampung bersih narkoba (bersinar) yang digunakan sebagai pilot project adalah Kelurahan Loktuan.

Dalam hal ini Polres Bontang juga bekerjasama dengan BNN, Kodim, seluruh perusahaan dan stakeholder untuk bekerjasama dalam menangani narkoba.

Pemilihan Kelurahan Loktuan sebagai Kampung Bersinar, selain karena berdasarkan surat edaran dari Wali Kota Bontang, lantaran mayoritas hasil-hasil penangkapan dan pengungkapan narkoba berada di daerah tersebut.

Sesuai dengan rilisan Sat Resnarkoba Polres Bontang sampai pada 16 Agustus 2023, polisi berhasil menangani 49 kasus dengan 69 tersangka. Dengan Barang bukti antara lain berupa sabu seberat 1479,19 gram, ekstasi 8,6 gram, tembakau sintetis 10,98 gram.

“Walaupun ini pilot project, tapi nantinya kita akan membentuk satgas-satgas anti narkoba di seluruh kelurahan,” jelas Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetya.

Baca Juga:   Upaya Minimkan Sengketa Pemilu, Bawaslu Gelar Rakor Penyelesaian Sengketa Pemilu 2024

Wali Kota Bontang, Basri Rase menjelaskan, kebanyakan warga binaan di lapas adalah seorang pelaku narkoba.

“Sekitar 80 persen ibu-ibu di lapas merupakan pelaku narkoba, sama halnya dengan yang ada di Polres, sekitar 70 persen itu kasus narkoba,” bebernya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa memerangi narkoba merupakan hal yang sulit, sehingga walaupun tidak bisa memusnakan setidaknya jumlahnya harus ditekan, agar persentase kasus narkoba di Bontang berkurang.

Cara kerja pemberantasan juga harus dilakukan secara serentak dan berkesinambungan, agar tidak ada celah. Karena jika bekerja hanya karena beberapa tahun kemudian ada jeda, kasus narkoba akan bisa naik kembali.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Most Popular