Beranda blog

Pesan-pesan Bunda Neni di Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 H

0
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat menyalami jemaah wanita usai melaksanakan salat id. (Dok Pemkot Bontang)

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni melaksanakan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Masjid Agung Al-Hijrah, Sabtu (21/03/2026) pagi. Wali kota menyampaikan beberapa pesan saat sambutan.

Ia menegaskan bahwa Ramadan merupakan proses pembinaan spiritual dan moral yang diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih bertakwa, berempati, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Idulfitri, lanjutnya, menjadi momentum untuk kembali pada fitrah sekaligus memperkuat ukhuwah islamiyah, wathaniyah, dan insaniyah.

Lebih lanjut, Wali Kota menyampaikan bahwa nilai-nilai yang tumbuh selama Ramadan seperti kejujuran, solidaritas, dan semangat berbagi merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan berkarakter.

Dalam konteks pembangunan daerah, Pemerintah Kota Bontang terus berkomitmen mewujudkan identitas sebagai “Kota Taman” yang tertib, agamis, mandiri, aman, dan nyaman. Upaya tersebut juga sejalan dengan visi Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan sebagai daerah mitra IKN.

Berbagai program prioritas pun terus dijalankan, mulai dari peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga penguatan nilai sosial dan inovasi daerah.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, serta berpartisipasi aktif dalam mendukung pembangunan Kota Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Si Jago Merah Lalap 6 Barakan dan 2 Rumah Tunggal di Samgatta Uttara

0
Kebakaran hebat kembali terjadi di Sangatta Utara, Gang Family III. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Gang Family III Blok P.U Buntu, RT 24, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Senin (23/3/2026) sekitar pukul 18.20 WITA.

Api yang dengan cepat membesar menghanguskan total delapan bangunan, terdiri dari enam barakan dan dua rumah tunggal. Informasi tersebut disampaikan warga setempat, Mama Rafa, yang berada di lokasi saat kejadian.

Menurutnya, api pertama kali terlihat membesar dan dengan cepat merembet ke bangunan lain yang berdempetan di kawasan tersebut.

Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba. Namun, besarnya kobaran api membuat sebagian besar bangunan tidak dapat diselamatkan.

“Api cepat sekali menyebar, kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang,” ungkap salah seorang warga.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Aparat terkait masih melakukan penyelidikan dan pendataan terhadap jumlah kerugian serta dampak yang ditimbulkan.

Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam peristiwa ini. Sementara itu, pihak berwenang masih mengumpulkan keterangan dari saksi di lokasi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Wisatawan Melonjak, Satpolairud Kutim Perketat Patroli Laut di Kenyamukan

0
Satpolairud Polres Kutai Timur (Kutim) mengintensifkan patroli laut di Pantai Kenyamukan. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Lonjakan aktivitas masyarakat selama libur Lebaran tak hanya terjadi di darat. Di kawasan pesisir, pengawasan pun diperketat. Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Kutai Timur (Kutim) mengintensifkan patroli laut di Pantai Kenyamukan, Senin (23/3/2026).

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah wisatawan serta aktivitas nelayan yang melaut selama momen Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Sejak pagi, personel Satpolairud tampak aktif menyisir wilayah pesisir hingga perairan laut. Mereka tak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan imbauan langsung kepada masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menegaskan, patroli laut menjadi bagian penting dalam pengamanan Operasi Ketupat Mahakam 2026, terutama di kawasan wisata yang rawan kepadatan pengunjung.

“Ini langkah antisipasi kami untuk mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan keselamatan masyarakat, baik wisatawan maupun nelayan,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan menekan risiko kecelakaan di perairan.

Tak hanya itu, para nelayan juga diminta lebih waspada saat melaut. Fauzan mengingatkan agar mereka memperhatikan kondisi cuaca serta melengkapi diri dengan alat keselamatan.

“Jangan memaksakan melaut jika kondisi tidak memungkinkan. Keselamatan harus jadi prioritas,” tegasnya.

Imbauan serupa juga ditujukan kepada para pengunjung pantai. Wisatawan diminta tidak berenang terlalu jauh ke tengah laut serta selalu mengikuti arahan petugas di lapangan.

Yang tak kalah penting, potensi ancaman dari satwa liar turut menjadi perhatian. Keberadaan buaya di sekitar perairan Kenyamukan disebut masih perlu diwaspadai.

“Kami ingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati. Ada potensi bahaya dari satwa liar seperti buaya. Jangan lengah,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Libur Lebaran, Pantai Teluk Lombok Diserbu Ratusan Wisatawan

0
Pos Pengamanan (Pos Pam) Operasi Ketupat Mahakam 2026 langsung memperketat pengamanan di Lokasi wisata. (Istimewa)

SANGATTA – Lonjakan wisatawan saat libur Lebaran membuat kawasan Pantai Teluk Lombok dipadati pengunjung, Senin (23/3/2026). Ratusan warga terlihat memadati area pantai untuk menikmati suasana libur Idulfitri 1447 Hijriah.

Mengantisipasi potensi kerawanan, Pos Pengamanan (Pos Pam) Operasi Ketupat Mahakam 2026 langsung memperketat pengamanan di lokasi. Personel gabungan diterjunkan, mulai dari Polsek, Polairud, Polres, TNI AL, Senkom hingga tenaga kesehatan dari Puskesmas Sangatta Selatan.

Kegiatan pengamanan dipimpin Kapos Pam IPDA Tahan Sakka. Diawali dengan apel kesiapan, seluruh personel diberikan arahan sebelum diterjunkan ke lapangan. Patroli rutin kemudian dilakukan dengan menyisir kawasan pantai secara berjalan kaki untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Berdasarkan data di lapangan, jumlah pengunjung terbilang signifikan. Tercatat sekitar 68 kendaraan roda dua, 45 kendaraan roda empat, serta kurang lebih 190 orang memadati kawasan wisata tersebut.

Selain pengawasan, petugas juga aktif memberikan imbauan kepada pengunjung. Masyarakat diminta tetap waspada, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta memperhatikan potensi bahaya di area pantai, termasuk kemungkinan munculnya satwa liar seperti buaya.

Kapolres Kutai Timur, Fauzan Arianto, menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan rasa aman selama momen Lebaran.

“Personel gabungan kami siagakan untuk memastikan seluruh aktivitas masyarakat, khususnya di lokasi wisata, berjalan aman dan kondusif. Kami juga mengimbau agar pengunjung mematuhi arahan petugas dan selalu mengutamakan keselamatan,” ujarnya.

Dengan pengamanan yang diperketat, diharapkan masyarakat dapat menikmati libur Lebaran dengan aman dan nyaman, tanpa mengabaikan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko di kawasan wisata.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Cuaca Bersahabat, Aktivitas Wisata Laut di Beras Basah Berjalan Lancar

0
Situasi Pulau Beras Basah. (ist)

BONTANG – Kondisi cuaca di perairan Pulau Beras Basah selama libur Lebaran terpantau bersahabat. Berdasarkan hasil pemantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, cuaca cerah berawan dengan tinggi gelombang relatif rendah, sehingga aktivitas wisata laut berlangsung lancar.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bontang, Ismail mengatakan pemantauan dilakukan sejak pagi hingga sore hari, Minggu (22/3/2026), untuk memastikan keamanan pengunjung dan aktivitas penyeberangan.

“Secara umum cuaca cukup mendukung. Dari pagi hingga sore didominasi cerah berawan, gelombang laut juga relatif rendah,” ujarnya.

Pada pagi hari, kondisi gelombang tercatat sekitar 0,5 meter dengan air laut dalam kondisi pasang. Memasuki siang hari, tinggi gelombang menurun menjadi sekitar 0,3 meter, disertai air laut yang mulai surut. Sementara pada sore hari, kondisi gelombang tetap stabil di kisaran 0,3 meter dengan air laut kembali berangsur pasang.

Menurut Ismail, kondisi tersebut tergolong aman untuk aktivitas wisata laut, termasuk penyeberangan kapal dari Pelabuhan Tanjung Laut Indah menuju Pulau Beras Basah.

“Dengan gelombang yang relatif kecil, aktivitas penyeberangan berjalan normal dan tidak ada gangguan berarti,” tambahnya.

BPBD Kota Bontang juga memastikan selama pemantauan, tidak ditemukan adanya kejadian bencana maupun insiden di perairan. Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan saat berwisata, terutama di wilayah laut.

“Cuaca memang mendukung, tapi kewaspadaan tetap penting, baik bagi pengunjung maupun operator kapal,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Jimmi Ingatkan Pemudik Jalan Rusak dan Jembatan Kandolo Rawan

0
Ilustrasi Jembatan Kandolo. (Ilustrasi-AI)

SANGATTA – Arus balik Lebaran mulai jadi perhatian serius DPRD Kutai Timur. Lonjakan kendaraan diprediksi mencapai puncaknya pada H+7 Idulfitri. Masyarakat yang kembali dari kampung halaman pun diminta tidak lengah selama perjalanan.

Ketua DPRD Kutim, Jimmi, mengingatkan agar pemudik bisa mengatur waktu keberangkatan dengan bijak. Menurutnya, durasi libur yang masih cukup panjang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menghindari penumpukan di jalur utama.

“Jangan menumpuk di satu waktu. Kalau bisa diatur, berangkat lebih awal atau setelah puncak arus balik,” ujar Jimmi saat dikonfirmasi, Senin (23/3/2026).

Selain potensi kepadatan, kondisi infrastruktur jalan juga menjadi sorotan. Sejumlah ruas jalan lintas provinsi di wilayah Kutim dilaporkan mengalami kerusakan. Kondisi ini dinilai berisiko, terutama saat volume kendaraan meningkat signifikan.

Pengendara diminta lebih waspada dan menjaga konsentrasi, khususnya saat melintasi titik-titik jalan yang rusak.

“Memang ada beberapa ruas jalan yang kondisinya kurang bagus, jadi perlu ekstra hati-hati,” katanya.

Tak hanya itu, jembatan di kawasan Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan, juga masuk dalam daftar titik rawan. Struktur jembatan tersebut dinilai cukup riskan, terutama bagi kendaraan bermuatan berat atau saat cuaca ekstrem.

DPRD Kutim berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah cepat, minimal melakukan penanganan darurat agar tidak mengganggu kelancaran arus balik.

“Mudah-mudahan segera ada penanganan, supaya masyarakat merasa lebih aman saat melintas,” tambahnya.

Di sisi lain, Jimmi juga menekankan pentingnya disiplin pengendara. Ia mengingatkan agar pengguna jalan tidak saling mendahului secara sembarangan dan tetap mematuhi rambu lalu lintas.

Menurutnya, keselamatan berkendara bukan hanya ditentukan kondisi jalan, tetapi juga sikap pengendara itu sendiri.

“Tertib di jalan, saling menghargai. Jangan terburu-buru, karena libur Lebaran masih panjang,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Ribuan Wisatawan Padati Pulau Beras Basah, BPBD Pastikan Kondisi Aman

0
Kondisi Pulau Beras basah selama libur lebaran. (ist)

BONTANG – Kunjungan wisatawan ke Pulau Beras Basah membludak selama libur Lebaran. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, sebanyak 1.295 orang tercatat mengunjungi destinasi andalan Kota Taman tersebut pada Minggu (22/3/2026).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bontang, Ismail, mengatakan lonjakan pengunjung didominasi wisatawan lokal.

“Mayoritas berasal dari Bontang sebanyak 975 orang, disusul Balikpapan, Samarinda, dan beberapa daerah lain,” ujarnya.

Selain dari Bontang, pengunjung juga datang dari Samarinda (78 orang), Balikpapan (83 orang), Kutai Timur (55 orang), Kutai Kartanegara (35 orang), Penajam Paser Utara (35 orang), Kutai Barat (16 orang), Kalimantan Tengah (5 orang), hingga Medan (13 orang).

Ia menjelaskan, selama kegiatan pemantauan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 16.00 WITA, kondisi cuaca relatif mendukung aktivitas wisata.

“Secara umum kondisi cuaca cukup bersahabat sehingga aktivitas wisata berjalan lancar,” tambahnya.

Ia juga memastikan, selama kegiatan berlangsung tidak ditemukan adanya kejadian bencana maupun musibah. “Nihil kejadian, semua berjalan aman dan terkendali,” tegasnya.

BPBD pun mengimbau para wisatawan untuk tetap memperhatikan faktor keselamatan, terutama saat menggunakan transportasi laut dan beraktivitas di kawasan pantai, guna menjaga situasi tetap kondusif selama masa libur Lebaran.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Geger Idulfitri, Kasus Mutilasi Sempaja Terbongkar, Pelaku Diamankan

0
Kedua pelaku diamankan di Mapolresta Samarinda. (Istimewa)

SAMARINDA – Suasana Hari Raya Idulfitri 1447 H di Jalan Gunung Pelandu, RT 13, Kelurahan Sempaja Utara, mendadak berubah mencekam. Warga dikejutkan dengan penemuan potongan tubuh manusia yang tersebar di dua titik tak jauh dari permukiman, Sabtu (21/3/2026).

Penemuan ini menjadi awal terkuaknya kasus pembunuhan sadis yang kemudian dipastikan sebagai mutilasi, dengan korban seorang perempuan yang hingga kini masih dalam proses identifikasi mendalam.

Ditemukan Anak-anak, Warga Langsung Geger

Peristiwa mengerikan ini pertama kali diketahui oleh dua anak yang sedang bermain di sekitar lokasi. Mereka menemukan bungkusan karung mencurigakan di semak-semak, lalu melaporkannya kepada warga.

Ketua RT setempat yang menerima laporan dari warga bernama Suwono langsung menuju lokasi. Saat diperiksa, ditemukan bagian tubuh berupa jari, lengan, dan paha manusia.

“Anak-anak yang menemukan pertama kali. Mereka langsung lapor, lalu kami cek bersama,” ujar Ketua RT di lokasi.

Lokasi tersebut dikenal sebagai “kampung buntu” yang hanya memiliki satu akses keluar masuk dan jarang dilalui orang luar, sehingga penemuan ini sangat mengejutkan warga.

Polisi Temukan 7 Potongan Tubuh di Dua Titik

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan total tujuh potongan tubuh yang tersebar di dua lokasi dengan jarak sekitar 70 hingga 100 meter.

Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, mengungkapkan bahwa seluruh bagian tubuh korban berhasil dikumpulkan.

“Ada tujuh potongan, termasuk kepala utuh, dua tangan, dua kaki, paha, dan badan. Untuk sementara organ tubuh ditemukan lengkap,” jelasnya.

Selain potongan tubuh, polisi juga mengamankan dua karung yang digunakan untuk membungkus jenazah serta pakaian korban di sekitar lokasi. Namun, senjata tajam yang digunakan pelaku belum ditemukan.

Korban Perempuan, Diduga Dibunuh Secara Sadis

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui berjenis kelamin perempuan dan masih berstatus Mrs X.

Polisi menduga korban mengalami penganiayaan berat sebelum akhirnya dimutilasi.

“Dugaan awal penganiayaan berat yang berlanjut pada tindakan mutilasi. Saat ini masih dalam pendalaman,” terang Ipda Mat Bahri.

Seluruh bagian tubuh korban telah dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk dilakukan autopsi serta identifikasi DNA.

Kurang dari 24 Jam, Dua Pelaku Ditangkap

Kerja cepat tim gabungan Jatanras Polresta Samarinda, Polda Kaltim, serta jajaran Polsek membuahkan hasil. Kurang dari 24 jam setelah penemuan, dua terduga pelaku berhasil diamankan pada Minggu (22/3/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WITA.

Kedua pelaku terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan. Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi secara intensif sejak siang hari.

Saat ini, keduanya telah diamankan di Mapolresta Samarinda untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Meski pelaku telah diamankan, polisi masih mendalami peran masing-masing serta motif di balik aksi keji tersebut.

Sejumlah barang bukti tambahan juga telah disita untuk memperkuat proses penyidikan. Polisi berkomitmen mengungkap secara utuh kronologi kejadian serta identitas korban.

Kasus ini menyisakan duka mendalam bagi warga Samarinda, terlebih terjadi di momen Idulfitri yang seharusnya menjadi hari penuh kebahagiaan.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Ribuan Jemaah Padati Masjid IKN, Momen Sejarah Idulfitri Perdana

0
Suasana Salat Idulfitri di Masjid Negara IKN. (Atmaja Riski)

NUSANTARA – Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) mencatat sejarah religius pertamanya dengan pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026). Ribuan jemaah dari dalam maupun luar Kalimantan Timur memadati masjid berarsitektur ikonik tersebut.

Sejak dini hari, jemaah telah berdatangan. Bahkan sebagian memilih tiba lebih awal demi mendapatkan tempat parkir dan posisi salat yang strategis.

“Kami jam 3 sudah di sini, takut tidak kebagian parkir. Dari penginapan berangkat setengah tiga, bareng keluarga dari Kalimantan Tengah,” ujar Mahmudin, salah satu jemaah.

Antusiasme tinggi membuat area parkir penuh sejak subuh. Jemaah yang datang kemudian diarahkan menggunakan bus menuju area masjid. Untuk mengurai kepadatan, arus lalu lintas di Jalan Sepaku Raya juga sempat dialihkan melalui jalur bundaran Sumbu Barat menuju kawasan Precinct Core dan Sumbu Tripraja.

Dalam khutbahnya, khatib Prof Muhammad Abzar Duraesa mengajak jemaah mensyukuri momentum Idulfitri sebagai hari kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan.

“Ini sejarah pertama kita melaksanakan Salat Idulfitri di Masjid Negara IKN. Mari kita bersukacita setelah sebulan menahan diri dan mengendalikan ego,” ujarnya.

Sebelum pelaksanaan salat, panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah yang telah meramaikan kegiatan Ramadan di Masjid Negara IKN, mulai dari salat wajib hingga tarawih yang diisi imam dari Masjid Istiqlal Jakarta.

Salat Idulfitri dipimpin imam Dr Ahmad Muzakir, sementara khatib cadangan Ustaz Dr M Aroka Fadli. Sejumlah petugas turut terlibat, termasuk bilal dan pembawa acara yang memastikan rangkaian ibadah berjalan tertib.

Sejumlah pejabat Otorita IKN turut hadir dalam momen bersejarah tersebut, termasuk Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono. Usai pelaksanaan salat, Basuki juga menyempatkan diri berinteraksi dan berfoto bersama jemaah.

Pelaksanaan Salat Idulfitri perdana di Masjid Negara IKN ini tidak hanya menjadi simbol dimulainya kehidupan sosial-keagamaan di ibu kota baru, tetapi juga menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk menjadi bagian dari sejarah Nusantara.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Salat Id di Islamic Center, Rudy Mas’ud Tekankan Persatuan

0
Suasana usai Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Baitul Muttaqin Islamic Center Samarinda. (Hanafi)

SAMARINDA – Ribuan umat Muslim memadati Masjid Baitul Muttaqin Islamic Center Samarinda saat pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026). Sejak pagi hari, jemaah terus berdatangan hingga memenuhi seluruh area masjid, termasuk pelataran luar.

Suasana berlangsung khusyuk dan penuh kebersamaan. Jemaah hadir bersama keluarga dengan mengenakan busana terbaik khas Hari Raya. Cuaca yang cerah turut menambah kenyamanan dalam menjalankan ibadah.

Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam pelaksanaan salat, di antaranya Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, anggota DPR RI dapil Kaltim, Ketua TP PKK Kaltim Syarifah Suraidah, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda Mame Sadafal, Kasrem 091/Aji Surya Natakesuma Kolonel Kav Rahyanto Edy Yunianto, Sekda Kaltim Sri Wahyuni, jajaran Forkopimda, hingga Ketua Yayasan Masjid Baitul Muttaqin Irianto Lambrie.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Rudy Mas’ud menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Kaltim.

“Atas nama pribadi dan keluarga, saya mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Semoga seluruh amal ibadah kita diterima dan membawa keberkahan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Idulfitri merupakan momentum untuk kembali kepada fitrah serta menjadi pribadi yang lebih baik dengan menanamkan nilai kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial.

Menurutnya, momen ini juga penting untuk mempererat silaturahmi dan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.

“Kita harus terus menjaga persatuan, toleransi, dan keharmonisan. Kerukunan adalah kekuatan utama dalam membangun daerah,” tegasnya.

Rudy menambahkan, Kaltim saat ini berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab, kita bisa menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan,” pungkasnya.

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S