BERAU — Gelombang wisata libur akhir tahun membawa dampak langsung pada arus penyeberangan laut di Kabupaten Berau. Dermaga Sidayang Tanjung Batu mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang menuju Pulau Derawan, memaksa pengelola mengoptimalkan seluruh fasilitas demi menjaga kelancaran layanan.
Kepala UPTD Dermaga Sidayang Tanjung Batu, Suprapto, menyampaikan bahwa selama periode 20 hingga 30 Desember 2025 tercatat sebanyak 4.451 wisatawan menyeberang melalui dermaga tersebut menuju Derawan.
“Puncak arus terjadi pada 25 Desember. Dalam satu hari, jumlah penumpang yang menyeberang mencapai 958 orang,” katanya.
Ia menjelaskan, lonjakan tersebut didominasi wisatawan dari luar daerah. Selain dari Jakarta dan Surabaya, penumpang juga datang dari berbagai provinsi di Kalimantan, seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Dari Kalimantan Timur sendiri, arus terbesar berasal dari Samarinda dan Balikpapan.
Tingginya volume penumpang mendorong pengelola dermaga mengambil langkah antisipatif. Salah satunya dengan mengoperasikan jetty utama yang biasanya hanya difungsikan pada kondisi tertentu, guna mengurai kepadatan dan mempercepat proses keberangkatan kapal.
“Kami memaksimalkan seluruh fasilitas yang tersedia. Untuk armada, speed boat reguler tetap beroperasi dan kondisinya aman,” jelasnya.
Menurut Suprapto, pengaturan operasional dilakukan secara bertahap agar arus penyeberangan tetap terkendali tanpa mengurangi aspek keselamatan penumpang. Koordinasi dengan operator kapal dan petugas lapangan juga diperkuat selama periode puncak liburan.
Memasuki 30 Desember hingga malam pergantian tahun, arus penumpang mulai menunjukkan tren penurunan. Kondisi ini dipengaruhi oleh pilihan banyak wisatawan yang menetap lebih lama di Derawan untuk merayakan malam Tahun Baru.
“Sebagian besar wisatawan memilih menikmati malam tahun baru langsung di Derawan, sehingga arus balik belum terlihat signifikan,” pungkasnya. (Srn)
Editor: Agus S




