Orang Tua Diminta Bersinergi Cegah Pernikahan Dini di Bontang

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus berupaya menekan angka pernikahan dini yang masih terjadi di masyarakat. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan bahwa pencegahan fenomena tersebut tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah, melainkan juga memerlukan keterlibatan aktif para orang tua.

Menurutnya, orang tua memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan karakter anak sejak dini, agar mereka tidak mudah terjerumus pada keputusan yang keliru.

“Peran keluarga sangat besar. Pola asuh yang tepat di rumah bisa menjadi benteng pertama, agar anak-anak tidak terburu-buru menikah,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).

Agus Haris menjelaskan, Pemkot Bontang melalui sejumlah dinas dan lembaga akan memperkuat langkah pencegahan dengan pendekatan edukatif. Di antaranya melalui kegiatan sosialisasi di sekolah, kerja sama dengan lembaga keagamaan, serta pelibatan tokoh masyarakat.

“Kami akan melibatkan berbagai pihak agar pesan ini sampai ke semua kalangan. Sekolah menjadi salah satu tempat yang efektif untuk memberikan pemahaman kepada pelajar,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa pihaknya juga tengah menginventarisasi anak-anak yang putus sekolah, karena kelompok tersebut dinilai paling rentan terjerat praktik pernikahan dini.
“Kami sedang koordinasikan dengan Kesbangpol dan dinas terkait, untuk merumuskan langkah konkret, termasuk pendataan anak-anak yang putus sekolah,” ujarnya.

Baca Juga:  Najirah Ingatkan Pungli Adalah Korupsi, Rentan Terjadi di Layanan Publik

Berdasarkan data dari pengadilan, angka pernikahan dini di Kota Bontang disebut mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, Agus Haris menegaskan pemerintah tidak akan berhenti sampai di situ.

“Pernikahan dini sering menimbulkan banyak masalah, mulai dari kehamilan tidak direncanakan, tingginya angka perceraian, hingga ketidaksiapan ekonomi pasangan muda,” tambahnya.

Ia menegaskan, pencegahan pernikahan dini merupakan upaya bersama antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga. “Ini tanggung jawab kita semua. Pemerintah menyiapkan kebijakan dan fasilitas, tapi peran orang tua di rumah tetap menjadi kunci utama,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.