BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris berencana meninjau langsung untuk menentukan titik pemasangan jaring sampah di kawasan pesisir.
Hal ini dilakukan sebagai upaya mengatasi persoalan sampah, khususnya botol plastik dan limbah lainnya yang terbawa arus laut hingga mencemari lingkungan sekitar pemukiman.
Ia menyampaikan, hingga saat ini pihaknya masih mengkaji lokasi yang paling efektif untuk pemasangan jaring sampah. Peninjauan tersebut akan dijadwalkan Jumat mendatang bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang.
“Kita belum mengetahui titik mana saja yang paling tepat untuk pemasangan jaring sampah. Nanti hari Jumat kita turun bersama DLH, untuk melihat langsung kondisi di lapangan,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Selain menentukan lokasi, peninjauan tersebut juga bertujuan untuk mencari solusi teknis dalam proses pengangkatan sampah yang menumpuk di perairan, terutama sampah plastik yang dinilai cukup mengganggu pemandangan sekitar.
“Setelah nanti di lapangan, kita juga akan diskusikan bagaimana cara mengangkat botol plastik dan sampah lainnya di sana. Kondisinya memang tidak enak dilihat, apalagi kalau sampai berdampak pada kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Mengenai hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang turut mengimbau ke masyarakat, khususnya di wilayah pesisir agar tidak lagi membuang sampah ke laut.
Maka masyarakat sangat diminta, untuk memanfaatkan jadwal pengangkutan sampah yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga sampah dapat dikelola dengan lebih baik.
“Jangan lagi membuang sampah ke laut. Sudah ada waktu pengangkutan sampah dari pemerintah, jadi sebaiknya dikumpulkan terlebih dahulu, baru dibuang pas jam penjemputan sampah,” tegasnya.
Sebagai langkah tambahan, pemerintah akan mempertimbangkan penambahan fasilitas tempat sampah di wilayah tersebut, guna memudahkan masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya. Sehingga tidak akan ada lagi, kebiasaan membuang sampah sembarangan.
“Kami harapkan permasalahan sampah di kawasan pesisir, dapat segera teratasi dan tidak lagi mengganggu kesehatan maupun kenyamanan warga sekitar. Kalau seperti ini, sampah dimana-mana sangat tidak enak dilihat,” tutupnya.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




