Beranda blog Halaman 3

Rayakan Nyepi, Umat Hindu Arak Ogoh-Ogoh Keliling Sangata

0
Ogoh-Ogoh Diarak, Tanda Bersih Diri Sambut Hari Raya Nyepi. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Umat Hindu menggelar pawai ogoh-ogoh sebagai rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi. Patung raksasa yang identik dengan wajah menyeramkan itu diusung beramai-ramai, menjadi simbol “pengusiran” sifat buruk dan energi negatif dalam diri manusia.

Prosesi arak-arakan berlangsung meriah. Warga tumpah ruah menyaksikan iring-iringan ogoh-ogoh yang diarak keliling sebelum akhirnya dimusnahkan. Ritual ini menjadi bagian penting dalam rangkaian penyucian diri dan alam semesta sebelum memasuki hari suci Nyepi.

Tak sekadar tontonan, tradisi ini juga sarat makna spiritual. Di sisi lain, pawai ogoh-ogoh menjadi bukti kuatnya pelestarian budaya sekaligus cermin kerukunan antarumat beragama di Kutai Timur.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, turut memberikan perhatian. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada umat Hindu yang akan merayakan Nyepi.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat, kami mengucapkan selamat Tahun Baru Saka 1948,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Ardiansyah menilai, keberlangsungan tradisi ogoh-ogoh menjadi bagian penting dari kekayaan budaya daerah. Ia juga mengapresiasi konsistensi umat Hindu dalam menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Ini bukti bahwa keberagaman di Kutim adalah kekuatan. Harus terus kita jaga bersama,” tegasnya.

Momentum Nyepi tahun ini juga dinilai spesial. Pasalnya, waktunya berdekatan dengan perayaan Idulfitri. Situasi ini disebut menjadi ruang untuk mempererat toleransi dan memperkuat kebersamaan.

Sementara itu, Kapolres Kutai Timur, Fauzan Arianto, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman. Pengamanan dilakukan bersama TNI dan unsur terkait.

“Kami ingin seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar. Semoga umat Hindu selalu diberi kesehatan dan keberkahan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban. Menurutnya, kebersamaan dalam keberagaman menjadi kunci menjaga kondusivitas daerah.

“Persatuan harus terus kita rawat, apalagi di momen keagamaan seperti ini,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Penyelidikan Kasus Dugaan Tabrak Lari Balita di Jalan Brigjen Katamso Terkendala Minim Bukti dan CCTV

0
Ilustrasi (AI).

BONTANG – Kasus dugaan tabrak lari yang terjadi di Jalan Brigjen Katamso, Selasa (17/3/2026) kemarin hingga kini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Penanganan kasus tersebut terkendala minimnya alat bukti serta keterangan saksi di lokasi kejadian tersebut.

Dari hasil konfirmasi, pihak kepolisian menyebutkan bahwa saat ini proses yang dilakukan masih sebatas pengumpulan keterangan dari para saksi. Belum ada barang bukti kuat yang dapat mengarah pada identitas pelaku.

“Masih dalam proses penyelidikan, karena minimnya alat bukti dan saksi. Saat ini kami masih meminta keterangan dari saksi-saksi,” ucap Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi, Rabu (18/3/2026).

Selain itu, upaya penelusuran melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) juga mengalami hambatan. Sejumlah CCTV di sekitar lokasi kejadian, diketahui dalam kondisi rusak, sementara kamera yang sudah aktif tidak, mengarah langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Banyak CCTV yang rusak, dan yang mengarah ke TKP tidak ada,” tambahnya.

Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor, guna membantu mengungkap kasus tabrak lari ini.

Sebelumnya dalam kasus tersebut, seorang anak perempuan berusia sekitar 3-4 tahun menjadi korban dugaan tabrak lari, yang dimana korban langsung ditemukan oleh orang tuanya dalam keadaan tergeletak dengan kondisi memprihatinkan.

Korban mengalami luka berat di bagian kepalanya, sehingga saat korban langsung dilarikan ke RSUD Taman Husada Bontang untuk penanganan medis, korban tidak dapat diselamatkan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pria Gasak Puluhan Bungkus Rokok di Toko Gabby 2, Kerugian Capai Rp 800 Ribu

0
Pelaku tertangkap di kamera CCTV. (Ist)

BONTANG – Seorang pria diduga melakukan aksi pencurian puluhan bungkus rokok di Toko Gabby 2, di kawasan Lengkol, Kelurahan Tanjung Laut, Selasa (17/3/2026).

Aksi tersebut terjadi saat kondisi toko sedang sepi pengunjung, yang dimana pelaku datang dengan menggunakan modus berpura-pura membeli rokok, namun mengambil sejumlah barang dagangan milik korban.

Dari rekaman video melalui CCTV yang beredar, pelaku terlihat mengenakan kaos berwarna cokelat, celana pendek, serta memakai helm GM hitam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pelaku telah berhasil membawa kabur sekitar 20 slop bungkus rokok. Akibat kejadian tersebut, pemilik toko mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 800 ribu.

“Kemungkinan pernah tinggal, karena dia panggilnya oma, jadi orang ini dengan dugaan bukan orang asing yang sudah paham sama keadaan toko. Bahkan pelaku tinggalnya tidak jauh dari sini,” ucap anak pemilik toko saat ditemui.

Korban pun menyayangkan aksi pencurian yang terjadi di tengah suasana bulan Ramadan. Saat kejadian berlangsung pun kondisi toko memang sedang sepi, karena aktivitas warga berkurang akibat menjalankan ibadah puasa.

“Selain itu, pelaku juga diketahui datang menggunakan sepeda motor jenis Sonic, berwarna hitam dan biru,” tambahnya.

Hingga saat ini, pihak keluarga korban berharap pelaku segera dikenali dan ditindak, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan sekitar.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Islam Rahmat Bagi Sekalian Alam, Bukan Hanya Umat Muslim

0
Dyan Indriwati Thamrin, S. Pd. (Dok pribadi)

Oleh:
Dyan Indriwati Thamrin, S. Pd.
Pemerhati Masalah Sosial dan Politik

Ancaman kemunculan buaya di wilayah Kota Bontang kini menunjukkan tren peningkatan dan tidak bisa lagi dianggap sepele. Dilaporkan, sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 25 kasus kemunculan buaya di sejumlah wilayah.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengungkapkan bahwa tingginya angka kemunculan buaya tersebut menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret. “Hal seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Tadi saya sudah rapat dengan dinas terkait untuk penanganannya. Buaya sudah ada di mana-mana, baik di darat maupun di laut. Sebisa mungkin kita harus selesaikan,” ujarnya.

Perhatian terhadap persoalan ini semakin menguat, setelah insiden penyerangan terhadap seorang anak berusia 12 tahun saat berenang di perairan rawa-rawa, Kelurahan Loktuan beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut menambah daftar kasus dan memicu kekhawatiran masyarakat.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Neni menggelar rapat koordinasi lanjutan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), serta Lurah Guntung dan Lurah Loktuan. Kedua wilayah itu dinilai rawan karena kerap terjadi kemunculan buaya dalam beberapa waktu terakhir.

Meski upaya sosialisasi dan penangkapan telah beberapa kali dilakukan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait regulasi serta keterbatasan peralatan medis hewan untuk penanganan satwa liar.

Pemkot Bontang pun berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Samarinda, guna mempercepat proses evakuasi buaya yang dinilai meresahkan masyarakat. https://radarbontang.com/ancaman-buaya-meningkat-neni-sebut-situasi-sudah-darurat/

Walaupun buaya terkategori hewan yang berbahaya dan merupakan reptil pemburu yang hebat, tetapi pada dasarnya buaya tidak memangsa manusia. Hellen Kurniati, Peneliti utama Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesa (LIPI) mengatakan bahwa penyebab buaya menyerang manusia adalah karena buaya kehilangan pakan alaminya.

Ketika wilayah yang ditinggali buaya mengalami penurunan jumlah makanan, maka buaya akan mencari wilayah baru yang mampu menjamin keberlangsungan hidup mereka.

Pembangunan wilayah yang mengalihfungsikan kawasan habitat buaya juga berdampak pada jumlah makanan buaya. Karena pembangunan, habitat alami buaya terganggu dan buaya menjadi mudah bersinggungan dengan manusia secara langsung.

Dilansir dari laman BBC, Rick Langley dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan North Carolina di Raleigh, mengatakan bahwa serangan buaya cenderung menjadi lebih umum karena populasi manusia dan buaya semakin meningkat.

Sedangkan pembangunan yang dilakukan oleh manusia semakin gencar dilakukan dan merambah habitat buaya. https://nationalgeographic.grid.id/read/13899651/buaya-tidak-berencana-memakan-manusia-lalu-mengapa-mereka-menyerang?page=all

Ingatan melayang pada sejarah peradaban Islam di masa lampau. Abdurrahman bin Abu Bakar al-Suyuthi, seorang imam yang menguasai berbagai ilmu, dalam kitab Tarikh al-Khulafa, mengutip beberapa komentar orang ternama yang menyaksikan keadilan Umar bin Abdul Aziz, Khalifah Islam ke-8 pada masa Bani Umayyah.

Jisr al-Qasshab berkata, “Aku melihat domba dan serigala hidup damai pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz. Subhanallah, serigala sama sekali tidak membahayakan gerombolan domba.” Lalu seorang pengembala berkata, “Jika kepala dalam keadaan baik, maka seluruh tubuh tidak akan bermasalah.”

Malik bin Dinar, seorang tokoh besar sufi berkata, “Saat Umar bin Abdul Aziz menjadi Khalifah, para pengembala berkata, Siapakah orang shalih yang menjadi khalifah umat ini? Keadilannya telah mencegah serigala-serigala memangsa domba-domba kami.”

Fenomena di atas dirasakan oleh sejumlah pengembala. Mereka yakin hal tersebut berkaitan dengan keadilan Umar bin Abdul Aziz. Salah satu tanda nyatanya adalah saat beliau meninggal, serigala kembali memangsa para domba dengan buasnya. Musa bin A’yun berkata, “Aku pernah mengembalakan kambing di Karman pada masa Umar bin Abdul Azis. Pada saat itu serigala tidak memangsa domba-domba. Namun, tiba saat kami mendapati serigala memangsa domba, maka aku berkata, Pasti orang shalih itu telah meninggal.” Dan benar pada saat itu Umar bin Abdul Aziz telah meninggal. https://alif.id/1bYg/keadilan-umar-bin-abdul-aziz

Dari sejarah ini apakah yang bisa kita jadikan pelajaran? Rahmat bagi sekalian alam yang sungguh terasa terbukti di masa pemerintahan Umar Bin Abdul Aziz bukan melulu karena akhlak sang khalifah. Melainkan karena penguasa benar-benar menerapkan syariat Islam secara menyeluruh dalam semua sendi kehidupan negara. Tidak hanya rakyatnya yang sejahtera, hewan pun tak terkecuali. Sampai-sampai serigala pun tak merasa perlu memangsa domba.

Bandingkan dengan kondisi saat ini. Jangankan hewan, manusia pun begitu sulitnya hanya sekadar bertahan hidup dari hari ke hari. Akibat penerapan sistem kapitalis, hilang rahmat yang semestinya melingkupi kehidupan alam semesta. Kerusakan alam yang luar biasa masif, tidak hanya menimpa masyarakat tetapi juga kehidupan hewan dalam hal ini buaya. Buaya pun kesulitan bertahan hidup karena habitatnya telah terganggu atau malah kian menyempit.

Sistem kapitalisme yang hanya bertujuan mencari keuntungan materi, mengeksploitasi alam gila-gilaan, tanpa peduli kerusakan lingkungan. Tanpa berniat sedikit pun mengecilkan upaya yang sudah ada, solusi penangkapan maupun pemusnahan masih belum menyentuh akar persoalan. Buaya sendiri bukan lah hewan tanpa manfaat. Buaya berperan sebagai predator puncak yang krusial untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Mereka mengontrol populasi mangsa (ikan, reptil, mamalia kecil) agar tidak terjadi kelebihan populasi, membantu membersihkan sungai dari bangkai, serta menciptakan habitat mikro bagi satwa lain melalui pembuatan lubang air saat kemarau. (rri.co.id).

Maka sudah saatnya tidak lagi bersandar pada sistem kapitalisme dalam menyolusi problematika kehidupan. Belum cukupkah pelajaran dari sejarah Khalifah Umar Bin Abdul Azis sebagai penguasa yang menerapkan Islam sebagai satu-satunya hukum dalam mengatur kehidupan? Peradaban kapitalisme tidak akan pernah mampu menyamai kesejahteraan maksimal yang bahkan mencakup sampai kehidupan hewan.

Semoga segera tumbuh kesadaran di tengah-tengah masyarakat, bahwa sistem Islam mampu mendatangkan kesejahteraan bagi sekalian alam, sehingga bersedia memperjuangkan Islam untuk kembali diterapkan dalam segala aspek kehidupan.

Wallahualam.

Memasuki 2026, Pupuk Kaltim Perkuat Kontribusi pada Pembangunan Kalimantan Timur dan Bontang

0
Kegiatan bukber PT Pupuk Kaltim bersama awak media. (Yusva Alam)

BONTANG – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menegaskan komitmennya
untuk terus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan regional Kalimantan Timur, termasuk Kota
Bontang. Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, menyampaikan bahwa komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan sektor pertanian, industri, serta pemberdayaan masyarakat
sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, Pupuk Kaltim juga terus memperkuat perannya dalam mendukung keberlanjutan swasembada pangan melalui penyediaan pupuk yang andal, efisien, dan berkelanjutan.

Upaya peningkatan efisiensi dan keandalan produksi tersebut ditopang oleh program revitalisasi industri pupuk, antara lain melalui Revamping Ammonia Pabrik-2. “Pupuk Kaltim akan terus memperkuat ketahanan pangan melalui penyediaan pupuk yang andal, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus mengambil bagian sebagai penggerak pembangunan ekonomi regional di Kalimantan Timur, termasuk Kota Bontang, melalui penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), serta dukungan bagi UMKM,” ujar Anggono Wijaya.

Pupuk Kaltim Memperkuat Sektor Pertanian, Industri, dan Pemberdayaan Masyarakat

  • Pertanian: Pupuk Kaltim menjalankan pendampingan Agrosolution di Kalimantan Timur dengan cakupan per Februari 2026 sebanyak 209 petani dan 1.705 hektar lahan. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Kalimantan Timur.
  • Industri dan lapangan kerja: Proyek pengembangan pabrik soda ash terus didorong untuk membuka peluang kerja bagi tenaga kerja lokal, khususnya masyarakat Bontang. Sementara itu, proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 yang telah selesai dilaksanakan juga telah memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja serta peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar wilayah operasional perusahaan. Seiring pelaksanaan berbagai proyek tersebut, dampak positifnya turut dirasakan oleh perekonomian masyarakat sekitar, mulai dari penyediaan kebutuhan konsumsi harian, layanan transportasi, hingga penyediaan jasa dan pasokan barang dari pelaku usaha lokal, termasuk pelaku UMKM.
  • TJSL: Sepanjang 2025, Pupuk Kaltim berhasil merealisasikan program TJSL dengan total Rp59 miliar yang difokuskan pada 5 bidang prioritas, yaitu sosial, ekonomi, lingkungan, hukum, dan tata kelola. Program TJSL tersebut diarahkan untuk mendorong pemberdayaan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan di berbagai sektor.
  • Bantuan Ramadan: Pada Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pupuk Kaltim melaksanakan program Bantuan PKT Proaktif Tahun 2026 yang difokuskan untuk memberikan berbagai bentuk dukungan kepada masyarakat Kota Bontang.

Program ini meliputi penyaluran Sembako Ramadan, bantuan operasional dan fasilitas bagi masjid dan musala di Kota Bontang, bantuan kepada panti asuhan, panti jompo, dan pondok pesantren, dukungan kegiatan buka puasa bersama, hingga program mudik gratis bagi masyarakat Bontang.

Secara keseluruhan, total bantuan yang akan disalurkan melalui program ini mencapai hampir Rp 4,3 miliar

Pupuk Kaltim Menjaga Keberlanjutan Swasembada Pangan melalui Keandalan Produksi dan Pasokan

  • Kinerja produksi 2025: Pupuk Kaltim mencatat capaian produksi 2025 sebesar 6.679.415 ton (107,3% dari target), terdiri dari 3.578.366 ton urea, 328.154 ton NPK, dan 2.772.895 ton amonia.
  • Akselerasi produksi 2026: Pada 2026, Pupuk Kaltim menggenjot produksi dengan capaian per 28 Februari 2026 sebesar 1.010.458 ton, dengan rincian:
    ○ 400.662 ton Amoniak (14,62% dari target)
    ○ 553.248 ton Urea (15,99% dari target)
    ○ 56.548 ton NPK (17,62% dari target)
  • Mandat pupuk subsidi 2026: Pupuk Kaltim berkomitmen menjalankan mandat produksi pupuk subsidi yang diberikan Pupuk Indonesia selaku holding untuk memastikan ketersediaan pupuk bagi petani. Strategi pemenuhan mandat dilakukan dengan menjaga keandalan operasional pabrik dan peningkatan efisiensi, salah satunya dengan selesainya proyek Revamping Ammonia Pabrik-2.

Pupuk Kaltim Mendorong Revitalisasi Industri untuk Keberlanjutan Operasi dan Produksi

● Proyek Pabrik Soda Ash:
○ Profil proyek: Bersama Pupuk Indonesia selaku holding, Pupuk Kaltim memulai proyek pengembangan pabrik soda ash pertama di Indonesia pada 31 Oktober 2025, sebagai bagian dari strategi hilirisasi untuk memperkuat kemandirian industri nasional, sekaligus swasembada pangan.

Pabrik ini menargetkan pasar domestik dan ekspor, serta menerapkan prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan emisi CO2 sebagai bahan baku utama produksi soda ash. Pabrik dibangun di lahan ±16 hektar di Kaltim Industrial Estate, Bontang dengan target penyelesaian pada Maret 2028.

○ Spesifikasi utama dan kontribusi:

■ Pabrik dirancang memiliki kapasitas produksi soda ash 300.000 ton per tahun
dan amonium klorida 300.000 ton per tahun. Soda ash merupakan bahan baku
strategis yang dibutuhkan berbagai sektor industri nasional, seperti kaca, deterjen, makanan, pulp and paper, serta keramik yang saat ini masih dipenuhi dari impor.

Sementara itu, amonium klorida dapat dimanfaatkan sebagai pupuk langsung sebagai sumber nitrogen, maupun sebagai bahan baku campuran untuk produksi pupuk NPK, sehingga mendukung upaya keberlanjutan swasembada pangan.

■ Melalui kapasitas produksi soda ash sebesar 300.000 ton per tahun, pabrik ini
ditargetkan mampu memenuhi sekitar ±30% kebutuhan domestik dan berpotensi menghemat devisa hingga Rp1 triliun per tahun dari substitusi impor.

Sementara itu, kapasitas produksi amonium klorida sebesar 300.000 ton per
tahun membuka peluang substitusi impor bahan baku pupuk dengan nilai sekitar
Rp250 miliar per tahun.

○ Dampak keberlanjutan: Dari sisi keberlanjutan, pabrik akan menyerap sekitar 174.000 ton CO2 per tahun dari emisi fasilitas eksisting sebagai bahan baku produksi soda ash, sebagai bagian dari dukungan terhadap program dekarbonisasi.

○ Dampak ekonomi: Proyek ini mendorong dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja serta pelibatan industri, pelaku usaha lokal dan UMKM. Selain itu, proyek ini juga berpotensi menambah serapan garam lokal sebesar 17.000 ton per tahun.

Pupuk Kaltim berkomitmen memprioritaskan 75% kebutuhan tenaga kerja pembangunan pabrik soda ash bagi masyarakat Bontang yang memenuhi syarat dan keahlian, sesuai ketentuan dari
Pemerintah Kota Bontang. Perekrutan tenaga kerja lokal akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kebutuhan setiap tahapan proyek.

● Revamping Ammonia Pabrik-2:

○ Profil pabrik: Pupuk Kaltim meresmikan proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 pada 29 Januari 2026 sebagai langkah meningkatkan efisiensi energi dan memperkuat keberlanjutan industri pupuk nasional melalui modernisasi teknologi.

Pabrik-2 merupakan pabrik tertua milik Pupuk Kaltim yang dibangun pada 1982 dan mulai beroperasi pada 1984, dengan kapasitas 595.000 ton amonia per tahun serta 570.000 ton urea per tahun.

Melalui revamping, Pupuk Kaltim mendorong operasi produksi yang lebih hemat energi, rendah emisi, dan berdaya saing.

○ Dampak: Revamping ditujukan untuk menurunkan konsumsi gas sebesar 4 MMBtu per ton amonia (10% dari kondisi sebelumnya) dan menurunkan emisi karbon hingga 110.000 ton CO2 per tahun.

Inisiatif ini juga berpotensi menekan biaya produksi melalui peningkatan efisiensi, didukung pembaruan dan modernisasi teknologi pada rangkaian sistem produksi.

Secara keseluruhan, peremajaan ini mampu memperpanjang umur teknis pabrik hingga 15 tahun.

○ Signifikansi: Melalui efisiensi energi, revamping mendukung biaya produksi yang lebih hemat sehingga menjaga keterjangkauan harga pupuk dan keberlanjutan swasembada pangan.

Inisiatif ini juga sejalan mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 melalui pengurangan emisi yang dihasilkan. (Rls)

Editor: Yusva Alam

Area Pasar Basah Loktuan Bakal Dilebarkan, Pemkot Tunggu Evaluasi Teknis

0
Sidak Pasar di Kota Bontang salah satunya Pasar Taman Citra Mas Loktuan. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang berencana melakukan pelebaran area pasar basah di Pasar Taman Citra Mas, Kelurahan Loktuan, Selasa (17/3/26).

Rencana tersebut muncul setelah melakukan evaluasi lapangan, yang menunjukkan perlunya penataan ulang agar area pasar lebih luas dan bersih.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyebut, kondisi saat ini sudah mengalami perbaikan dibanding sebelumnya, terutama setelah penambahan fasilitas di area pasar ikan dan pasar basah.

“Sekarang sudah lebih baik, pedagang juga sudah mulai nyaman. Tidak seperti dulu yang sering mengeluh,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai masih ada beberapa bagian yang perlu dibenahi, termasuk area belakang pasar yang dinilai sempit dan kotor.

Rencana pelebaran akan difokuskan pada bagian belakang, untuk meningkatkan kenyamanan serta kebersihan lingkungan pasar.

“Kalau bisa nanti kita buka saja tembok pembatas di belakang petak pedagang, diperlebar. Supaya tidak terlihat kotor dan lebih tertata,” jelasnya.

Namun, ia menegaskan bahwa pelaksanaan proyek tersebut masih menunggu hasil evaluasi teknis dan kemungkinan besar belum dapat direalisasikan tahun ini.

“Tim teknis akan evaluasi dulu. Mungkin tidak tahun ini, bisa jadi tahun depan,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kapolres-Bupati Gelar Bukber Tanpa Sekat, Satukan Elemen Jaga Kondusivitas Lebaran

0
Foto bersama Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, Kapolres Kutim dan seluruh elemen di Kutim. (Ist)

SANGATTA – Polres Kutim menggelar buka puasa bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serikat buruh, hingga insan media.

Kegiatan yang berlangsung di Zenova Hotel, Selasa (17/3/2026), dipimpin langsung Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto. Turut mendampingi, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama jajaran pejabat utama (PJU) Polres.

Suasana berlangsung hangat. Para undangan berbaur tanpa sekat. Tak ada jarak antara aparat, pemerintah, dan masyarakat. Momen ini sekaligus menegaskan kuatnya kebersamaan dalam menjaga Kutim tetap aman dan kondusif.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menegaskan, buka puasa bersama bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, menjadi ruang mempererat komunikasi dan membangun kepercayaan.

“Ini bukan hanya silaturahmi, tapi komitmen kami merangkul semua elemen. Polri hadir sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keharmonisan dan persatuan,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama menjaga stabilitas kamtibmas, terutama menjelang Idulfitri yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Senada, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi langkah Polres Kutim yang aktif membangun sinergi dengan berbagai pihak. Ia menilai, kebersamaan seperti ini menjadi modal penting menjaga daerah tetap kondusif.

“Kalau semua elemen solid, kita optimistis Kutim tetap aman dan nyaman, apalagi menjelang Lebaran,” katanya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan gotong royong semakin kuat. Tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat sehari-hari.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Respon Harga Beras Merangkak Naik, Polisi Sidak Pasar Muara Wahau

0
Forkopimcam Turun Cek Stok dan LPG di Pasar Muara Wahau. (Ist)

SANGATTA – Aparat kepolisian bersama unsur Forkopimcam turun ke lapangan melakukan sidak, untuk merespon harga beras di Kecamatan Muara Wahau yang mulai merangkak naik.

Dipimpin Kapolsek Muara Wahau Iptu Sumartono, sidak melibatkan Camat Muara Wahau Marlianto, unsur Koramil, Satpol PP, UPT Pasar, hingga personel Polri. Sejumlah titik disisir, mulai toko retail, agen LPG, peternakan ayam, tempat pemotongan hewan, hingga SPBU.

Hasil pengecekan menunjukkan stok bahan pokok di wilayah tersebut masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun, harga sejumlah komoditas terpantau naik, terutama beras.

Untuk beras medium, harga kini menyentuh Rp18.000 per kilogram dari sebelumnya Rp16.400. Sementara beras premium juga ikut naik dari Rp18.600 menjadi Rp19.000 per kilogram.

Kenaikan turut terjadi pada beberapa komoditas lain, seperti gula premium, tepung terigu, minyak goreng, cabai lokal dan cabai keriting, hingga daging ayam kampung. Sejumlah komoditas perikanan seperti ikan kakap dan tongkol juga mengalami kenaikan harga.

Meski begitu, tidak semua bahan pokok mengalami lonjakan. Beberapa komoditas justru turun, di antaranya gula kemasan yang kini Rp17.000 per kilogram, cabai merah besar turun ke Rp70.000 per kilogram, serta bawang merah yang kini berada di kisaran Rp50.000 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada kentang, wortel impor, kemiri, ikan tuna, dan udang kecil.

Sementara itu, harga LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram di tingkat pangkalan masih berada di kisaran Rp27.000 hingga Rp32.000 per tabung. Namun di tingkat pengecer, harga ditemukan lebih tinggi, bahkan mencapai Rp35.000 per tabung.

Kapolsek Muara Wahau Iptu Sumartono menegaskan, sidak dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan mencegah adanya praktik penimbunan barang.

“Secara umum stok aman, tapi memang ada beberapa komoditas yang naik. Kami bersama Forkopimcam akan terus melakukan pemantauan agar tidak terjadi lonjakan signifikan,” ujarnya kepada awak media, Selasa (17/3/2026).

Ia menambahkan, pengawasan akan terus diperketat, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Ini bagian dari upaya memastikan distribusi tetap lancar dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Akses Tol ke IKN Dibuka Lebih Awal, Dukung Salat Idulfitri Perdana

0
Akses Jalan Tol menuju IKN yang difungsikan untuk mendukung mobilitas Salat Idulfitri. (Atmaja Riski)

NUSANTARA – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim membuka akses Jalan Tol IKN lebih awal mulai pukul 04.30 Wita untuk mendukung pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 H perdana di Masjid Negara IKN.

Kepala BBPJN Kaltim Yudi Hardiana mengatakan, kebijakan ini diambil agar masyarakat yang akan melaksanakan salat Id dapat tiba lebih awal dengan perjalanan yang lancar dan aman.

“Akses menuju Masjid Negara IKN dapat ditempuh melalui Jalan Tol Manggar–IKN serta ruas Tol IKN Seksi 1B yang difungsionalkan satu arah ke IKN secara terbatas,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Selain membuka akses lebih awal, BBPJN juga menyiapkan sejumlah dukungan operasional untuk memastikan kelancaran arus kendaraan, seperti penerangan jalan di titik strategis, patroli rutin petugas, pengaturan lalu lintas, serta posko pemantauan di sepanjang jalur tol fungsional.

Langkah ini merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung suksesnya pelaksanaan salat Idulfitri perdana di Masjid Negara IKN.

“Kami berharap masyarakat dapat menuju lokasi dengan lebih mudah sehingga pelaksanaan salat Id berlangsung tertib, aman, dan sukses,” tambahnya.

BBPJN juga mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, mematuhi batas kecepatan maksimal 60 km/jam, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Untuk akses keluar terdekat menuju Masjid Negara IKN, pengguna jalan dapat melalui Jalan Bebas Hambatan (JBH) 6A di kilometer 14, Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

GPM Kubar Diserbu Warga, Sembako Rp125 Ribu dan LPG 3 Kg Disediakan

0
Masyarakat Kampung Sumber Sari saat mengikuti pembelian paket sembako murah di Gedung BPU Kantor Petinggi Kampung Sumber Sari. (Dok Istimewa)

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop-UKM) menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) di Kampung Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok, Senin (16/3/2026).

Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 1447 Hijriah dengan tujuan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Petinggi Kampung Sumber Sari, Paino Wibowo, menyampaikan kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sebanyak 312 paket sembako disiapkan untuk warga setempat.

Setiap paket berisi beras 5 kilogram, telur satu piring, teh satu kotak, gula 1 kilogram, garam satu bungkus, minyak goreng 5 liter, serta bawang merah. Paket tersebut dijual dengan harga Rp125.000 per paket, lebih murah dibandingkan harga pasar.

“Antusias masyarakat sangat tinggi karena harga yang ditawarkan jauh lebih terjangkau,” ujarnya.

Untuk penyaluran, kupon telah dibagikan sebelumnya melalui ketua RT, masing-masing sekitar 30 kupon per RT yang ditujukan kepada warga yang dinilai berhak menerima.

Warga yang ingin membeli paket diwajibkan membawa kupon serta fotokopi KTP sebagai syarat pengambilan.

Selain sembako, pasar murah ini juga menyediakan gas LPG 3 kilogram hasil kerja sama dengan PT Sumber Gas Jaya. Gas subsidi tersebut dijual seharga Rp28.000 per tabung dan terbuka untuk umum dengan syarat membawa fotokopi KTP.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang perayaan hari besar keagamaan.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S