SENDAWAR – Pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) resmi melantik dan mengukuhkan Ketua TP-PKK Kecamatan, Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan dan Kelurahan, serta Bunda PAUD Kecamatan se-Kabupaten Kutai Barat.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), kompleks perkantoran Pemkab Kutai Barat, Kamis (2/4/2026).
Pelantikan dipimpin langsung Ketua TP-PKK Kabupaten Kutai Barat, Maria Christina Mosez Edwin, dan disaksikan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati Nanang Adriani, unsur Forkopimda, Pj Sekretaris Daerah Kamius Junaidi, serta jajaran perangkat daerah dan para camat.

Dalam sambutannya, Maria Christina Mosez Edwin menegaskan bahwa pelantikan ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap optimalisasi peran PKK, Posyandu, dan Bunda PAUD dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kutai Barat.
“Tiga organisasi ini merupakan organisasi non profit yang berdedikasi bagi masyarakat. Gerakan ini bersumber dan berkembang dari masyarakat dengan prinsip kerja partisipatif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ketiga organisasi tersebut memiliki peran strategis karena menyasar keluarga sebagai unit terkecil pembangunan. Melalui penguatan ketahanan keluarga, diharapkan pembangunan dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan.
Menurutnya, posisi sebagai ketua bukan sekadar jabatan, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan komitmen.
“Saya ucapkan selamat bertugas. Jabatan ini bukan beban, tetapi tantangan untuk meningkatkan kapasitas diri dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Maria juga mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi organisasi, serta perlunya peningkatan komunikasi dan koordinasi antar tingkatan, mulai dari kabupaten hingga kampung.
Ia menekankan agar para ketua di tingkat kecamatan aktif melakukan pembinaan secara berkala, serta memastikan program berjalan optimal di wilayah masing-masing.
Selain itu, implementasi 10 Program Pokok PKK juga menjadi perhatian utama, termasuk penguatan kelembagaan dan administrasi di setiap kelompok kerja.
Ia turut menyoroti kendala klasik yang dihadapi organisasi, yakni keterbatasan anggaran operasional. Untuk itu, ia meminta dukungan dari para camat sebagai pembina, serta sinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) agar program dapat berjalan maksimal.
“Kami menyadari keterbatasan yang ada, sehingga membutuhkan dukungan dan kerja sama dari semua pihak,” katanya.
Menutup sambutannya, Maria menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, OPD, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung kegiatan PKK, Posyandu, dan Bunda PAUD di Kutai Barat.
“Semoga amanah ini dapat kita jalankan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (MK)
Pewarta : Ichal
Editor : Agus S




