spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kendaraanmu Bermasalah Gegara BBM? Laporkan di Hotline Bawah Ini!

SAMARINDA – Pernah merasa bahan bakar dari SPBU terasa “beda”? Atau mobilmu tiba-tiba mogok setelah isi bensin? Jangan cuma curhat di grup WhatsApp atau bikin sindiran di story Instagram. Karena kini, keluhanmu bisa langsung ditindaklanjuti, asalkan disampaikan lewat jalur resmi.

Pertamina, melalui Manager Retail Sales Region Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Addieb Arselan, mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan laporan lewat Hotline 135 atau langsung ke SPBU terdekat.

“Kami ingin masyarakat tahu, suara mereka penting. Asal disertai bukti pembelian, kami bisa menelusuri masalahnya dengan cepat,” ujar Addieb.

Dengan kata lain, struk pembelian BBM bisa jadi bukti penting—bukan cuma buat nyimpan receh atau berserakan di dasbor.

Langkah ini tidak berdiri sendiri. Pemprov Kaltim juga ikut turun tangan. Gubernur Kaltim, H. Rudy Mas’ud, menggagas inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU di Samarinda, Sabtu (5/4), menyusul ramainya keluhan masyarakat soal dugaan kualitas BBM yang tidak sesuai.

Sidak tersebut turut melibatkan Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Kadis ESDM Bambang Erwanto, dan Kadis Kominfo Muhammad Faisal. Tujuannya: memastikan masyarakat tidak dirugikan dalam pelayanan distribusi BBM.

Baca Juga:  Samarinda PPKM Level 2, Objek Wisata Diharapkan Mulai Bangkit

Pertamina mengaku telah bergerak cepat sejak dua minggu lalu, setelah menerima sejumlah laporan dari masyarakat. Mereka telah mengambil sampel BBM dari SPBU, terminal BBM, hingga unit kilang untuk diuji kualitasnya.

“Alhamdulillah, semua hasil uji menunjukkan BBM sesuai spesifikasi,” jelas Addieb.

Langkah-langkah ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik dan transparansi mutu BBM tetap dijaga, terutama di tengah lonjakan aktivitas masyarakat pada arus balik Lebaran.

Pertamina juga memastikan bahwa stok bahan bakar aman, layanan di SPBU tetap berjalan lancar, dan setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti secara profesional.

Penulis: Hanafi
Editor: Agus Susanto

Most Popular