Beranda blog Halaman 1080

Soal Ledakan di PKT, Ketua Andi Faiz Minta Warga Hentikan Spekulasi

0
Andi Faizal Sofyan Hasdam, Ketua DPRD Bontang. Foto: Istimewa

BONTANG – Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam meminta warga tidak panik atas insiden over firing di kawasan Pabrik V milik PT Pupuk Kaltim (PKT) yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sebab, kata Andi Faiz, PKT merupakan perusahaan profesional yang selalu mengutamakan aspek keselamatan. Ia pun meminta agar masyarakat tidak terpengaruh dengan berbagai informasi yang masih simpang siur.

“Kita nggak usah ragu dengan PT Pupuk Kaltim. Mereka diisi oleh orang-orang profesional yang pastinya mengutamakan keselamatan. Kami yakin dan percaya PKT melakukan antisipasi dan penanganan yang terbaik,” tutur Andi Faiz, Selasa (26/7/2022).

Selain itu, ia juga meminta agar masyarakat percaya dengan klarifikasi dan penjelasan pihak PKT yang menyebut ledakan itu tidak berbahaya. “Artinya kalau saat ini PKT bilang itu hanya ledakan biasa dan tidak beracun atau tidak berdampak kepada masyarakat, kita harus percaya dan masyarakat jangan resah. Jangan berpikir sendiri dan berprasangka aneh di luar itu,” terangnya.

Faiz sapaan akrabnya mengatakan, sebagai perwakilan masyarakat, dirinya yakin apa yang disampaikan manajemen PKT kepada media dengan melibatkan Polda Kaltim sudah cukup terang dan jelas. Bahwa ledakan yang terjadi tidak berbahaya. “Jadi kita jangan berspekulasi lebih. Sudah lugas lah. Managemen sudah mengklarifikasi semuanya dan alhamdulillah terbukti sampai saat ini tidak terjadi apa-apa,” tegas Faiz.

Sebelumnya Vice Presiden Komunikasi Korporat (Komkor), Tommy Johan Agusta mengakui, ledakan dipicu over firing. Menurut Tommy, pada Sabtu (23/7/2022) dini hari terjadi over-firing di Pabrik 5 PKT. Insiden ini ternotifikasi langsung oleh tim di pusat kontrol atau central control room, sehingga dapat ditanggulangi dan tidak menimbulkan korban. “Tidak ada korban dari kejadian ini,” jelas Tommy. Disebutkan pula, tim teknis PKT masih menyelidiki penyebab over-firing.

“Tim teknis akan mengevaluasi ulang dan jika ditemukan kerusakan akan segera diperbaiki, dan pabrik direaktivasi kembali,” kata Tommy.

Untuk mengantisipasi hal ini tidak terulang, pihaknya mengedepankan dan menerapkan prosedur tetap K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dengan baik. Sesuai standar tertinggi di industri dan ketetapan pemerintah. Para karyawan, terutama mereka yang bekerja di pabrik memiliki otoritas penuh dan wajib untuk stop bekerja, bilamana mendapati potensi tidak aman. “Tentunya dengan adanya kebijakan K3 yang preventif dan mitigatif, kejadian ini dapat ditanggulangi dengan baik,” kata Tommy. (adv)

Satu-satunya Calon Bawaslu Kaltim Asal Bontang, Aldy Artrian Bakal Berusaha Maksimal

0
Aldy Artrian, peserta Calon Komisioner Bawaslu Kaltim asal Bontang.(Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bontang, Aldy Artrian lolos seleksi tes tertulis dan psikotes Komisioner Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur bersama 11 calon lain.

Aldy mengatakan, masih ada rangkaian tes yang harus dijalaninya yakni tes kesehatan pada 26-27 Juli dan tes wawancara pada 28-29 Juli 2022.

“Besok masih akan menjalani tes kesehatan. Selanjutnya wawancara oleh tim seleksi,” kata Aldy, saat diwawancarai Mediakaltim.com, Senin (25/7/2022).

Untuk tes kesehatan, lanjut dia, peserta baru akan diberitahu jenis tesnya saat pelaksanaan tes berlangsung.”Bentuknya apa, atau isinya apa, kami juga belum tahu. Karena hanya diinfokan untuk puasa (Senin) malam ini hingga besok,” tambahnya.

Aldy memastikqn akan tetap mengikuti semua prosedur yang telah dijadwalkan  tim seleksi. Terkait tes wawancara yang akan dilaksanakan pada 28-29 Juli 2022, Aldy hanya tahu akan dibagi dalam dua sesi  wawancara.

“Wawancara dibagi dua sesi, sepertinya saya mendapatkan di hari pertama,” jelas Aldy.

Disebutkannya, kesebelas calon yang lolos kali ini akan diseleksi kembali hingga menjadi 6 peserta. “Prinsipnya menyiapkan diri semaksimal mungkin, mengikuti prosesnya siap secara lahir dan batin,” kata Aldy.

“Kita mendaftarkan diri untuk menjadi bagian dari Bawaslu Provinsi Kaltim,” sebutnya.(yah)

Jelang Pemilu Serentak 2024, KPU-Disdukcapil Bontang Diminta Terus Sinkronkan Data Kependudukan

0
Anggota Komisi I DPRD , Raking bersama Ketua KPU Bontang, Erwin saat dimintai keterangan. (Yahya Yabo/ Medis Kaltim)

BONTANG– Komisi I DPRD Bontang menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang, Senin (25/7/2022).

Dalam rapat tersebut, anggota Komisi I Raking mempersoalkan  sinkronisasi atau kesesuaian data pemilih untuk pemilihan umum serentak tahun 2024.

Raking mengaku, telah mendapat informasi bahwa data kependudukan KPU saat ini telah sinkron dengan data Disdukcapil, sehingga pemutakhiran data pemilih bisa selalu akurat.

“Terbukti sebelumnya pada Pilkada (Kota Bontang) ada muncul persepsi yang kurang pas (berbeda) dari DPT dan data Disdukcapil, namun ke depannya dari tahun ke tahun akan lebih baik lagi,” kata Raking, Senin (25/7/2021).

Mengenai keterlambatan dalam perekaman KTP-el, Raking mengatakan, Disdukcapil  kekurangan anggaran dalam pengadaan alat dan cadangan perekaman KTP-el.

Raking bersama anggota Komisi I DPRD Bontang saat rapat bersama. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

“Kami buat laporan ke pimpinan, dan akan mendorong masukan anggaran ke pemerintah, karena pengelola anggaran adalah pemerintah,” tambah Raking.

Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang Erwin membenarkan, data yang ada di KPU sudah sinkron dengan data yang ada di Disdukcapil. Di mana  setiap 3 bulan sekali, KPU selalu melakukan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan.

Erwin juga memastikan koordinasi ke Disdukcapil telah dilakukan dengan baik. “Terkait pemilih pemula, Kami melakukan invetarisasi untuk warga yang berusia 17 tahun pada 14 Februari 2024. Dan kami sampaikan ke Disdukcapil yang nantinya akan melakukan perekaman KTP-el secara langsung,” kata Erwin.

Mengenai Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan yang dimiliki KPU hingga Juni 2022, tercatat sebanyak 120.539 jiwa dengan cakupan Bontang Selatan sebanyak 45.859 jiwa, Bontang Barat sebanyak 20.180 jiwa dan Bontang Utara sebanyak 54.500 jiwa.(ya)

Tahun Ini, Seluruh OPD di Bontang Harus Canangkan Zona Integritas

0
Penandatanganan Zona Integritas di Disdamkartan. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG– Wakil Wali Kota Bontang Najirah menekankan, perlunya zona integritas di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama pencanangan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) untuk peningkatan pelayanan.

Najirah mengungkapkan, nantinya seluruh OPD akan diminta melakukan pencanangan zona integritas, seperti yang telah dilakukan di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang.

“Selanjutnya juga akan ada beberapa OPD yang akan mencanangkan zona integritas,” jelas Najirah saat ditemui, Senin (25/7/2022).

Dikatakan pula, pencanangan zona integritas berfokus pada pencegahan korupsi, penyalahgunaan wewenang hingga pencegahan gratifikasi.

Pada akhir tahun ini, pencanangan diharapkan sudah seluruhnya dilakukan OPD yang ada di Bontang. “Ini untuk menghindari penyelewengan jabatan, tahun ini bisa semua OPD melakukan,” kata Najirah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Amiluddin mengatakan, dengan adanya pencanangan zona integritas, dia meyakini, dinas yang dipimpinnya bisa masuk dalam jajaran 5 besar OPD berintegritas.

“Penandatanganan pakta integritas ini akan mengubah dalam penilaian. Semoga tahun depan, kita bisa masuk dalam jajaran 5 besar,” kata Amiluddin. (ya)

PKT Mulai Pakai Motor Listrik untuk Operasional

0

Dalam komitmen mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia 2060, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) memulai langkah menggunakan motor listrik untuk aktivitas dan kegiatan operasional di lingkungan perusahaan. Launching motor listrik dengan tema Smart, Clean and Green ini dilakukan oleh Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi bersama Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto, Kamis (21/7) lalu.

Sejalan dengan kerangka Net Zero Emission 2060, Rahmad mengatakan PKT telah menetapkan target net zero carbon emission di tahun 2050, dengan pengurangan sebesar 30% pada dekade pertama di tahun 2030.

Penggunaan motor listrik ini sendiri merupakan salah satu langkah awal yang direalisasikan PKT untuk mengurangi emisi bahan bakar dari kendaraan operasional perusahaan, selain upaya seperti pembangunan pabrik soda ash dan pengaktifan urea 1 hingga carbon circuits station.

“Realisasi net zero carbon emission akan terus dikembangkan PKT, guna menekan penggunaan energi fosil di lingkup bisnis perusahaan. Secara bertahap, seluruh kendaraan operasional yang masih menggunakan energi fosil akan diganti,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (24/7/2022).

Ia menyebut hal ini sekaligus menjadi wujud komitmen PKT terhadap prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) yang terus dikedepankan dalam menciptakan pertumbuhan usaha serta membangun keseimbangan kinerja pada aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Sehingga, manfaat tidak hanya berdampak bagi pertumbuhan perusahaan, tapi juga aspek keberlanjutan hingga kemandirian masyarakat yang sesuai dengan kaidah ESG.

Terlebih dengan masuknya PKT ke dalam Top 3 global rating ESG untuk kategori agriculture chemical berdasarkan penilaian Sustainalytics. Hal ini menjadi tantangan bagi PKT untuk terus melakukan pengembangan bisnis dengan pengelolaan ESG yang semakin baik.

“Untuk itu, kita wajib memastikan PKT terus memberikan manfaat tak hanya bagi karyawan tapi juga masyarakat sekitar dan bumi,” tambah Rahmad.

Sementara itu, Nugroho mengapresiasi langkah PKT menekan penggunaan energi fosil dalam aktivitas perusahaan guna mendukung tercapainya target Net Zero Emission Indonesia tahun 2060 dan bebas emisi karbon di tahun 2030. Menurutnya, hal ini merupakan tonggak awal dimulainya kontribusi perusahaan di lingkungan Pupuk Indonesia Grup dalam mencapai target net zero carbon emission, yang sejalan dengan upaya dekarbonisasi yang dicanangkan Pupuk Indonesia.

“PKT sudah mengawali dengan pemasangan solar panel di lingkungan kantor, yang dikontribusikan untuk mendukung dekarbonisasi. Kita harus kembangkan dengan lebih baik lagi kedepannya,” ungkapnya.

Ia menyatakan Pupuk Indonesia akan terus mendukung kesinambungan upaya PKT dalam menekan emisi karbon. Nugroho juga berharap langkah PKT ini dapat segera ditiru dan diikuti oleh seluruh perusahaan yang ada di lingkungan Pupuk Indonesia Grup.

Apalagi, terang Nugroho, emisi karbon hasil aktivitas bisnis perusahaan seperti operasional pabrik urea dan amoniak saat ini menjadi tantangan yang harus dihadapi. Sehingga ke depannya, realisasi program dalam mencapai net zero carbon emission 2030 bisa terus dikembangkan oleh seluruh anak usaha Pupuk Indonesia Grup, terutama dalam upaya mengganti energi fosil dengan energi terbarukan.

“Gagasan PKT ini menjadi awal bagi kita dalam mendukung dekarbonisasi di lingkungan PI Grup. Meski bukan hal mudah, tapi kita optimis mampu mencapai target tersebut di tahun 2030,” pungkasnya.

Turut hadir dalam launching tersebut Direktur Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia Panji Winanteya Ruky. (rls/rb)

Bersama Warga, Babinsa Koramil 0908-01/Loktuan Perbaiki Jalan Papan yang Rusak di Bontang Kuala

0

BONTANG – Babinsa Kelurahan Bontang Kuala Koramil 0908-01/Loktuan Kodim 0908/Bontang melaksanakan gotong royong bersama warga memperbaiki jalan papan yang rusak di RT 07 dan RT 12 Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Sabtu (23/7/2022). Kayu papan di jalan itu sudah lapuk dan rusak.

Babinsa Kelurahan Bontang Kuala Serka Purnomo mengatakan perbaikan jalan dilakukan dengan cara mengganti papan kayu yang rusak sehingga jalan tersebut dapat segera digunakan masyarakat.

“Budaya gotong royong harus tetap dipertahankan sehingga masyarakat dapat bahu-membahu memperbaiki lingkungan pemukiman termasuk membantu memperbaiki rumah warga,” kata Serka Purnomo.

Salah seorang warga mengaku senang dengan keterlibatan TNI di desanya karena perbaikan jalan dapat cepat selesai dilaksanakan. “Kami mengucapkan banyak terima kasih terhadap anggota TNI yang membantu memperbaiki jalan kampung,” ujarnya. (Pendim Btg)

Serapan Anggaran Masih Minim, Komisi I Minta Dinkes Gerak Cepat

0

BONTANG – Komisi I DPRD Bontang menyoroti minimnya serapan anggaran hingga triwulan kedua 2022 di Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang. Padatriwulan pertama, serapan anggaran Dinkes Bontang hanya 7,25 persen. Kemudian pada triwulan kedua baru 23,08 persen.

Wakil Ketua Komisi I, Raking menyampaikan seharusnya pada semester pertama atau triwulan kedua, penyerapannya bisa mencapai 50 persen lebih. Untuk itu, pihaknya meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini untuk bergerak cepat pada semester kedua ini, agar seluruh anggaran bisa terserap hingga akhir tahun.

“Harapannya agar tidak ada Silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran, Red.). Kan besar juga anggarannya di Dinas Kesehatan. Di triwulan ketiga ini target penyerapannya bisa di angka 80-85 persen,” kata Raking saat dikonfirmasi, belum lama  ini.

Kasubbag Perencanaan Dinkes, Sumriah menyampaikan, alasan rendahnya penyerapan anggaran hingga ke triwulan kedua, lantaran adanya recofusing di medio Januari-Maret 2022 sebesar Rp 15 miliar. Adapun penyerapan anggarannya, sejauh ini baru dimaksimalkan untuk belanja pegawai dan program peningkatan kesehatan masyarakat.

Diketahui, anggaran Dinkes tahun ini sebesar Rp 131 miliar lebih yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja daerah (APBD) serta Dana Alokasi Khusus (DAK). Artinya, baru sekitar Rp 30 miliar anggaran yang terserap hingga kini. (adv/rb)

Wujudkan UMKM Berdaya Saing, PKT Siap Perkuat Kolaborasi dengan ASMAMI Bontang

0

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mendorong peran Asosiasi Makanan dan Minuman (ASMAMI) Kota Bontang, menjadi wadah kreatif bagi para pelaku UMKM lokal untuk lebih profesional dan mandiri. Hal ini sebagai bentuk dukungan PKT bagi Asmami yang baru saja mengukuhkan kepengurusan periode 2022-2026, sebagai salah satu mitra perusahaan dalam mendorong kemajuan UMKM di Kota Bontang.

VP Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PKT Anggono Wijaya, berharap keberadaan ASMAMI yang menaungi dan membina UMKM lokal makin mendorong pengembangan pelaku usaha secara signifikan. Baik dalam memfasilitasi anggota untuk perluasan jangkauan pemasaran maupun peningkatan kapasitas agar lebih maju dan berdaya saing.

“Apalagi banyak UMKM binaan PKT yang menjadi anggota ASMAMI, khususnya pelaku usaha di sektor makanan olahan hingga minuman. Kami harap ASMAMI mampu memaksimalkan peran sebagai wadah dalam mendorong UMKM Bontang lebih maju dan profesional,” ujar Anggono Wijaya, Kamis (21/7/2022).

Dirinya pun mengimbau seluruh UMKM binaan PKT untuk saling dukung dalam membangun dan mengembangkan ASMAMI, termasuk memberi manfaat dengan saling bertukar pikiran antar sesama anggota, agar kemandirian dan kesejahteraan mampu tercapai sesuai visi misi terbentuknya asosiasi. PKT pun secara korporasi senantiasa terbuka bagi ASMAMI, guna mendukung pelaku usaha kecil di Kota Bontang makin tumbuh dan berkembang.

“Kami ucapkan selamat atas kepengurusan ASMAMI Bontang periode 2022-2026, semoga terus menjadi wadah profesional dalam mendorong kemajuan UMKM lokal yang berdaya saing,” tambah Anggono.

Ketua ASMAMI Bontang Hairuddin Syah, mengungkapkan pihaknya berkomitmen untuk merangkul seluruh anggota yang kini mencapai 147 usaha dari 15 Kelurahan Kota Bontang, agar kedepan bisa berkembang dan maju bersama. Dirinya pun menyambut positif dukungan PKT untuk kemajuan ASMAMI, maupun anggota yang selama ini telah menerima manfaat sebagai UMKM binaan perusahaan.

“PKT merupakan salah satu perusahaan yang telah bermitra dan mendukung program ASMAMI selama ini. Banyak manfaat yang telah kami dapatkan, baik untuk organisasi maupun UMKM binaan secara khusus,” kata Hairuddin.

Dijelaskannya, seluruh anggota ASMAMI dari binaan PKT telah banyak mendapatkan manfaat untuk mendorong kemajuan usaha, baik dari sisi pendampingan maupun fasilitas pengurusan berbagai izin usaha. Mulai dari izin edar, Nomor Kontrol Veteriner (NKV), penguatan kapasitas usaha layaknya promosi dan kemasan, marketing digital hingga pengurusan sertifikat halal dan Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Kita tahu izin maupun sertifikasi itu sangat sulit didapatkan, tapi semua binaan PKT yang tergabung di ASMAMI mampu mendapatkan itu dan difasilitasi dengan baik oleh perusahaan. Ini sangat kami apresiasi,” terang Hairuddin.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Bontang Kamilan, selaku pembina ASMAMI berharap pengurus baru terus meningkatkan sinergi dengan Pemkot Bontang, serta mampu berinovasi melalui berbagai program selama kepengurusan.

Dia juga mengimbau ASMAMI secara aktif menjalin komunikasi dan kerjasama dengan seluruh perusahaan yang ada di Bontang, agar program pengembangan UMKM makin optimal melalui dukungan CSR perusahaan. Manfaatnya sangat penting terhadap kemajuan usaha, seperti PKT yang selama ini menunjukkan komitmen mendorong daya saing UMKM Bontang dengan beragam pembinaan yang dilaksanakan.

“Belum lama ini PKT juga memfasilitasi UMKM lokal untuk pengurusan sertifikasi halal. Ini jelas bermanfaat, karena menjadi hal wajib bagi pelaku usaha di sektor makanan dan minuman. Hal ini hendaknya bisa didorong ASMAMI untuk seluruh anggota,” imbau Kamilan.

Wali Kota Bontang Basri Rase, menyebut pengembangan UMKM lokal dan ekonomi kreatif merupakan salah satu target Pemerintah Kota, untuk menjadikan Bontang sebagai sentra UMKM di Kalimantan Timur. ASMAMI pun diharap memaksimalkan peran untuk peningkatan daya saing UMKM Bontang, sehingga mampu memberikan kualitas terbaik kepada konsumen untuk menembus pasar regional dan nasional.

Dia mencontohkan, UMKM pempek Kenanga F12 binaan PKT yang berhasil meraih penghargaan Unit Pengolahan Ikan (UPI) terbaik pertama skala mikro kecil, dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2021. Hal ini merupakan wujud keberhasilan pembinaan yang hendaknya bisa memotivasi seluruh pelaku usaha memberi hasil terbaik di tiap produk.

“Untuk itu ASMAMI harus mampu menjadi wadah sekaligus fasilitator bagi pelaku UMKM untuk menjalin sinergi dan kerjasama dengan berbagai pihak. Baik Pemkot Bontang maupun perusahaan dan lainnya, agar kemajuan UMKM mampu dicapai dengan kerja bersama,” pesan Basri. (adv)

Abdul Malik: Raperda RTH Diperlukan, Pemkot Perlu Sinergi dengan Kutim dan Kukar

0
Wakil Ketua Komisi lll DPRD Bontang Abdul Malik

BONTANG –  Rancangan peraturan daerah (raperda) terkait ruang terbuka hijau (RTH) sudah diperlukan. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Komisi lll DPRD Bontang Abdul Malik. Ia menilai raperda RTH bertujuan untuk mengatur wilayah di Bontang. Selain itu juga diperlukan agar sisi kearifan lokal lingkungan tetap terjaga.

Terlebih, luas wilayah di Kota Bontang sangat terbatas. Sehingga persoalan RTH di Bontang perlu diatur dengan kekhususan tersendiri, baik yang berkaitan dengan masalah sempitnya wilayah, maupun potensi pertumbuhan penduduk dan industrialisasi yang ada.

“Lahirnya Undang-Undang (UU) Nomor 23 dari luasan Bontang, 70 persen laut kewenangan sudah ditarik provinsi, sedangkan yang jadi kewenangan pemerintah Bontang hanya 30 persen,” bebernya.

Dirinya juga menyarankan, agar Bontang dapat bersinergi dengan daerah tetangga yakni Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Kutai Kartanegara (Kukar) terkait persoalan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang harus memuat ketentuan-ketentuan pemanfaatan ruang dalam skala yang jelas. “Sehingga dapat dijadikan pedoman pemberian izin pemanfaatan ruang,” tuturnya.

Sementara itu, Kabag Hukum Tim Asistensi raperda Kota Bontang, Syaifullah mengatakan terkait kajian naskah akademik, raperda itu masih banyak perbaikan terutama dalam hal penulisan dan susunan materi. “Misalnya dari ruang lingkupnya tidak mencakup semua pasal. Jadi ada pasal yang ketinggalan,” pungkasnya. (adv)

Andi Faiz Minta Pemkot Punya Terobosan dan Konsep Datangkan Investor

0
Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam. Foto: Istimewa

BONTANG – Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menilai Pemkot Bontang melalui dinas terkait kurang serius menarik simpatik para investor untuk masuk di Kota Bontang. Terbukti, pada semester awal tahun 2022 investor yang masuk di Kota Taman masih nihil.

Menuurtnya, Pemkot Bontang seharusnya punya terobosan, konsep dan strategi khusus untuk memikat para investor. Hal itu tidak lain agar para investor dapat membangun sesuatu di Kota Bontang. “Usaha saat ini sudah bagus. Namun, perlu ditingkatkan lagi. Kalau punya strategi kan malah lebih mudah dalam menggaet investor,” beber Andi Faiz.

Menuurtnya untuk mendapatkan investor, pemerintah tidak hanya menawarkan kawasan industri. Banyak peluang yang bisa dipromosikan untuk menarik minat investor. Apalagi kata dia, di Kota Bontang banyak potensi yang dapat dikembangkan, salah satunya mengelola sektor laut. “Jadi tidak hanya berfokus terhadap satu sektor. Bontang itu sendiri masih banyak yang bisa dikembangkan. Baik itu dari sektor perikanan, pengolahan air dan sebagainya,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Bontang, Agus Haris menilai kemungkinan buruknya bila tidak segera dievaluasi dan mencari solusi maka akan mengurangi nilai Pendapatan Asli Daerah (PAD) “Komunikasi dan kerja sama dengan dunia usaha dan bisnis itu penting. Jangan sampai di tahun ini tidak ada satu investor pun yang melirik,” sebutnya.

Dengan lahan yang luas di kawasan Bontang Lestari, menurut pria yang juga politisi Gerindra ini seharusnya hal itu bisa menjadi daya tarik bagi investor. Terlebih RTRW sudah sangat memadai.

Untuk itu ia mendorong Pemkot harus lebih agresif dalam memperkuat promosi dan komunikasi. Juga harus lebih jeli terhadap peluang yang ada. “Mau sebagus apapun lahan yang ditawarkan kalau promosinya tidak masif ya percuma saja,” tegasnya. (adv)