Beranda blog Halaman 2

Pemkot Bontang Ajukan Bus Sekolah ke Pusat untuk Antar Jemput Pelajar

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat ditemui awak media. (Dwi S).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berencana menambah armada bus sekolah, untuk memberikan akses transportasi yang lebih aman bagi para pelajar, khususnya mereka yang tinggal di wilayah yang cukup jauh dari sekolah.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan bus sekolah kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dalam pengajuan tersebut, dimana Pemkot Bontang telah mengusulkan sebanyak 16 unit kendaraan.

Neni menjelaskan, bus yang diharapkan nantinya berukuran mini dengan kapasitas sekitar 13 hingga 16 penumpang. Armada tersebut akan digunakan untuk menjemput dan mengantar pelajar ke sekolah yang bertempat tinggal cukup jauh, seperti di Bontang Lestari.

“Ada satu minibus kita beli, karena saya ingin anak-anak sekolah itu betul-betul terlindungi. Sekarang kan anak sekolah ada yang bawa motor, diantarkan orang tuanya, ada yang jalan kaki dan sebagainya,” ujar Neni, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, selain mengandalkan pengadaan dari pemerintah, rencana penambahan bus sekolah juga akan didukung, melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari Bontang Transport.

Neni menyebutkan, skema TJSL menjadi salah satu pilihan, karena Bontang Transport tidak dapat memberikan dividen kepada Pemkot Bontang, lantaran adanya ketentuan yang mengatur hal tersebut.

“Karena Bontang Transport tidak bisa memberikan dividen ke Pemkot karena aturannya tidak boleh, jadi dia TJSL. TJSL-nya itu berupa bus sekolah yang mini,” jelasnya.

Dengan demikian, Neni berharap nantinya Bontang memiliki sedikitnya dua armada bus sekolah yang dapat beroperasi, secara khusus untuk mengangkut pelajar.

Ia membayangkan armada tersebut dapat berkeliling kota untuk menjemput anak-anak sekolah, terutama mereka yang berada di kawasan yang cukup jauh dan membutuhkan akses transportasi.

“Saya ingin sekali mobil angkutan sekolah itu keliling jemput anak sekolah. Di Bontang Lestari, di daerah yang memang jauh tempat tinggalnya,” katanya.

Neni menegaskan, pengajuan kepada Kemenhub telah dilakukan. Ia berharap seluruh usulan dapat direalisasikan, namun tetap bersyukur apabila pemerintah pusat hanya memberikan, sebagian dari jumlah yang diajukan.

“Saya mintanya 16 ke Kementerian Perhubungan, suratnya sudah ada. Nanti kalaupun dapatnya hanya satu, iya alhamdulillah. Daripada mengajukan satu tapi nanti malah tidak dapat sama sekali,” pungkasnya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Polisi Amankan Pengedar Sabu, 26 Paket Seberat 62,76 Gram Disita

0
Terduga pelaku beserta barang bukti berhasil diamankan pihak kepolisian. (Ist).

BONTANG – Peredaran narkotika jenis sabu kembali diungkap jajaran Polres Bontang, dimana seorang pria berinisial YS (36) berhasil diamankan Unit 2 Satresnarkoba Polres Bontang bersama Satreskrim Polsek Bontang Selatan, Senin (21/9/2026), sekitar pukul 00.30 Wita.

Penangkapan berlangsung di salah satu satu rumah kontrakan yang berada di Jalan Kenangan, RT.29, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan.

Kapolres Bontang, AKBP Anak Agung Gede Wibowo Sitepu, melalui Kasat Resnarkoba Polres Bontang, AKP Larto mengatakan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat, terkait dugaan adanya aktivitas peredaran narkotika.

“Informasi itu kemudian kami ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Setelah mengarah kepada YS, tim gabungan melakukan penindakan dan penggeledahan terhadap yang bersangkutan,” ucapnya.

Dari hasil penggeledahan badan, petugas langsung menemukan sejumlah plastik berisi kristal yang diduga narkotika jenis sabu. Selain itu, ditemukan pula uang tunai sebesar Rp4 juta yang disimpan di dalam tas selempang berwarna hitam yang dikenakan YS.

“Penggeledahan kemudian dilanjutkan ke dalam rumah kontrakan. Di lokasi tersebut, petugas kembali menemukan sejumlah paket berisi kristal, diduga sabu yang disimpan di dalam laci lemari plastik,” tambahnya.

Tak hanya itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika, meliputi timbangan digital, plastik klip, alat press, sendok takar, sedotan berujung runcing, pipet kaca, bong, serta satu unit handphone.

“Secara keseluruhan, petugas mengamankan 26 bungkus plastik bening berisi kristal diduga sabu dengan berat bruto 62,76 gram,” ungkapnya.

Kini, YS beserta seluruh barang bukti kemudian diamankan ke Mapolres Bontang, untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Sholawat Menggema di UMKM Center Bontang, SSGB Peringati Maulid Nabi dan Santuni Anak Yatim

0
SSGB menggelar kegiatan sholawatan dalam peringatan Maulid Nabi di UMKM Center. (Ist).

BONTANG – Sekitar 300 orang menghadiri kegiatan Silaturahmi Sedulur Grobogan Bontang (SSGB) Bersholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Kegiatan berlangsung di UMKM Center, Jalan Parikesit, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Sabtu (19/9/2026) malam.

Ketua SSGB, M. Daimatul Aziz saat sambutan berlangsung menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semata-mata menjadi kegiatan tahunan saja, tetapi menjadi momentum untuk mengenang perjuangan Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak mulia beliau.

“Lewat kegiatan silaturahmi, semangat seduluran yang selama ini dijaga SSGB diharapkan dapat terus memperkuat kepedulian sosial, gotong royong dan kerukunan masyarakat tanpa memandang suku, ras maupun golongan,” ucapnya.

Sementara itu di kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Pemkot Bontang, Anwar Sadat, menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan warga SSGB yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

Dimana dalam memperingati Maulid Nabi adalah momen tepat untuk merefleksikan akhlak Rasulullah SAW, sifat kepedulian, tolong-menolong, serta persaudaraan tanpa sekat.

Ia menilai semangat seduluran yang dirawat SSGB bersama paguyuban dan masyarakat, merupakan modal sosial dalam menjaga harmoni dan kebersamaan di Kota Bontang.

“Saya mengajak masyarakat menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun keluarga yang harmonis, generasi yang berakhlak, serta lingkungan masyarakat yang aman, damai dan penuh toleransi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga turut mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan keselamatan Kota Bontang, di tengah kondisi kabut asap yang terjadi.

“Pentingnya menjaga keselamatan jiwa dan kesehatan sebagai bagian dari ikhtiar, sekaligus mengiringinya dengan doa agar kondisi kabut asap segera berakhir dan masyarakat senantiasa mendapat perlindungan,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Isya berjamaah, dilanjutkan pembacaan sholawat Nabi, Maulidur Rasul, dzikir bersama Mahalil Qiyam, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

Kegiatan ini juga diisi dengan santunan kepada anak yatim, sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya memperkuat semangat berbagi di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, SSGB berharap momentum Maulid Nabi dapat semakin mempererat tali silaturahmi, persaudaraan dan kebersamaan antar warga, maupun antar paguyuban di wilayah Bontang.

Hal yang terpenting, santunan anak yatim serta doa bersama menjadi bagian dari ikhtiar untuk memohon keselamatan, kedamaian dan keberkahan bagi seluruh masyarakat serta Kota Bontang.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Andi Amri Resmi Nahkodai KONI Bontang, Cabor Tak Aktif Bakal Dievaluasi

0
Ketua terpilih KONI Bontang, Andi Amri saat ditemui usai pelantikan di Pendopo, Rujab Wali Kota. (Dwi S)

BONTANG – Andi M. Amri, resmi terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang. Usai mendapat kepercayaan memimpin organisasi olahraga tersebut, Andi langsung menyiapkan sejumlah agenda pembenahan, mulai dari memperkuat sinergi hingga mendorong setiap cabang olahraga (cabor), agar memiliki program kerja yang terukur.

Andi mengatakan bahwa, KONI Bontang ke depan, pastinya tidak bisa berjalan sendiri. Menurutnya, dukungan dan keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun prestasi olahraga di Bontang.

“Yang pasti kami ke depan akan bersinergi dengan semua pihak terkait, dari masyarakat, pemerintah, maupun perusahaan. Kami ingin mereka menjadi bagian dan merasa memiliki KONI,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Selain memperkuat kolaborasi, Andi meminta seluruh cabor di Bontang mulai menyusun perencanaan program secara lebih terarah. Perencanaan tersebut mencakup program jangka pendek, menengah, hingga panjang, termasuk kebutuhan sarana dan prasarana (Sarpras) tiap cabor yang ada.

Menurutnya, seluruh kebutuhan tersebut nantinya akan dihimpun oleh KONI sendiri, untuk disampaikan secara langsung ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, maupun stakeholder terkait.

“Teman-teman yang ada di cabor, kami minta membuat perencanaan program kerja, termasuk dengan sarpras yang belum ada,” jelasnya.

Program tersebut, akan menjadi bahan pembahasan bersama Pemkot Bontang dan stakeholder, agar kebutuhan masing-masing cabor mendapat perhatian khusus. Terutama bagi cabor yang memiliki rekam jejak prestasi, dan berpotensi dikembangkan lebih jauh.

Di sisi lain, Andi juga menyoroti keberadaan sejumlah cabor yang saat ini dinilai belum aktif. Ia menegaskan bahwa KONI tidak akan langsung mengambil keputusan, melainkan terlebih dahulu melakukan evaluasi dan memberikan pendampingan.

“Untuk cabor di Bontang yang masih belum aktif, akan kita evaluasi serta dilakukan pendampingan, agar cabor tersebut tetap aktif,” katanya.

Namun, apabila setelah melalui proses pendampingan tidak terdapat perkembangan dan kegiatan tetap tidak berjalan, KONI akan melakukan evaluasi secara bertahap. Evaluasi tersebut nantinya mencakup fasilitas, atlet hingga kepengurusan cabor.

“Kalau nantinya memang tidak ada perkembangan, baik pengurus, atlet, maupun fasilitas kami akan lakukan evaluasi,” tegasnya.

Sementara itu di kesempatan yang sama, Plt Ketua KONI Bontang, Fahri Jacub berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi olahraga tersebut semakin baik. Ia juga berharap KONI Bontang dapat melahirkan lebih banyak atlet lokal, yang mampu mengukir prestasi dan mengharumkan nama Bontang.

“Harapan ke depan KONI Bontang bisa lebih baik lagi dan melahirkan atlet-atlet lokal yang berprestasi untuk Kota Bontang,” ungkap Fahri.

Ia juga menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang baik dan transparan. Menurutnya, kepengurusan baru perlu melibatkan seluruh unsur yang ada, sehingga program olahraga dapat berjalan secara bersama-sama.

“Semoga dengan kepemimpinan yang terpilih ini bisa mengelola dengan baik, transparansi dalam pengelolaannya, dan bisa melibatkan semua unsur di dalamnya,” harapnya.

Fahri menambahkan, dukungan Pemkot Bontang terhadap pembinaan olahraga diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh kepengurusan baru. Sinergi antara KONI dan pemerintah dinilai penting, untuk mencetak bibit-bibit atlet terbaik dari Kota Taman.

“Harapan kami di kepengurusan baru bisa melahirkan bibit-bibit terbaik. Pemkot Bontang sudah memberikan dukungan, sehingga ke depan KONI yang baru bisa terus bersinergi dengan pemerintah,” pungkasnya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Karhutla 11 Hektar di Muara Badak, Pelaku Berhasil Diamankan Polisi

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb21sept2026/mobile/

Dua Hari Tak Terlihat, Pria Ini Ditemukan Gantung Diri di Kamar Kontrakan

0
Seorang pria yang gantung diri di kamar kontrakannya. (Tangkapan Layar).

BONTANG – Seorang pria berinisial DB ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kontrakannya, di Jalan KS.Tubun, Gang Baru, RT.16, Kelurahan Bontang Kuala (BK), Kecamatan Bontang Utara, Sabtu (19/9/2026), sekitar pukul 18.30 Wita.

Diketahui, DB ditemukan dalam kondisi tergantung menggunakan tali di dalam kamarnya. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada ketua RT setempat dan pihak kepolisian, untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, korban pertama kali ditemukan oleh rekannya yang juga merupakan tetangga. Saat itu, rekannya tersebut bermaksud mengecek kondisi korban, lantaran sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya.

Aang, tetangga korban, mengatakan bahwa DB sudah sekitar dua hari tidak terlihat. Padahal, menurutnya, korban biasanya keluar siang atau sore hari, hanya untuk mengonsumsi obat.

“Dia ada punya riwayat penyakit asam lambung yang sudah diidap, sekitar tiga bulan,” ucapnya.

Karena merasa khawatir, Aang kemudian berusaha mengecek kondisi korban dengan mendatangi kamar kontrakannya secara langsung. Akan tetapi, ketika pintu dibuka ternyata gelap.

“Jadi, saya panggil kawan untuk mengecek. Pas dibuka ternyata korban (DB) sudah meninggal, dengan posisi tergantung. Cepat-cepat kami langsung panggil RT setempat,” tambahnya.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang. Petugas kepolisian mendatangi lokasi, untuk melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kematian DB masih dalam penyelidikan Polres Bontang. Polisi juga masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan kronologi dan faktor yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Pihak kepolisian belum memberikan kesimpulan terkait dugaan bunuh diri tersebut, hingga proses penyelidikan dan pemeriksaan selesai dilakukan.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pelatihan Vokasi Gratis Digencarkan, Pemkot Bontang Gandeng BPVP Samarinda

0
Pemaparan pelatihan kerja dari BPVP Samarinda di Pendopo, Rujab Wali Kota. (Ist)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memperkuat upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), melalui sinergi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program pelatihan vokasi gratis, yang diperuntukkan bagi masyarakat Bontang. Program ini diarahkan untuk mencetak tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia industri, sekaligus memperluas peluang kerja dan usaha.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyambut langsung kunjungan tim BPVP Samarinda yang memiliki wilayah kerja meliputi Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Selatan (Kalsel), hingga Kalimantan Utara (Kaltara). Secara keseluruhan, program pelatihan tersebut menargetkan 17.000 peserta.

Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Bontang mendorong keterlibatan aktif lembaga pelatihan yang ada di daerah. Ada sekitar 40 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Ruang Pelatihan Kerja (RPK) lokal, didorong untuk mengambil bagian dalam pelaksanaan program.

“Beragam pilihan pelatihan juga disiapkan untuk menjangkau kebutuhan masyarakat, dari berbagai latar belakang,” ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (19/9/2026).

Tercatat sekitar 400 jenis pelatihan yang dapat menjadi pilihan, mulai dari pengelasan, teknisi listrik, servis AC, operator alat berat, keterampilan digital, kuliner, kecantikan, konstruksi, hingga sektor pariwisata dan hospitality.

Neni menegaskan, program tersebut harus dirancang secara tepat sasaran, dan tidak berhenti hanya sebatas kegiatan pelatihan atau pemberian sertifikat saja.

Menurutnya, materi pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan industri, sekaligus mempertimbangkan potensi masyarakat dan kebutuhan pasar kerja di Bontang.

“Pelatihan ini harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan industri dan masyarakat, sehingga tidak berhenti pada sertifikat, tetapi membuka peluang kerja dan penghasilan,” ungkapnya.

Sehingga ia berharap, keterampilan yang diperoleh peserta nantinya dapat langsung dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja, maupun membuka peluang usaha secara mandiri.

Selain keterampilan teknis, peserta juga akan didorong memperoleh sertifikasi kompetensi resmi. Sertifikasi tersebut diharapkan menjadi modal tambahan, bagi pencari kerja dalam memenuhi persyaratan yang dibutuhkan perusahaan.

“Program pelatihan juga diarahkan terhubung dengan bursa kerja. Dengan demikian, lulusan pelatihan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga memiliki akses yang lebih luas terhadap informasi dan kesempatan kerja,” jelasnya.

Maka dari itu, Pemkot Bontang berharap sinergi bersama BPVP Samarinda tersebut, dapat dinilai menjadi salah satu langkah konkret dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

Di sisi lain, peningkatan kompetensi tenaga kerja juga sangat diharapkan mampu menekan angka pengangguran, sekaligus menciptakan masyarakat yang lebih produktif. Dalam jangka panjang, program ini juga diharapkan ikut menggerakkan perekonomian lokal secara berkelanjutan.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Musda KONI Bontang Digelar, Bahas Penjaringan Calon Ketua, Pembinaan Cabor, hingga Dukungan CSR Perusahaan

0
Koni Bontang menggelar kegiatan Musda di Pendopo, Rujab Wali Kota. (Dwi S).

BONTANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bontang menggelar Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) untuk menentukan kepengurusan baru, menyusul pengunduran diri ketua sebelumnya yang kini masuk dalam kepengurusan KONI Kalimantan Timur (Kaltim).

Ketua Panitia Musorkotlub KONI Bontang, Andi M Amri, mengatakan bahwa agenda tersebut diawali dengan rapat pleno yang salah satunya akan membentuk tim penjaringan calon ketua KONI Bontang.

“Ketua sebelumnya mengundurkan diri karena masuk dalam kepengurusan KONI Kaltim. Hari ini kita melaksanakan musyawarah olahraga kota luar biasa dan rapat pleno. Di situ nanti dibentuk tim penjaringan,” ujar Andi saat ditemui, Sabtu (19/9/2026) siang.

Menurutnya, proses penjaringan calon ketua KONI Bontang diperkirakan berlangsung selama kurang lebih satu pekan. Setelah ketua baru terpilih, terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, terutama terkait pembinaan seluruh cabang olahraga (cabor).

Andi menilai, setiap cabor perlu memiliki perencanaan pembinaan yang jelas dan matang, baik untuk jangka pendek, menengah maupun panjang.

“Ketua terpilih nanti PR-nya adalah bagaimana seluruh cabor yang ada di Bontang, mampu mempresentasikan kinerjanya. Hal seperti ini bakal dievaluasi kembali untuk kemajuan KONI Bontang,” katanya.

Rencana pembinaan tersebut nantinya akan dikumpulkan dan dirangkum oleh KONI. Selanjutnya, hasilnya akan dipresentasikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, serta para stakeholder terkait.

Sehingga dengan pola tersebut, pembinaan olahraga di wilayah Bontang diharapkan tidak berjalan secara sporadis, melainkan memiliki target yang jelas, terukur dan terencana.

Persiapan Porprov Mulai Diperkuat

Selain pembenahan organisasi, persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) juga menjadi perhatian dalam kepengurusan KONI Bontang ke depan.

Di satu sisi, Andi menyebutkan bahwa masing-masing cabor saat ini telah melakukan persiapan sesuai dengan kebutuhan dan program mereka. Namun, pengurus KONI yang baru nantinya akan meningkatkan pengawasan terhadap proses latihan dan pembinaan atlet.

“Untuk menghadapi Porprov ini sebenarnya semua cabor sudah mempersiapkan dirinya masing-masing. Kemudian kami di kepengurusan baru akan intens, mengawasi pelatihan dan pembinaan di cabor itu,” jelasnya.

KONI juga akan meminta setiap cabor menetapkan target maksimal yang ingin dicapai pada Porprov 2026. Target tersebut akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing cabor, termasuk komposisi atlet dan tim yang telah terbentuk.

Hal ini dinilai penting, agar KONI memiliki gambaran mengenai potensi prestasi yang dapat diraih Bontang, sekaligus menjadi dasar dalam melakukan evaluasi pembinaan.

Manajemen Organisasi Akan Dievaluasi Total

Musorkotlub juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap tata kelola KONI Bontang. Andi mengatakan, sistem manajemen organisasi menjadi salah satu aspek yang perlu dibenahi, secara menyeluruh.

“Untuk evaluasi KONI Bontang di Musda ini, sistem manajemen organisasi harus dibenahi secara total,” tegasnya.

Selain pembenahan internal, KONI juga akan berupaya memperkuat komunikasi dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bontang. Perusahaan diharapkan dapat berperan sebagai bapak asuh bagi cabor, melalui dukungan pembinaan maupun pendanaan kegiatan olahraga.

Menurut Andi, dukungan tersebut diperlukan karena selama ini masih terdapat cabor yang harus menggunakan dana sendiri ketika mengikuti turnamen, baik di dalam maupun luar daerah.

“Kita harus bisa membangun komunikasi dengan pihak perusahaan di Bontang, supaya mereka menjadi bapak asuh dari cabor ini. Cabor mampu mengikuti turnamen di kota maupun di luar kota,” ujarnya.

Sehingga ia berharap, atlet dan cabor yang membawa nama Kota Bontang dalam berbagai kompetisi, tidak lagi terbebani persoalan biaya operasional. Karena itu, KONI ke depan akan mengevaluasi pola pendanaan sekaligus membangun skema kerja sama dengan dunia usaha.

Andi juga berharap Pemkot Bontang dapat membantu membuka ruang koordinasi, antara KONI dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Bontang, khususnya dalam mengoptimalkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, untuk mendukung pembinaan olahraga.

“Dengan pemerintah Bontang, kami berharap bisa didukung untuk berkoordinasi dengan perusahaan, sehingga perusahaan itu bisa menyalurkan CSR-nya ke KONI Bontang,” pungkasnya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Karhutla 11 Hektar di Muara Badak, Pelaku Berhasil Diamankan Polisi

0
Ilustrasi penangkapan terduga pelaku pembakaran lahan di Muara Badak. (Ist).

BONTANG – Kebakaran lahan terjadi di kawasan RT.07, Desa Salo Palai, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (2/9/2026), sekitar pukul 12.00 Wita, dimana kebakaran terjadi bermula dari aktivitas pembakaran lahan di tiga titik yang lokasinya saling berdekatan.

Dalam kejadian tersebut, seorang pria berinisial AH (51), diduga terlihat melakukan pembakaran lahan di sekitar pinggiran tambak. Berdasarkan keterangan saksi, AH sempat ditegur karena melakukan pembakaran saat kondisi cuaca panas. Selain itu, lokasi pembakaran juga berada tidak jauh dari kawasan permukiman warga.

Kapolres Bontang, AKBP Anak Agung Gede Wibowo Sitepu, melalui Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Putu Ari Sanjaya Putra mengatakan bahwa saat AH mendapatkan teguran dari saksi, tidak diindahkan AH. Kemudian AH meninggalkan lokasi sementara api masih dalam kondisi menyala.

“Jadi api yang awalnya berada di beberapa titik, kemudian membesar dan merembet dengan cepat ke semak belukar hingga menuju kawasan hutan,” ucapnya.

Kebakaran tersebut kemudian berdampak cukup luas. Berdasarkan keterangan pemerintah Desa Salo Palai di lokasi, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 11 hektar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa api dari pembakaran lahan dapat dengan mudah berkembang, terlebih ketika kondisi cuaca panas dan vegetasi di sekitar lokasi dalam keadaan mudah terbakar.

“Setelah melalui serangkaian tahapan penyelidikan oleh Unit II Satreskrim Polres Bontang, akhirnya AH berhasil diamankan, Jumat (18/9/2026) kemarin,” tambahnya.

Dalam proses tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kejadian kebakaran. Di antaranya satu buah korek api, ranting yang telah terbakar, satu buah parang, serta satu unit sepeda motor.

“Saat ini, terduga pelaku telah menjalani proses penyidikan di Polres Bontang,” ungkapnya.

Mengenai kasus tersebut, pihak kepolisian menegaskan bahwa pembakaran lahan bukan persoalan sepele. Api yang dinyalakan untuk membuka atau membersihkan lahan, dapat menyebar tanpa terkendali dan menimbulkan dampak yang lebih luas.

Sehingga pihak kepolisian mengimbau mengingatkan masyarakat, agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Sekecil apa pun api yang dinyalakan, apabila tidak terkendali dapat berdampak luas.

“Kami akan melakukan penegakan hukum, jika telah terpenuhi unsur pidana sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Undang-Undang yang berlaku,” jelas Putu.

Ia menambahkan, kebakaran lahan tidak hanya berpotensi merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta mengancam keselamatan warga di sekitar lokasi.

“Maka dari itu, saya meminta ke masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, khususnya ketika kondisi cuaca panas dan angin berpotensi membuat api cepat menyebar,” bebernya.

Kasus tersebut kini masih dalam proses penyidikan untuk mendalami dugaan pembakaran lahan, serta memastikan unsur pidana dalam perkara tersebut.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pupuk Kaltim Dorong Potensi Industri Kopi Bontang Tumbuh Berdaya Saing

0
Pupuk Kaltim Dorong Potensi Industri Kopi Bontang Tumbuh Berdaya Saing

Mengoptimalkan sektor ekonomi kreatif melalui pemberdayaan secara produktif, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui Gerakan Mandiri Usaha Mikro Kecil (GEMA UMK) meningkatkan kompetensi dan pengetahuan para pegiat usaha kopi di Kota Bontang, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan ini menggandeng KOPINICUS, komunitas penikmat kopi Kota Bontang dengan tajuk Training and Manual Brew Competition, yang diikuti 30 peserta dalam mengintegrasikan pelatihan teknik manual brew dan hospitality melalui kompetisi.

VP TJSL Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, mengatakan para peserta berasal dari kalangan home brewer, barista, pegiat industri kopi, serta masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap dunia kopi. Hal ini bagian dari upaya Pupuk Kaltim mendorong masyarakat mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki, sekaligus membuka peluang usaha seiring meningkatnya keterampilan.

Sektor kopi dinilai memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan, melihat makin tumbuhnya usaha kedai kopi, komunitas, home brewer, serta berbagai aktivitas pendukung industri kopi di Kota Bontang. Untuk itu, Pupuk Kaltim sengaja mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, agar peluang ini dapat semakin dikembangkan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Dunia kopi memiliki ekosistem cukup luas. Ada keterampilan, kreativitas, pelayanan, komunitas, dan peluang usaha. Untuk itu, kami melihat pengembangan kompetensi para pegiat kopi sebagai salah satu bagian yang dapat mendukung tumbuhnya ekonomi kreatif di Kota Bontang,” terang Rezha, saat menghadiri kegiatan di Bontang Citimall.

Kegiatan ini juga tindak lanjut kontribusi Pupuk Kaltim dalam pengembangan keterampilan barista yang sebelumnya juga dilaksanakan Pupuk Kaltim bagi masyarakat. Dari agenda lanjutan ini, peserta tidak hanya mendapat kesempatan memperdalam teknik penyeduhan kopi, tapi juga memahami pentingnya pelayanan bagi pelanggan.

Menurut Rezha, keterampilan teknis harus berjalan beriringan dengan kemampuan memberikan pelayanan yang baik. Terlebih dalam industri kopi yang semakin kompetitif, pengalaman pelanggan menjadi salah satu faktor penting membangun loyalitas dan keberlanjutan usaha.

“Kami harap peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam meningkatkan potensi usaha maupun dikembangkan menjadi peluang usaha baru. Mengingat kompetensi teknis juga harus dilengkapi kemampuan memberikan pelayanan terbaik,” lanjut Rezha.

Selain pemahaman secara teori, para peserta diberi ruang untuk menguji keterampilan melalui manual brew competition. Kompetisi ini tidak sekadar ajang untuk memperoleh juara, tapi juga sarana berbagi pengalaman dan pengetahuan antarpeserta.

Hal ini sekaligus memperkuat jejaring antar pelaku industri kopi untuk saling bertukar informasi, membuka peluang kolaborasi, serta Bersama-sama meningkatkan kualitas produk dan layanan dengan lebih optimal. Sehingga ekosistem kopi Bontang dapat berkembang makin kuat dan berkelanjutan.

“Ke depan, Pupuk Kaltim akan terus menghadirkan program pemberdayaan yang relevan dengan potensi masyarakat. Kolaborasi dengan seluruh pihak akan terus kami perkuat, agar berbagai inisiatif dapat memberi dampak lebih luas,” tambah Rezha.

Mewakili Pemkot Bontang, Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Lukman, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pupuk Kaltim dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif di Kota Bontang. Kata dia, hal ini sejalan dengan upaya Pemerintah dalam mendorong kemandirian masyarakat dan memperluas sumber pertumbuhan ekonomi.

Salah satunya memperkuat kapasitas UMKM lokal agar semakin tangguh dan berdaya saing, serta mampu membuka peluang usaha mandiri secara optimal. Termasuk di sektor kopi, yang sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda mengembangkan keterampilan untuk mendapatkan nilai tambah secara ekonomi.

“Oleh karena itu, kami mendorong seluruh peserta untuk terus mengasah keterampilan dalam menghasilkan cita rasa kopi berkualitas dengan pelayanan yang profesional, agar industri kopi Bontang semakin memiliki daya saing dan berdampak pada peningkatan usaha masing-masing,” pesan Lukman.

Perwakilan KOPINICUS, M Diky Gunawan, turut menyampaikan terima kasih atas dukungan Pupuk Kaltim pada kegiatan ini. Diungkapkan Diky, kolaborasi ini menjadi langkah positif dalam memberi ruang bagi para pegiat kopi Kota Bontang meningkatkan kompetensi, sekaligus memperluas jejaring di tengah perkembangan ekosistem kopi yang semakin dinamis.

“Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga ruang belajar dan berbagi pengalaman bersama para pegiat kopi. Kami harap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut, serta memberi manfaat lebih luas bagi perkembangan ekonomi kreatif di Kota Bontang,” ucap Diky.(adv)