spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kesbangpol Usulkan Studi Banding untuk Paskibraka di Anggaran Perubahan

BONTANG – Sebanyak 41 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) diusulkan mendapat uang pembinaan dan dana studi banding di anggaran perubahan.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Sigit Alfian mengatakan, uang pembinaan itu sesuai dengan usulan selama studi banding yang diajukan pada anggaran perubahan.

Kesbangpol telah mengusulkan perjalanan studi banding selama 5 hari. Perhitungannya dicontohkan satu hari senilai Rp 300 ribu dikali dengan lima hari, maka setiap anggota Paskibraka mendapat Rp 1,5 juta. Dengan kata lain total uang saku Rp 61,5 juta.

“Reward ini diberikan sebagai apresiasi dari Pemkot. Namun nominal masih dalam pembahasan. Kita usulkan sesuai lama waktu studi banding, dan kita menunggu persetujuan juga,” jelasnya saat dihubungu redaksi (20/8/23).

Lebih lanjut Sigit menyampaikan beberapa agenda yang diusulkan saat perjalanan keluar daerah. Misalnya agenda Diklat Pancasila, outbond bersama, dan kunjungan ke beberapa tempat bersejarah.

Lokasi yang diusulkan ada lima, di antaranya Museum Nasional di Jakarta, Angkatan Militer di Lembah Tidar Jawa Tengah, Istana Bogor, Istana Soekarno di Bali, dan terakhir Yogyakarta.

Baca Juga:   Bontang Kini Punya Mal Pelayanan Publik, Keempat dan Terbesar di Kaltim

“Kami memilih tempat tersebut tentu agar mereka dapat menambah ilmu dari para anggota paskib,” tambahnya.

Para anggota paskibraka mengemban tugas sebagai duta pancasila, dan sebagai agen perubahan yang menyampaikan pancasila. Mereka juga memiliki tugas sampai beberapa tahun ke depan untuk membimbing paskibraka selanjutnya.

“Mereka belum boleh keluar dari grup, kami beritahu ke orang tuanya. Kami pantau juga kebiasaan anak yang setelah ikut pembinaan selama paskib, apakah kebiasaan baiknya masih melekat atau sudah kembali ke kebiasaan lama,” terangnya.

Selama latihan juga para Paskibraka menerima uang saku. Nilainya sebesar Rp 700 ribu. Tetapi anggaran itu belum termasuk dari nilai yang akan didapat saat perjalanan studi banding.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Most Popular