BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menggelar Bontang City Carnival (BCC) dalam rangka HUT ke-26 Kota Bontang, yang dilaksanakan pada Sabtu (25/10/2025) malam di sepanjang Jalan A. Yani.
Dalam kesempatan ini, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang turut ambil bagian dengan menampilkan kesenian budaya Bali, berkolaborasi dengan Paguyuban Semeton Bali.
Mengusung kategori Pawai Budaya dengan nomor urut 5, DPMPTSP menampilkan kisah klasik Bali yang berjudul “Cupak dan Gerantang.”
Diceritakan, Alkisah, di daerah Bali Timur, hiduplah dua bersaudara bernama Cupak dan Gerantang. Meski kakak beradik, keduanya memiliki sifat yang sangat berbeda. Cupak dikenal pemalas, licik, dan serakah, sedangkan Gerantang rajin, jujur, dan suka menolong.
Suatu hari, putri raja diculik oleh raksasa dan disembunyikan di sebuah goa di hutan. Raja kemudian mengumumkan sayembara, siapa pun yang berhasil menyelamatkan sang putri akan diberi hadiah besar. Cupak dan Gerantang pun berangkat bersama, meski dengan niat yang berbeda — Cupak karena menginginkan hadiah, sementara Gerantang semata ingin menolong.
Setelah menemukan goa tempat raksasa bersembunyi, Cupak menyuruh adiknya melawan raksasa terlebih dahulu. Dengan keberanian dan ketulusan, Gerantang berhasil membunuh raksasa serta menyelamatkan sang putri. Namun, Cupak berkhianat. Ia menutup pintu goa, membawa sang putri, dan mengaku kepada raja bahwa dialah pahlawannya.
Gerantang akhirnya berhasil keluar dari goa dan mengungkap kebenaran. Sang putri pun membenarkan ceritanya di hadapan raja. Atas keberanian dan kejujurannya, Gerantang diberi hadiah, sementara Cupak dihukum karena keserakahan dan kebohongannya.
Pesan moral yang diangkat dari kisah ini adalah bahwa kejujuran dan kebenaran akan selalu menang. Keuletan, keberanian, dan keteguhan hati menjadi kunci untuk mengatasi rintangan, sedangkan sifat serakah dan iri hati hanya akan membawa petaka.
Pihak DPMPTSP mereka sudah cukup senang dengan berpartisipasi dan memeriahkan BCC dalam rangka HUT ke-26 Kota Bontang.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




