Beranda blog Halaman 1199

Cerita Kamal, Keliling Indonesia Mengais Rezeki dari Menjual Parang dan Hiasan

0
Kamal menjajakan barang dagangannya. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

Kamal berjalan sendiri menjajakan parang dan alat hiasan rumah terbuat dari besi. Menjajakan dagangan ke rumah makan, toko atau  menawarkan langsung ke semua orang yang dilewatinya.

Kamal berasal Kota Sungai Penuh, Jambi. Bersama tiga rekannya, tiap hari dia mencari penghidupan dengan menjual perkakas atau perlengkapan rumah tangga. Berpindah dari kota satu ke kota lain. Dari Kalimantan hingga Papua.

“Ini saya datang dari Samarinda, sebelumnya di Banjar. Bisa juga sampai ke Papua,” kata Kamal  ditemui di pinggir Jl Brigjen Katamso, Kamis (7/72022).

Rata-rata dalam sehari, Kamal hanya bisa menjual satu atau dua parang atau hiasan rumah, dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per buah.

Barang dagangannya didapat dari  Sukabumi, Jawa Barat, kemudian dia jual kembali dengan cara berkeliling pindah kota.

Sebagai pedagang kecil dengan pendapatan tak tentu tiap harinya, pria bertopi ini masih menyimpan harapan pada pemerintah, untuk memperhatikan pedagang seperti dirinya. “Saya hanya berharap ekonomi masyarakat dapat diperhatikan, jangan sampai banyak pengangguran,” kata Kamal.(ya)

Jelang Iduladha, Harga Sapi Masih Tinggi

0
Ranru memperlihatkan sapi yang dia jual. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG – Menjelang Iduladha, harga sapi mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini harga sapi ukuran sedang bisa mencapai Rp 20 juta dengan kenaikan mencapai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per ekor.

Pedagang sapi, Ranru mengatakan, sapi yang dia jual didatangkan dari luar Bontang, seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kenaikan harga sapi menurutnya, karena adanya proses karantina dari daerah asal hewan. Masa karantina memakan waktu 14 hari.  “Ada proses karantina sehingga ada tambahan biaya yang harus dikeluarkan,” kata Ranru.

Mengenai sapi yang dipasok dari luar katanya, ada sebanyak 26 ekor. Dengan rentan waktu 10 hari setiap pasokan sapi ke Bontang. “Kalau pasokan sapi tergantung dari permintaan, kadang satu mobil kadang dua mobil. Satu mobil berisi 13 sapi,” katanya.

Ranru yang sudah 20 tahunan menjual sapi di kawasan Rawa Indah mengaku pembeli saat ini masih sepi. “Saat ini masih sepi, kemungkinan warga Bontang masih jarang yang berkurban,” sebutnya.

Setiap hari ia hanya bisa menjual 1-2 sapi. Untuk pemeriksaan sapi, Ranru mengatakan dinas terkait akan memeriksakan ternak jika ada keluhan dari peternak.

Sementara Herman, pedagang sapi musiman di Jalan KS Tubun Bontang, hanya menjual sapi saat mendekati Iduladha. Ia mengatakan ada kenaikan harga sapi tahun ini.

“Kalau harga sapi besar bisa Rp 24 juta sampai Rp 25 juta. Yang kecil Rp 18 juta,” ungkapnya.

Sementara, tenaga Medik Veteriner Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, drh Saiful Islam menyebutkan, jumlah hewan kurban sapi yang tercatat di DKP3 Kota Bontang mencapai 1.520 ekor. Jumlah ini akan memenuhi hingga Iduladha. (ya)

Ingin Semua Bisa Baca Qur’an, Kadir Tappa Adakan Pelatihan Training of Tutor Metode Qiro’ah

0

BONTANG – Sebanyak 70 guru ngaji dan ibu rumah tangga mendapat pelatihan Training of Tutor (ToT) Metode Qiro’ah, cara super cepat mudah dan menyenangkan mengajar fasif baca Al-Quran. Acara yang diadakan Yayasan Taman Firdaus ini berlangsung di Hotel Tiara Surya, Rabu (6/7/2022).

Inisiator sekaligus pembina Yayasan Taman Firdaus Abdul Kadir Tappa mengatakan, ide awal pelatihan ToT untuk memberikan pelatihan bagi masyarakat untuk belajar metode baca Al-Quran. Dengan membentuk kelompok penghafal Al-Quran, yang telah memiliki sebanyak 20 anggota khusus wanita.

“Saya ingin kegiatan serupa terus dibuat. Nantinya setelah training ini selesai, peserta akan disebar ke  RT yang ada di Bontang,” kata Kadir Tappa.

Pelatihan tutor ini, diharapkan mampu mencetak pengajar yang nantinya bisa kembali mencari  peserta untuk diajarkan metode Qiro’ah.

“Semoga satu – dua tahun ini dapat meng-cover (mencakup) semua RT, memiliki pengajar Qiro’ah. Karena bukan hanya saya yang menjalankan ini,” papar Kadir yang juga anggota DPRD Kaltim ini.

Dirinya menginginkan ada satu wadah yang kuat untuk menjalankan ide dalam menyebar pengajar baca Quran di Bontang, dengan cara memberikan dan mencetak guru pengajar.

Salah satu peserta, Sejanah mengatakan, dirinya baru pertama kali mendapatkan pelatihan Metode Qiro’ah, yang mana metode ini sangat mudah dipelajari bagi anak-anak dikarenakan cara mengajarkannya menggunakan gambar. “Cara ini lebih mudah dipahami, dengan menggunakan gambar, karena anak-anak hanya bisa membaca gambar,” kata Sejanah.

Selain itu, metode Qiro’ah juga mengajarkan dengan menggunakan gambar sehari-hari yang sering dijumpai anak-anak.

Sementara, trainer dan penemu Metode Qiro’ah Andi Suriadi mengatakan, metode ini telah ada sejak tahun 2006 yang diajarkan di Makassar. Metode Qiro’ah  disebut sebagai metode yang paling cepat dan mudah dalam mengajarkan baca Al-Quran.

“Pelatihan ini untuk mengajarkan dan melatih kepada guru-guru agar guru tidak kesulitan dalam mengajar baca Quran. Target dari pelatihan Metode Qiroah ini nantinya santri dapat membaca Al-Quran dalam kurun waktu tiga bulan,” ungkap Andi.

Metode ini dianggap dapat membuat santri belajar sendiri, dengan keunggulan memiliki metode gambar dan gabungan gambar dan huruf dalam membaca Quran. Selain itu, metode ini sudah mengajarkan ilmu tajwid.

“Metode ini sangat cocok dengan semua umur, asalkan sudah bisa ngomong atau berbicara, sudah bisa diajarkan dengan metode ini,” sebutnya.(ya)

Polsek Marang Kayu Terus Lakukan Patroli Himbauan Prokes

0

BONTANG – Untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19, Polsek Marang Kayu  Bontang menggelar patroli himbauan penerapan  protokol kesehatan (prokes), Rabu (6/7/2022). Patroli dipimpin Bripka Mashudi bersama 2 personel anggota jaga.

Patroli himbuan penerapan  prokes menyasar pusat-pusat keramaian, seperti pasar tradisional Marang Kayu, perbankan, pertokoan, dan masyarakat yang beraktivitas keluar rumah.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi SH, SIK, MH melalui Kapolsek Marang Kayu AKP Slamet Riyadi mengatakan, patroli ini rutin dilakukan anggotanya dalam upaya menciptakan situasi kamtibmas agar aman dan kondusif. Juga dilakukan imbuan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

”Pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir, kita tidak mau underestimate (meremehkan, Red.), anggota tetap aktif melaksanakan patroli dan memberikan pesan kamtibmas dan himbauan protokol kesehatan kepada warga.”Kata AKP Slamet Riyadi.

Ia juga menambahkan patroli himbauan penerapan  prokes yang dilakukan selain untuk mencegah penyebaran Covid-19, juga untuk mencegah gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktifitas. (hms)

Polres Bontang Lakukan Test Swab Antigen pada Tahanan

0

BONTANG – Polres Bontang melakukan tes cepat swab antigen di rumah tahanan polisi (RTP) Polres Bontang untuk memastikan para tahanan tidak terpapar Covid 19, Rabu (6/7/2022)

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi SH, SIK, MH, melalui Kasat Tahti Iptu Heri Purwanto  mengatakan, kegiatan swab rapid test antigen ini dilakukan Dokkes Polres Bontang bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Bontang dan Sat Tahti Polres Bontang.

”Kegiatan ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran pandemi virus corona (Covid-19). Jika hasil tes cepat antigen ada yang positif Covid-19 maka tahanan akan dikarantina untuk mencegah penyebaran ke tahanan lain,” kata Iptu Heri Purwanto.

Tes cepat antigen dilakukan terhadap 20 orang tahanan dengan rincian 17 tahanan laki-laki dan 3 orang  tahanan perempuan. Hasilnya semua  dinyatakan negatif Covid-19.

”Ruang tahanan merupakan tempat yang sangat rentan penyebaran Covid-19. Sebab kondisinya tertutup dan dihuni para tahanan. Termasuk juga ketika ada pengunjung yang datang atau adanya tahanan baru,” terangnya.

Kasat Tahti juga menyampaikan pihaknya selalu menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 di rutan Polres Bontang.

”Kami selalu melakukan pemeriksaan kesehatan kepada  para tahanan. Selanjutnya diberikan vitamin guna menjaga dan memulihkan stamina dan kekebalan tubuh mereka. Ini sebagai tindaklanjut penegasan Kapolri, prediktif, responsibilitas, restorasi dan keadilan, maka dilaksanakan tes swab antigen kepada tahanan Polres,” ucapnya

Dalam kegiatan itu turut hadir Kasat Tahti Polres Bontang Iptu Heri Purwanto, personel Sat Tahti Polres Bontang, personel Sat Samapta Polres Bontang, dan Petugas Kejaksaan Negeri Bontang. (hms)

Basri Bakal Revisi Perda Miras

0
Wali Kota Basri Rase saat dimintai keterangan. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG– Wali Kota Bontang Basri Rase berencana merevisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 27 tahun 2002 tentang Larangan, Pengawasan, Penertiban Peredaran dan Penjualan Minuman Keras (Miras).

Dalam revisi tersebut diatur siapa  yang berhak menjual miras di Bontang. “Perdanya harus diubah, supaya ada landasan terkait itu. Dalam aturan itu (revisi) nantinya akan ada mekanismenya,” kata Basri kepada awak media, Rabu (6/7/2022).

Basri menyebutkan, revisi perda nantinya akan tetap melegalkan miras namun hanya khusus di tempat-tempat yang telah diatur sebelumnya.  “Minuman keras itu, sudah satu paket pada tempat hiburan, namun tetap ada mekanismenya,” sebut Basri.

Untuk itu, dirinya telah memerintahkan Bagian Hukum Pemkot Bontang untuk meriview kembali Perda Nomor 27 tahun 2022. “Saya sudah perintahkan bagian hukum untuk melihat kembali Perda itu,” jelas Basri. (ya)

Demplot NPK Pelangi JOS PKT, Produktivitas Padi Bojonegoro Naik hingga 36 Persen

0

PENGEMBANGAN produk baru dalam mendukung sektor pertanian dalam negeri terus digencarkan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), guna membantu petani meningkatkan produktivitas hasil dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Salah satunya dengan merilis NPK Pelangi JOS, yang dihadirkan PKT sebagai wujud kesinambungan peran terhadap peningkatan kapasitas pertanian yang sejalan dengan konsep sustainable agriculture.

Produk pupuk non subsidi PKT ini pun mendapatkan sambutan para petani, pasca uji coba efektivitas produk melalui Demonstration Plot (Demplot) komoditas padi di Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Pada demplot tersebut, didapati peningkatan hasil panen mencapai 36 persen dengan rata-rata 8,7 ton per Hektare (Ha) dari sebelumnya maksimal 6,4 ton/Ha.

“Jadi ada peningkatan 2,3 ton lebih per Ha. Ini jauh di atas perkiraan, karena biasanya musim tanam kedua seperti saat ini hasil padi kerap turun dibanding musim pertama,” ujar Miftah, Ketua Kelompok Tani Makmur Jaya Desa Sidodadi, saat panen demplot NPK Pelangi JOS, Sabtu (2/7/2022).

Menurut Miftah, penurunan hasil panen di periode kedua musim tanam pada rentang Maret-Juli biasanya diakibatkan curah hujan yang tidak menentu, sehingga produktivitas tanaman kurang maksimal dibanding musim tanam pertama dengan intensitas hujan yang cukup. Namun dengan uji coba demplot NPK Pelangi JOS, pertumbuhan tanaman tetap produktif meski curah hujan sangat kurang dan hasil yang didapatkan pun jauh lebih tinggi dari sebelumnya.

“Sesuai namanya, hasil yang didapat memang jos. Penggunaan NPK Pelangi JOS terbukti memberi dampak signifikan pada hasil, meski hujan tidak menentu di periode kedua musim tanam,” tambahnya.

VP Marketing Business Partner Korporasi, Indah Febrianty, mengungkapkan NPK Pelangi JOS merupakan produk inovasi pertama di Indonesia yang memadukan fungsi pupuk NPK dengan pupuk hayati dalam satu produk.

NPK Pelangi JOS merupakan pupuk majemuk makro yang mampu memberi hasil terbaik bagi komoditas pertanian, karena terdiri dari pupuk hayati dan pupuk kimia dengan kandungan N, P dan K serta mikroba Bacillus sp.

“Pupuk ini akan menjadikan tanah semakin kaya nutrisi tanpa harus kehilangan daya dukung lahan, sehingga petani akan lebih efisien dalam pemakaian,” kata Indah.

Selain Bojonegoro, demplot NPK Pelangi JOS juga telah terlaksana di sejumlah daerah dengan karakteristik lahan serta komoditas berbeda. Hasilnya pun menunjukkan peningkatan signifikan, dibandingkan pola pemupukan berdasarkan kebiasaan petani. Salah satunya produktivitas kentang di Bolaang Mongondow Sulawesi Utara, naik menjadi 13 ton/Ha dari sebelumnya 10,5 ton/Ha dengan penggunaan dosis 100 persen.

Selanjutnya komoditas bawang merah di Kendal Jawa Tengah, mengalami peningkatan 14 persen sebesar 13,1 ton/Ha hanya menggunakan dosis 70 persen dari seharusnya. “Hal ini membuktikan NPK Pelangi JOS cocok untuk berbagai jenis tanaman, baik tanaman pangan maupun hortikultura dengan lokasi dan karakteristik lahan yang berbeda,” tambah Indah.

Mewakili Pemkab Bojonegoro, Kepala UPT Pertanian Kecamatan Sukosewu Qomaruddin, mengapresiasi inisiasi PKT menghadirkan produk yang efektif dan efisien bagi petani melalui NPK Pelangi JOS, dan terbukti mampu meningkatkan produktivitas hasil padi pada demplot yang dilaksanakan bersama Kelompok Tani Makmur Jaya Desa Sidodadi.

Dirinya berharap PKT dapat meningkatkan kontribusi dalam membantu petani dengan lahan yang lebih luas, sehingga petani padi di Bojonegoro khususnya Kecamatan Sukosewu mampu mencapai produktivitas hasil yang lebih maksimal.

“Kami sangat mengapresiasi PKT yang peduli terhadap kemajuan petani di Indonesia, dengan tetap memperhatikan adanya kelestarian lingkungan karena adanya mikroba pupuk hayati yang terkandung dalam NPK Pelangi JOS ini,” ungkap Qomaruddin. (adv)

Hadapi Tantangan Kedepan, Polres Bontang Diharapkan Jadi Polres Metropolitan

0
Kapolres Bontang, AKBP Hamam Wahyudi bersama Forkopimda Kota Bontang. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG–  Di Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-76, Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi mengharapkan jajarannya mampu menghadapi tantangan di masa depan.

Ditemui usai syukuran HUT ke-76 Polri, Kapolres Hamam Wahyudi mengatakan pandemi Covid-19 yang tengah terjadi berdampak kepada masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan selalu membantu pemerintah dalam pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19.

“Akibat krisis global, ketergantungan pada sektor impor makin besar, tapi Indonesia harus bangkit,” kata Hamam.

Disinggung mengenai peran Polres Bontang di masa datang, Hamam mengatakan jajaran kepolisian di Kota Taman dihadapkan pada kewajiban untuk ikut mewujudkan Ibu Kota Negara (IKN). Di mana menurut Hamam, Polres Bontang harus menjadi polres metropolitan sehingga pembangunan IKN bisa berjalan lancar.

“Kami sedang berjuang dalam mewujudkan wilayah bersih bebas melayani (WBBM). Ini merupakan pencapaian tertinggi institusi atau lembaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Hamam.

Pencapaian itu didapatkan dari melakukan perbaikan pelayanan publik, mewujudkan situasi kondusif di Bontang, serta mampu menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat.

“Ada permasalahan sulit yang saya hadapi, salah satunya termasuk masalah lahan. Terjadi konflik sosial masalah lahan yang terjadi di sini,” ungkap Hamam.

Kedepannya, Hamam mengharapkan, setiap personel Polri harus mempunyai jiwa membangun dan dapat berkolaborasi bersama.(ya)

Pemilik Fuel Card Didahulukan, Antisipasi Antrean Truk di SPBU Bontang

0
Kapolres Bontang, AKBP Hamam Wahyudi. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG– Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi meminta pengelola Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk memprioritaskan pemilik kartu BBM atau fuel card, seiring mulai diberlakukan aturan ini sejak Senin (4/7/2022). Prioritas terutama diberlakukan pada sopir truk yang hingga kini masih mengantre di beberapa SPBU di Kota Taman.

Sementara dalam hal pengawasan penerapan di lapangan, lanjut Hamam, pihaknya akan melibatkan pengawas dari Pertamina dan instansi terkait dari Pemkot Bontang. “Saya nanti akan meminta  dinas terkait untuk dilibatkan dalam pengawasan dan penertibannya,” jelas Kapolres, Selasa (6/7/2022) di Polres Bontang.

Terkait penertiban truk yang masih mengantre di luar jam yang telah ditentukan, dirinya akan membuat metode khusus untuk mendahulukan yang memiliki fuel card.

“Untuk pengisian bahan bakar ini, seharusnya dibuatkan cara, dengan lebih mendahulukan yang memiliki kartu,” tambah Hamam.

Antisipasi lain ditujukan pada sopir truk yang masih mengantre di depan toko atau warung, diminta agar menghindari gejolak yang mungkin terjadi di masyarakat. “Kami dari unsur kepolisian memberikan imbauan kepada mereka (sopir), karena saat ini dihadapkan dengan kondisi sosial dengan keterbatasan BBM di masyarakat,” jelas Hamam.

Selain itu, dirinya juga akan menurunkan petugas langsung di lapangan pada saat sopir truk sedang mengantre.(ya)

Ketua DPRD Bontang Minta Tak Disamaratakan, Soal Keputusan Honorer Jadi Outsourcing

0
Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam

BONTANG– Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, mendorong pemerintah pusat untuk tidak memukul rata penghapusan tenaga honorer pada 2023 mendatang.

Dia menyebutkan, perlu  pertimbangan matang dari pemerintah pusat agar tidak berdampak pada kinerja pelayanan masyarakat. “Jangan sampai pukul rata 100 persen,” jelas Faiz saat dikonfirmasi, Rabu (6/7/2022).

Disebutkan, pihaknya saat ini terus melakukan analisis dan kajian terkait kebijakan tersebut. “Jadi perlu pertimbangan betul dari pemerintah pusat terkait dengan kebijakan ini, karena boleh jadi menurut hemat kami akan berdampak pada kinerja pemerintah kota terkait pelayanan di masyarakat,” katanya.

“Kita juga terus menganalisis terkait hal ini, dari pemerintah kota baru proses pengkajian tapi kita lihat harus betul-betul mempertimbangkan. Jadi mana saja yang memungkinkan dan mana saja yang tidak memungkinkan,” sambungnya.

Apabila kebijakan tersebut terealisasi, maka harus dilakukan langkah antisipasi dari Pemkot Bontang menyangkut jumlah tenaga honorer yang akan dikurangi secara bertahap.

“Harus betul-betul dicek dulu, dipertimbangkan sekali, mana yang harus pertama kali dirasionalisasi. Tidak sertamerta seluruhnya menurut kita,” ungkapnya.

Di sisi lain, kata Faiz, untuk honorer yang akan dijadikan tenaga alih daya juga terbatas. Sebab kebijakan ini hanya berlaku untuk sopir, cleaning service dan petugas keamanan.

Sedangkan honorer seperti pekerja lapangan atau administrasi ini harus disuarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) dan Komisi I DPRD Bontang.

Faiz juga mendorong pemerintah segera melakukan Analisis Beban Kerja (ABK). “Supaya bisa dapat gambaran jelas dari pusat. Kalau dibilang UMR, gaji di Bontang sudah hampir mencapai UMR. Ini agar seluruh honorer yang ada bisa diakomodasi,” paparnya.

Faiz juga menegaskan, sejak awal DPRD dan Pemkot Bontang  berupaya memperjuangkan nasib ribuan honorer di Kota Taman.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo kembali mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) untuk tidak merekrut pegawai honorer. Sebagai gantinya, Pemda diminta merekrut pekerja alih daya atau outsourcing. (adv/ref)