NUSANTARA — Libur Paskah 2026 memberikan kesan tersendiri bagi para pengunjung Ibu Kota Nusantara (IKN). Kawasan ini tak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga menghadirkan berbagai aktivitas yang memperkaya pengalaman masyarakat.
Salah satu pusat keramaian berada di Nusantara Park yang dikelola oleh Artha Graha Group. Beragam kegiatan digelar, mulai dari kuliner, lomba mewarnai telur untuk anak-anak, hingga kegiatan berburu telur di plaza seremoni.
Pengelola Nusantara Park, Agnes, menyebut antusiasme masyarakat terus meningkat sejak rangkaian libur panjang sebelumnya.

“Dari kemarin Imlek, Lebaran, sampai sekarang Paskah, antusias masyarakat semakin banyak. Setiap akhir pekan juga makin ramai,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus juru bicara, Troy Pantouw, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat yang menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja dengan baik serta kepada masyarakat yang telah berkunjung dengan tertib. Momentum Paskah ini membawa semangat kebaruan dan harapan, yang sejalan dengan pembangunan IKN sebagai kota masa depan yang hijau, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Data kunjungan menunjukkan, selama 3–5 April 2026 terdapat sekitar 59.676 orang yang datang ke kawasan IKN dengan total 14.382 kendaraan, baik roda dua, roda empat, maupun bus.
Kegiatan yang digelar turut memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Lusia, salah satu orang tua peserta lomba, mengaku senang anaknya bisa ikut berpartisipasi sekaligus meraih juara.
“Kami tidak menyangka anak kami bisa juara dan ikut memeriahkan Paskah di Nusantara Park ini,” katanya.
Sementara itu, Yanti, warga Kalimantan Selatan yang baru pertama kali berkunjung ke IKN, mengaku terkesan dengan suasana yang dihadirkan.
“Rupanya kalau libur banyak sekali event dan acara di IKN ini. Bukan hanya lihat pemandangan, jadi lebih seru,” ungkapnya.
Tingginya kunjungan dan aktivitas selama libur Paskah ini menunjukkan bahwa IKN mulai berkembang tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai ruang publik yang menggabungkan unsur ekologis, edukatif, dan rekreatif bagi masyarakat. (MK)
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S




