Beranda blog Halaman 2

Nanang Adriani Ajak Warga Perkuat Keimanan di Hari Raya Idulfitri

0
Usai melaksanakan Salat Idulfitri 1447 H, Wakil Bupati Nanang Adriani (tengah) berfoto bersama ulama, pengurus PHBI Kubar, dan pengurus Masjid Al-Muttaqin Islamic Center Melak. (dok-istimewa)

SENDAWAR – Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah bersama umat Muslim di Masjid Al-Muttaqin Islamic Center, Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak, Sabtu (21/3/2026) pagi.

Dalam sambutannya, Nanang menyampaikan bahwa Hari Raya Idulfitri merupakan momentum penting bagi umat Muslim untuk kembali kepada fitrah serta memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua kembali menjadi pribadi yang suci dan terus meningkatkan kualitas keimanan serta kepedulian sosial,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mempererat tali silaturahmi dan menjaga kebersamaan dalam membangun daerah. Menurutnya, kemajuan Kutai Barat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak dan berkarakter. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran hibah dan bantuan sosial kepada lembaga keagamaan dan masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami terus berupaya hadir mendukung kegiatan keagamaan melalui berbagai program yang transparan dan sesuai regulasi, sebagai bentuk komitmen memperkuat kehidupan beragama di Kutai Barat,” katanya.

Nanang berharap semangat kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian yang terbangun selama Ramadan dan Idulfitri dapat terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga semangat ini terus terpelihara sehingga kita bersama-sama dapat mewujudkan Kutai Barat yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Polsek Melak Gotong Royong Perbaiki Jembatan Rusak Bersama Warga

0
Personel Polsek Melak saat bergotong royong bersama masyarakat setempat memperbaiki jembatan yang rusak di RT 006 Melak Ilir. (dok-Polsek Melak)

SENDAWAR – Kepolisian Sektor (Polsek) Melak bersama masyarakat bergotong royong memperbaiki jembatan rusak di Jalan Raden Botoh RT 006, Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Minggu (22/3/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Melak, Iptu Rinto Christianto Simanjuntak, bersama personel Polsek dan warga setempat. Perbaikan dilakukan karena kondisi jembatan yang mengalami kerusakan cukup parah, seperti kayu lapuk dan berlubang, sehingga membahayakan pengguna jalan.

Dalam pelaksanaannya, personel kepolisian bersama warga melakukan penggantian serta penguatan bagian jembatan yang rusak. Upaya ini bertujuan agar jembatan kembali aman dan layak digunakan, khususnya bagi pelajar, pekerja, dan masyarakat yang melintas setiap hari.

Kapolsek Melak, Iptu Rinto Christianto Simanjuntak, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Kami ingin hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membantu mengatasi persoalan sosial dan fasilitas umum yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Ketua RT dan tokoh masyarakat setempat yang mengapresiasi langkah cepat Polsek Melak dalam membantu perbaikan infrastruktur lingkungan.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Jalan KIPP IKN Dibuka 5,85 Km, BBPJN Perkuat Akses Lebaran

0
Ruas jalan West Resident yang melewati Pasar KIPP ini juga difungsikan untuk menunjang kelancaran publik pada Lebaran 2026. (Doc. BBPJN Kaltim)

NUSANTARA – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur kembali memfungsikan ruas jalan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) sepanjang 5,85 kilometer selama libur Lebaran 2026.

Kepala BBPJN Kaltim, Yudi Hardiana, mengatakan pembukaan ruas jalan fungsional ini bertujuan mendukung kelancaran konektivitas jaringan jalan di kawasan KIPP.

“Ini juga agar memudahkan mobilitas masyarakat dan pengunjung yang ingin melihat perkembangan pembangunan IKN di libur Lebaran,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Meski masih dalam tahap penyelesaian, ruas jalan tersebut sudah dapat dimanfaatkan secara terbatas guna menunjang aksesibilitas kawasan.

Adapun ruas jalan yang difungsikan meliputi tujuh segmen, yakni West Resident (ROW 44B) sepanjang 1.075 meter, West Resident (ROW 24B4) sepanjang 688 meter, West Resident (ROW 24B3) sepanjang 820 meter, Precinct Core & Sumbu Tripraja (2.1 ROW 24) sepanjang 1.198 meter, Precinct Core & Sumbu Tripraja (2.3 ROW 16) sepanjang 780 meter, Precinct Core & Sumbu Tripraja (2.10 ROW 54) sepanjang 485 meter, serta Precinct Core & Sumbu Tripraja (2.2 ROW 24) sepanjang 800 meter.

Dengan dibukanya tujuh ruas jalan tersebut, diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran lalu lintas di kawasan IKN, sekaligus mendukung aktivitas pembangunan dan kunjungan masyarakat.

BBPJN Kaltim juga mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati saat melintasi jalur tersebut, mengingat beberapa segmen masih dalam proses pengerjaan.

“Tetap patuhi rambu-rambu, jangan laju berkendara,” tegasnya.

BBPJN menegaskan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur jalan guna mendukung konektivitas dan percepatan pembangunan kawasan IKN.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Hari Kedua Lebaran, Si Jago Merap Lalap Rumah di Belakang Hotel Andhika

0
Tangkapan layar video kebakaran di belakang Hotel Andhika. (Ist)

BONTANG – Memasuki hari kedua idufitri, Minggu (22/3/2026) kebakaran terjadi di wilayah Kampung Baru. Tak ayal kobaran si jago merah menarik perhatian warga sekitar yang sedang berlebaran.

Kejadian itu terekspose pada video yang viral di grup-grup whatasapp. Si jago merah tepatnya melalap beberapa unit rumah persis di area belakang Hotel Andhika, Jalan Veteran, Kelurahan Berbas Tengah

Zulkifli, salahsatu warga sekitar yang kebetulan melintas mengungkapkan, kejadian kebakaran itu terjadi sekitar pukul 10.00 wita. Lalu pemadam datang dengan membawa 3 unit armada dan berhasil memadamkan api yang membumbung tinggi.

“Saya belum tau apa penyebab kebakaran itu. Pemadam sudah berhasil memadamkan api walaupun asap masih terlihat tebal,” ujarnya.

Dari video tersebut terlihat para pemadam berupaya memadamkan api, dan meminta warga yang sedang menoonton kejadian itu untuk menjauh dari lokasi, agar pemadam mudah dalam memadamkan api.

Hingga saat ini belum diketahui berapa unit rumah dan kerugian korban kebakaran.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Di Balik Terangnya Ramadan dan Idulfitri, PLN UIP KLT Pastikan Sistem Kelistrikan Kaltim-Kaltara Andal

0
Petugas PLN melakukan inspeksi dan pemeliharaan peralatan kelistrikan di gardu Induk guna memastikan keandalan pasokan listrik tetap terjaga.

BALIKPAPAN – Di saat masyarakat menikmati hangatnya suasana Ramadan, mulai dari sahur hingga berbuka puasa, sampai nantinya merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga, terdapat peran penting yang bekerja di balik layar untuk memastikan listrik tetap menyala tanpa henti. PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) hadir sebagai garda terdepan dalam menyiapkan fondasi sistem kelistrikan yang andal melalui pembangunan infrastruktur secara masif dan berkelanjutan.

Sebagai unit yang mempunyai tanggung jawab dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, PLN UIP KLT memastikan seluruh sistem siap sebelum listrik disalurkan kepada masyarakat. Melalui berbagai proyek strategis, termasuk penyambungan jaringan interkoneksi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, PLN membangun sistem yang saling terhubung sehingga mampu mendukung keandalan pasokan listrik secara menyeluruh di kedua provinsi.

Penguatan sistem ini ditopang oleh pembangunan jaringan transmisi tegangan tinggi yang membentang sepanjang 921,71 kilometer sirkuit dengan total 1.279 tower yang melintasi sedikitnya lima kabupaten/kota. Infrastruktur ini menghubungkan berbagai gardu induk strategis, sehingga memungkinkan distribusi energi listrik yang lebih merata, efisien, serta mampu menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik di masing-masing wilayah.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menyampaikan bahwa keandalan listrik yang dirasakan masyarakat saat ini tidak terlepas dari proses panjang pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan.

“Keandalan listrik bukan sesuatu yang terjadi secara instan. Ini merupakan hasil dari pembangunan sistem yang kuat dan terintegrasi. Melalui interkoneksi, PLN dapat memastikan pasokan listrik tetap stabil, bahkan dalam kondisi beban meningkat seperti pada Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Basuki.

Dengan sistem yang terhubung, PLN mampu mengoptimalkan pasokan listrik antarwilayah, di mana kelebihan daya di satu sistem dapat dialirkan ke wilayah lain yang membutuhkan. Hal ini menjadikan kondisi sistem tetap aman, andal, dan berada dalam kondisi surplus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain pembangunan infrastruktur, PLN UIP KLT juga memastikan kesiapan sistem melalui pengujian menyeluruh, pemeliharaan berkala, serta koordinasi intensif dengan unit operasi guna menjaga keandalan listrik secara _end to end_, mulai dari pembangkitan hingga penyaluran ke pelanggan.

Sejalan dengan semangat “Lebaran Nyaman Bersama”, PLN UIP KLT terus berkomitmen mendukung kelancaran pasokan listrik selama Hari Raya Idul Fitri, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan merayakan momen kebersamaan dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan. (Bom)

Pemkot Bontang Mulai Tahapan Pembebasan Lahan Parkir Pasar Taman Citra Mas Loktuan

0
Pasar Taman Citra Mas Loktuan. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mulai melakukan tahapan pembebasan lahan, untuk pengembangan area parkir di Pasar Taman Citra Mas, Kelurahan Loktuan.

Wali Kota Bontang menegaskan, proses pembebasan lahan tidak bisa dilakukan secara langsung karena harus melalui mekanisme dan prosedur hukum yang berlaku.

“Sudah mulai tahapan-tahapan. Nanti ada appraisal, tidak bisa kita tentukan harga seenaknya,” ujarnya saat melakukan sidak di Pasar Citra Mas Loktuan, Selasa (17/4/2026).

Ia menjelaskan, proses tersebut akan melibatkan sejumlah pihak, mulai dari tim teknis, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Pertanahan, hingga aparat penegak hukum seperti kejaksaan.

Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk menghindari potensi masalah hukum di kemudian hari, khususnya terkait pengadaan lahan.

“Saya tidak mau staf saya sudah bekerja maksimal, ternyata ada masalah hukum. Terutama kasus tanah, ini harus sesuai aturan,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemkot sempat mengupayakan hibah lahan dari pihak perusahaan kawasan industri, namun opsi tersebut tidak terealisasi sehingga pemerintah harus menempuh jalur pembelian.

Besaran anggaran pembebasan lahan sendiri masih menunggu hasil penilaian dari tim appraisal independen.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Suspek Campak di Bontang Capai 120 Kasus, Wali Kota Ingatkan Pentingnya Imunisasi

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mencatat sekitar 120 kasus suspek campak sejak Januari hingga Maret tahun ini. Meski begitu, sebagian besar pasien dilaporkan telah sembuh setelah mendapatkan penanganan medis.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan tim kesehatan untuk melakukan surveilans dan pemeriksaan laboratorium terhadap kasus yang muncul.

“Dari 120 yang kita data dari Januari sampai Maret, alhamdulillah sudah banyak yang sembuh,” katanya.

Pemkot juga terus mengingatkan masyarakat untuk melengkapi imunisasi campak pada anak. Menurutnya, vaksinasi penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius akibat virus campak.

Ia menilai masih ada sebagian orang tua yang menolak imunisasi, sehingga berpotensi menimbulkan risiko penyakit menular di kemudian hari.

“Masih ada orang tua yang tidak berkenan anaknya diimunisasi. Padahal kalau tidak vaksin, suatu saat penyakit seperti polio bisa muncul kembali,” jelasnya.

Selain imunisasi, pemerintah juga memberikan vitamin A dosis tinggi kepada anak sesuai rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Neni juga mengimbau masyarakat menghindari kebiasaan kontak fisik seperti cium pipi saat bertemu, karena dapat menjadi media penularan berbagai penyakit menular seperti campak dan tuberkulosis.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Gelar Open House Sederhana di Lebaran Hari ke-2

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, berencana menggelar open house secara sederhana saat Hari Raya Idulfitri tahun ini.

Ia menyebut kegiatan tersebut tetap dilakukan untuk menjaga silaturahmi dengan masyarakat, namun dengan konsep yang tidak berlebihan.

Pada hari pertama lebaran, open house akan digelar di kediaman pribadinya bersama keluarga di Lembah Hijau.

Sementara pada hari kedua, kegiatan serupa akan dilanjutkan untuk masyarakat di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota.

“Yang hari pertama di rumah saya, kemudian hari kedua di Pendopo rujab, untuk masyarakat,” ujarnya.

Neni menegaskan, bahwa pelaksanaan open house dilakukan secara sederhana tanpa kemewahan. Ia ingin suasana Lebaran tetap hangat namun tidak berlebihan.

“Kita terbuka siapa saja yang ingin datang dipersilahkan,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Ketua PHDI Kutim: Esensi Nyepi Bukan Heningnya Lingkungan Tapi Kemampuan Umat Mengendalikan Diri.

0
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kutim, I Gusti Bagus Oka Mahendra. (Ist)

SANGATTA – Perayaan Hari Raya Nyepi di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), berlangsung khidmat meski tidak sepenuhnya sunyi seperti di Pulau Bali. Umat Hindu tetap menjalankan ritual dengan penuh makna, di tengah kehidupan masyarakat yang berjalan terbatas.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kutim, I Gusti Bagus Oka Mahendra, menegaskan bahwa esensi Nyepi tidak hanya terletak pada kondisi lingkungan yang hening, tetapi pada kemampuan umat dalam mengendalikan diri.

“Yang utama itu bagaimana kita melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan sungguh-sungguh. Walaupun di luar tidak sepenuhnya sepi, makna Nyepi tetap bisa dirasakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, umat Hindu di Sangatta tetap menjalankan empat pantangan utama, yakni tidak menyalakan api berlebihan, tidak bekerja, tidak bepergian, serta tidak menikmati hiburan. Semua itu menjadi bagian dari proses introspeksi diri dan penyucian batin.

Sehari sebelum Nyepi, semarak pawai Ogoh-ogoh turut mewarnai perayaan. Patung raksasa berwujud menyeramkan diarak oleh para pemuda sebagai simbol Bhuta Kala atau energi negatif yang harus dinetralisir.

“Ogoh-ogoh itu simbol. Setelah diarak, biasanya dimaknai sebagai pelepasan hal-hal buruk dalam diri manusia sebelum memasuki hari hening,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan Nyepi di Kutai Timur memiliki ciri khas tersendiri karena berada di tengah masyarakat multikultural. Aktivitas umum tidak berhenti total, namun toleransi antarumat beragama berjalan baik.

Ia mengapresiasi masyarakat non-Hindu yang turut menjaga ketenangan selama Nyepi, khususnya di lingkungan tempat ibadah dan permukiman umat Hindu.

“Ini yang kami rasakan di Kutim, kebersamaan dan saling menghargai itu sangat kuat. Nyepi bukan hanya milik umat Hindu, tapi juga menjadi momentum memperkuat toleransi,” tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, ia berharap nilai-nilai Nyepi tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam mengendalikan diri di tengah dinamika sosial.

“Harapan kami, semangat Nyepi ini bisa membawa kedamaian, bukan hanya bagi umat Hindu, tapi untuk seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Sentilan Plt Ketua DPD Demokrat Kaltim di Momen Jelang Lebaran: Jabatan Itu Amanah, Bukan Ajang Kuasa

0
Plt Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur (Kaltim), Bambang Soepriyadi. (Ist)

SANGATTA – Momentum Hari Raya Idulfitri dimanfaatkan Plt Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur (Kaltim), Bambang Soepriyadi, untuk menyentil para pemegang kekuasaan. Ia mengingatkan, jabatan bukanlah ajang mempertontonkan kuasa, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Menurut Bambang, Idulfitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga sebagai momen refleksi untuk kembali pada nilai-nilai fitrah. Nilai tersebut, kata dia, mencakup kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sosial, termasuk dalam tata kelola pemerintahan.

“Lebaran ini harus jadi pengingat. Kekuasaan bukan sekadar kewenangan administratif, tapi amanah yang berat,” tegasnya.

Ia pun mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Pesan tersebut, lanjut Bambang, seharusnya menjadi pegangan utama bagi setiap pejabat dalam menjalankan tugas.

Lebih jauh, ia menilai fitrah manusia sejatinya condong pada kebaikan. Karena itu, momentum Idulfitri harus dimanfaatkan untuk mengoreksi diri, terutama dalam penggunaan kekuasaan agar tidak melenceng dari nilai moral.

“Jangan sampai jabatan justru dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Kekuasaan harus hadir untuk melayani masyarakat dan mendorong kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Bambang berharap, semangat Idulfitri dapat memperkuat komitmen para pemimpin dalam menjaga etika dan integritas. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemerintahan tetap terjaga di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. (rls)

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam