Miliki Riwayat Penyakit Jantung, Wakil Ketua DPRD Bontang Tutup Usia di RSUD Taman Husada

BONTANG – Wakil Ketua DPRD Bontang, Maming, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Taman Husada, Sabtu (4/4/2026) malam. Almarhum menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 22.15 Wita, akibat penyakit jantung yang telah lama dideritanya.

Pihak keluarga, melalui anak menantu almarhum mengungkapkan bahwa riwayat penyakit jantung tersebut sudah dialami sejak lama, bahkan saat almarhum masih aktif bekerja di sektor pertambangan. Saat itu, almarhum sempat mengalami serangan jantung dan menjalani pemasangan ring sebagai tindakan medis.

“Untuk penyakitnya memang sudah lama. Dulu waktu masih aktif di tambang, bahkan pas sudah kena serangan jantung, bapak juga sudah dipasangkan ring di jantungnya,” ucapnya saat ditemui.

Sebelumnya, tepat di hari Sabtu siang, kondisi almarhum menurun di sekitar pukul 12.30 Wita usai salat dzuhur, sehingga langsung dilarikan ke Rumah Sakit Amalia. Namun, karena keterbatasan dokter spesialis jantung di rumah sakit tersebut, almarhum kemudian dirujuk ke RSUD Taman Husada, sekitar pukul 17.00 Wita.

Meski sempat mendapatkan penanganan intensif, termasuk dua kali tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP), nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan.

Baca Juga:  Dukung Rencana Dikembalikan ke Habitatnya, Ridwan: Buaya Riska Sudah Jadi Ikon Kota Bontang

“Dokter menyampaikan bahwa bapak meninggal sekitar jam 22.15 wita. Sempat dua kali RJP, tapi saat pemeriksaan pupil mata, ternyata sudah tidak merespon dan langsung dinyatakan meninggal,” tambahnya.

Diketahui, sebelum terjun ke dunia politik, almarhum memiliki perjalanan karier panjang di perusahaan tambang, yakni di Indominco. Ia memulai dari posisi sebagai petugas keamanan, kemudian naik menjadi kepala keamanan, hingga bagian eksternal sebelum akhirnya pensiun dini.

Di karir politiknya pun terbilang mentereng. Almarhum telah menjabat sebagai Anggota DPRD Bontang, selama dua periode dan dikenal sebagai sosok pekerja keras yang merintis karir dari bawah.

“Biasanya bapak kalau kontrol ke AWS Samarinda, kadang juga ke RSUD kalau jadwal di RSUD tidak penuh,” paparnya.

Rencananya, almarhum akan dimakamkan Minggu (5/4/2026), usai salat dzuhur di kawasan Pisangan. Sebelum pemakaman, akan dilakukan rangkaian pelepasan dari PDI Perjuangan Bontang, setelah proses pengkafanan dan salat jenazah selesai.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, serta masyarakat Kota Bontang.

Baca Juga:  Koalisi Indonesia Bersatu Terbentuk, Golkar Bontang Patuh Putusan DPP

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.