Komisi B Soroti Antrean BBM, Distribusi Pertamina Dinilai Tidak Tepat Waktu

BONTANG – Antrean panjang pengisian BBM jenis pertalite dan solar di sejumlah SPBU Kota Bontang kembali menuai keluhan masyarakat. Persoalan ini dibahas dalam rapat Komisi B DPRD Bontang bersama perwakilan SPBU dan Pertamina.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi, mengungkapkan bahwa antrean kerap terjadi karena stok BBM di SPBU cepat habis di pagi hingga siang hari, lalu kosong hingga sore. Ia menilai kondisi ini tidak wajar, mengingat secara data daerah justru memiliki kelebihan kuota BBM setiap tahunnya.

“Di lapangan jam 9 sampai10 pagi sudah mulai habis, baru terisi lagi sore hari. Ini yang membuat antrean sangat panjang,” ujarnya.

Perwakilan SPBU di wilayah Tanjung Laut, Buyung, menjelaskan bahwa setiap SPBU memiliki kuota bulanan, namun penyalurannya dari depot tidak selalu sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Saat ini, volume distribusi harian juga mengalami penurunan.

“Dulu kami bisa menerima 24 kiloliter per hari. Sekarang hanya 16 KL lalu diselingi 8 KL. Akibatnya, stok cepat habis. Kalau buka jam enam pagi, stok bisa habis jam satu siang,” jelasnya.

Baca Juga:  Asyiknya Lari Malam Hari bersama Niterun

Menurutnya, setelah stok habis, SPBU harus menunggu pengiriman berikutnya yang kerap baru tiba pada sore hari. Kondisi inilah yang memicu kekosongan berjam-jam dan antrean memanjang.

Selain itu, Nursalam Anggota Komisi B juga menyoroti lemahnya perencanaan distribusi. Seharusnya, ketika stok di SPBU diperkirakan habis siang hari, mobil tangki sudah diberangkatkan lebih awal agar tidak terjadi jeda pasokan yang terlalu lama.

Sementara itu, checker Pertamina wilayah Bontang, Rahman, menjelaskan bahwa keterlambatan distribusi dipengaruhi kondisi cuaca di depot TBBM. Cuaca buruk menyebabkan kapal tangki terlambat sandar di TBBM Samarinda sehingga berdampak pada pasokan ke SPBU di Bontang.

“Selama ini mobil tangki berangkat dari Samarinda pada shift siang, sehingga baru tiba di Bontang sore hari. Sekarang sudah kami ubah ke shift pagi agar tiba sekitar jam 10 pagi,” jelasnya.

Selain faktor cuaca dan jadwal pengiriman, Pertamina juga melakukan pengetatan pemeriksaan kualitas dan kuantitas BBM, menyusul adanya kasus kontaminasi BBM di wilayah Jawa. Proses ini membuat waktu bongkar muat menjadi lebih lama, namun dilakukan untuk menjaga mutu BBM yang disalurkan ke masyarakat.

Baca Juga:  Pemkot Bontang Siapkan 32 CCTV untuk Tekan Pelanggaran Buang Sampah Sembarangan

Komisi B DPRD Bontang menegaskan bahwa persoalan antrean ini bukan semata-mata kesalahan SPBU, melainkan akibat distribusi yang tidak tepat waktu serta sistem pelayanan yang memperlambat.

“Koordinasi antara Pertamina, depot, dan SPBU harus diperbaiki. Kota ini kecil, seharusnya distribusi bisa diatur lebih presisi agar masyarakat tidak terus dirugikan,” tegasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.