Beranda blog Halaman 1078

Pendaftaran Pengawas Kelurahan Dibuka 14 Januari, Ini Syaratnya

0

BONTANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bontang membuka pendaftaran Pengawas Pemilu Kelurahan/Desa (PKD) yang akan dibuka pada 14-19 Januari 2023. Pendaftaran akan dilakukan di masing-masing Sekretariat Kelompok Kerja (Pokja) Panwaslu Kecamatan.

Ketua Bawaslu Kota Bontang Aldy Artrian mengungkapkan pelaksanaan pendaftaran pengawas Pemilu Kelurahan/Desa saat ini masih tahap sosialisasi hingga tanggal (13/1/2023) yang akan diteruskan ke tahap pendaftaran berkas administrasi hingga ke tes wawancara.

“Pada tahap ini, kami minta jajaran khususnya Panwaslu Kecamatan untuk mensosialisasikan tahapan seleksi pengawas kelurahan/desa. Nanti pengumpulan berkas pada 14-19 Januari 2023,” ungkap Aldy Selasa (10/1/2023) dikonfirmasi Mediakaltim.com.

Lebih jauh, Aldy mengatakan kebutuhan pengawas kelurahan/desa (PKD) akan berjumlah 15 anggota sesuai dengan jumlah kelurahan di Kota Bontang. “Sesuai dengan regulasi, setiap kelurahan masing-masing satu pengawas,” katanya.

Selain itu, ranah dalam pembentukan pengawas kelurahan/desa berada di Panwaslu Kecamatan sehingga dirinya meminta kepada Panwaslu Kecamatan untuk memaksimalkan baik dari sosialisasi hingga pembentukan pengawas kelurahan/desa.

Aldy mengatakan dalam mekanisme tahapan seleksi pengawas kelurahan/desa ini harus didahului dengan melengkapi berkas dan lulus administrasi selanjutnya akan langsung proses wawancara.

“Semua yang menjadi persyaratan harus terpenuhi. Kemudian, setelah semua berkas terpenuhi dan melalui penelitian administrasi maka akan bisa ke tahap proses wawancara,” jelas Aldy.

Dalam tahapan seleksi, ada faktor yang dapat menyebabkan masa pendaftaran diperpanjang. Di antaranya kurangnya pendaftar dan tidak adanya pendaftar perempuan.

“Kita harap dalam tahap ini, banyak yang memiliki ketertarikan untuk mendaftar. Banyak pihak yang antusias dalam proses pendaftaran ini,” ungkapnya.

Untuk keterwakilan perempuan, Aldy menambahkan memang tidak ada bentuk tertulis dalam pedoman, namun dirinya akan memerhatikan hal tersebut sehingga bisa diakomodir. “Memang hal itu tidak ada tertulis dalam pedoman secara eksplisit. Kalau itu dirasa layak dan pantas, kita sudah lakukan pada proses-proses seleksi sebelumnya,” paparnya.

Untuk pendaftaran sendiri akan dilakukan di sekretariat kelompok kerja masing-masing Panwaslu kecamatan. “Silahkan datang ke sekretariat Panwaslu kecamatan untuk mencari informasi,” katanya.

Aldy juga mengajak dan mendorong masyarakat ikut serta dalam proses seleksi pendaftaran pengawas kelurahan/desa serta ikut melaksanakan pengawasan dalam pelaksanaan proses seleksi. (yah)

Cuaca Ekstrim, BPBD: Waspada saat Melaut!

0
Anggota BPBD saat melakukan pencarian orang hilang di laut. (Ist)

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang mengimbau kepada warga Bontang, khususnya yang berprofesi sebagai nelayan agar lebih berhati-hati saat melaut. Lantaran curah hujan yang sedang tinggi dan tak menentu.

Kepala BPBD Bontang, Zainuddin mengatakan, menurut prakiraan cuaca dari BMKG, saat ini kondisi cuaca di Kota Taman, sebutan Kota Bontang sedang ekstrim. Curah hujan tinggi dan tak menentu.

Kondisi ini mengakibatkan sering terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan saat berada di laut. Seperti peristiwa hilangnya 2 pemancing belakangan ini, karena kapal yang ditumpangi diterpa badai besar.

Karena itu pihaknya mengimbau kepada setiap warga Bontang yang hendak pergi melaut, agar lebih ekstra waspada. Diharapkan melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu

“Kalau sekiranya cuaca sedang tidak baik, lebih baiknya urung melaut. Karena bisa membahayakan keselamatan,” ujar Zainuddin.

Ia juga mengimbau agar saat pergi melaut tidak sendirian, tetapi bersama rekan, agar dapat saling menjaga. “Jangan lupa kenakan alat keselamatan seperti pelampung. Pastikan juga di kapal tersedia perlengkapan safety untuk keselamatan di laut,” pungkasnya. (al)

Penjualan STB Laris Manis

0
Toko Perdana Elektronik selalu kehabisan STB. (ist)

BONTANG – Setelah pemerintah pusat resmi menghentikan siaran tv analog, 2 November 2022 lalu, penjualan alat set top box (STB) di Bontang laris manis.  Toko-toko elektronik yang biasa menjual STB selalu kehabisan stok.

Sebagai informasi, Set Top Box (STB) adalah alat untuk mengonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara, yang dapat ditampilkan di TV analog biasa. STB dibutuhkan jika ingin “mengubah” perangkat TV analog yang belum bisa menerima sinyal digital, agar tetap bisa menikmati siaran TV digital.

Namun, jika perangkat TV sudah memiliki fitur untuk menangkap siaran digital, di mana biasanya Smart TV zaman sekarang sudah bisa, maka tidak membutuhkan STB. Penjualan STB di Toko Perdana Elektronik bak menjual kacang goreng. Setiap stok yang datang selalu habis terjual.

Yessica, Pemilik Toko Elektronik Perdana mengatakan, biasanya tokonya mendatang 100 unit STB. Setiap datang selalu habis. Pembeli berebut mencari STB.

Namun ia menyayangkan, suplier membatasi orderan. Ia tidak bisa bebas memesan dalam jumlah berapapun. Lantaran suplier juga sering kehabisan barang.  “Padahal pernah ada yang mau pesan 800 unit. Tapi kami tidak bisa menyanggupi karena orderan dibatasi,” ujarnya.

Di Perdana Elektronik menjual 2 merk STB, yaitu sharp dan polytron. Merk sharp seharga Rp 240 ribu sementara polytron seharga Rp 250 ribu. “Selain STB, penjualan parabola juga laris manis. Setiap hari rata-rata bisa terjual 10 unit,” bebernya.

Hal yang sama berlaku juga di Toko Miki Elektronik. Di toko ini setiap hari rata-rata terjual 1 unit STB. Toko hanya bisa order 10 unit STB dari suplier. “Laku sekali penjualan STB. Tapi sayangnya orderan dibatasi, jadi gak bisa jual lebih banyak,” ungkap Ayu, Pemilik Toko Miki Elektronik

Menurut Ayu, penjualan STB mulai mengalami peningkatan sejak penghentian siaran tv analog. Bahkan katanya, harga STB juga terus mengalami kenaikkan. “Awalnya saya jual harga kisaran Rp 225 ribu, sekarang harganya sudah kisaran Rp 400 ribu,” kata Ayu.

Sekedar informasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi menghentikan siaran TV Analog atau Analog Switch Off (ASO) pada 2 November 2022 pukul 24.00 WIB. Tercatat, pada tahap awal ada 230 kabupaten/kota yang telah dilakukan penghentian siaran TV analog.(al)

Harga BBM Turun, Ini Update Harga Terbaru di Bontang

0
SPBU Kopkar PKT memasang baliho kecil bertuliskan pemberitahuan harga BBM turun. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – SPBU di Bontang ikut menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), pasca pemerintah pusat menetapkan turun harga beberapa waktu lalu.

Penurunan harga BBM disampaikan pemerintah pusat  sejak 3 Januari 2023 lalu.Terdapat 3 jenis BBM yang turun harga, yaitu pertamax, pertamax turbo dan dexlite. Sementara, jenis pertalite dan solar masih dengan harga sama seperti sebelumnya.

“Saya cukup update untuk berita-berita kenaikan atau penurunan. Pengumuman itu saya liat di grup sekitar jam 12 siang. Kemudian, jam 3 sore kami sudah mengikuti arahan penurunan harga yang ditetapkan,” ucap Muhammad Jufri, Pengawas SPBU Kopkar PKT.

Harga pertamax kini menjadi Rp 13.050 dari harga Rp 14.200. Kemudian pertamax turbo dari Rp 15.500 menjadi Rp14.350 dan dexlite dari harga Rp 18.650 menjadi Rp 16.500.

Jufri menambahkan, penurunan harga di wilayah Pulau Jawa dan Kalimantan berbeda. “Semakin dekat dengan Ibu Kota sepertinya akan semakin murah,” imbuhnya.

Turunnya harga BBM saat ini, menurut Jufri tidak ada peningkatan pembelian yang signifikan. Tingkat penjualan masih sama seperti sebelum-sebelumnya. (sya)

Info Anak Bontang Baru Pecah Mata Akibat Main Lato-Lato, Hoaks!

0
Tangkapan layar pesan berantai anak Bontang Baru pecah mata akibat main lato-lato. (Ist)

BONTANG – Beredar informasi di grup-grup whatsapp, seorang bocah alami pecah bola mata akibat bermain lato-lato.

Pada informasi berantai yang tersebar di beberapa grup whatsapp beberapa hari terakhir ini, terdapat foto seorang anak berselimut putih dengan kondisi mata kanan diperban. Mengenakan penutup kepala warna hijau sedang berbaring di atas kasur. Sekilas tampak seperti habis menjalani operasi.

Dikatakan anak itu merupakan warga RT 25 Kelurahan Bontang Baru. Berpesan agar anak-anak berhati-hati main lato-lato.

Berikut isi pesan lengkap yang tertulis di informasi itu “Assalamualaikum teman2…mau saling mengingatkan yg pada punya anak main lato-lato di awasin yaa.. ini temen ponakan SD kelas 3 main lato2 kena bola mata pecah akhirnya di angkat dan mata buta sebelah.. (warga RT 25 Kel Bontang Baru)”

Isi pesan singkat itu yang mengatakan si anak merupakan warga RT 25 Kelurahan Bontang Baru adalah hoaks alias tidak benar. Hal ini sudah dikonfirmasi oleh Lurah Bontang Baru, Rully Adi Putra yang menegaskan bahwa berita tersebut tidak benar.

Rully sudah mengecek langsung ke Ketua RT 25, Kelurahan Bontang Baru. Ditegaskan oleh Ketua RT 25 bahwa berita itu hoaks. Tidak ada warganya yang mengalami kejadian seperti yang ada di dalam informasi berantai tersebut.

“Hoaks berita itu,” jawab Rully singkat membalas pesan wartawan Radarbontang.com, Selasa (10/1/2023). Kemudian menunjukkan capture jawaban Ketua RT 25 kepada media ini untuk memperkuat jawabannya.(al)

Wawali Bontang: Apresiasi HUT Ke-66 Pemprov Kaltim dan Ajang Berbenah

0
Wakil wali Kota Bontang, Najirah mengahadiri HUT ke-66 Pemprov Kaltim. (Istimewa/Yahya/Media Kaltim)

BONTANG – Wakil wali Kota Bontang, Najirah memberikan harapan dan tanggapannya di Hari Ulang Tahun ke 66 Provinsi Kalimantan Timur. Peringatan HUT ke-66 Kaltim diperingati pada Senin (9/1/2023) dengan melaksanakan pemberian panji-panji keberhasilan bagi Kabupaten/Kota se-Kaltim di Plenary Hall, Gor Sempaja, Samarinda.

Najirah mengungkapkan harapan dan apresiasinya kepada pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim yang telah berusia 66 tahun dan berbagai apresiasi penghargaan yang diberikan dari Pemprov Kaltim ke Kota Bontang.

“Mengapresiasi atas usia Pemprov Kaltim yang ke-66 tahun. Dan penerimaan capaian yang diraih kota Bontang,” kata Najirah saat dihubungi Mediakaltim.com, Senin (9/1/2023).

Hal lainnya, dikatakan Najirah capaian yang telah diraih Kota Bontang ada 8 panji penghargaan yang diberikan langsung oleh Gubernur Kaltim. “Ada 8 panji keberhasilan yang diterima,” papar Najirah.

Melalui HUT ke-66 Pemprov Kaltim ini, dirinya mengatakan mendukung kesiapan Ibu Kota Negara (IKN) di Provinsi. “Ke depannya tetap bagaimana memperjuangkan kesiapan di Provinsi. Karena semua bidang harus berbenah dan mempersiapkan diri,” jelas Najirah. (yah)

Kurang 80 Personel, Disdamkartan Masih Butuh Relawan Pemadam Kebakaran

0
Suasana Mako Disdamkartan Bontang. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang masih terus mencari Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) yang akan disebar di setiap kelurahan di Kota Bontang.

Perekrutan bertujuan untuk membantu anggota Disdamkartan, saat melakukan penanganan dan pencegahan kebakaran atau upaya penyelamatan.

Tahun 2022 lalu, Disdamkartan baru memiliki 80 redkar. Total yang dibutuhkan sebanyak 160 redkar. Kepala Disdamkartan Kota Bontang, Amiluddin mengatakan, di tahun 2023 ini Disdamkartan akan kembali melakukan perekrutan hingga tercapai jumlah ideal Redkar yang dibutuhkan.

“Relawan-relawan akan melakukan fungsinya di tengah masyarakat. Paling tidak penanganan awal dilakukan oleh relawan kebakaran,” jelas Amiluddin kepada Mediakaltim.com (jaringan radarbontang.com), Senin (9/1/2023).

Amiluddin menambahkan akan melakukan pembinaan pada redkar, serta melengkapi dengan alat komunikasi Handy Talky (HT).

“Kami akan berikan dua alat komunikasi setiap satu kelurahan bagi Redkar. Diharapkan informasi akan cepat sampai pada Disdamkartan, dan dapat ditangani dengan cepat. Kami minimalisir kerugian pada masyarakat,” kata Amiluddin.

Ditambahkannya, tahun ini kita sudah membagi siapa yang menangani kebakaran, menangani penyelamatan, dan edukasi. Kita akan bekali bagaimana menangani ular hingga penanganan kebakaran.

Dirinya mengimbau kepada Redkar, bahwa pekerjaan mereka itu akan mampu menanggulangi terjadinya kerugian di masyarakat, dan akan meminimalisir terjadinya kerugian.

“Semakin banyak masyarakat yang mengetahui penanggulangan kebakaran dan terhadap penanganan binatang-binatang, masyarakat akan terlindungi. Membangun kesadaran, makanya sosialisasi penting,” tandasnya. (yah)

Belum Ada Izin Aktifitas, Pantai Galau Ditutup

0
Kelurahan Tanjung Laut Indah bersama pemilik lahan dan babinsa bhabinkamtibmas saat menutup Pantai Galau. (Ist)

BONTANG – Kelurahan Tanjung Laut Indah akhirnya menutup Pantai Galau, Sabtu (7/1/2023) kemarin. Banyak faktor penyebabnya, namun yang paling utama karena belum adanya izin resmi dari pemilik lahan ke kelurahan.

Pantai Galau ditutup bukan hanya karena ada kasus tenggelamnya seorang anak beberapa waktu lalu. Pihak kelurahan sudah ingin menutup pantai yang berlokasi di RT 14, Kelurahan Tanjung Laut Indah itu sejak sebulan lalu.

Lantaran pantai ini kerap dijadikan tempat beraktifitas negatif. Tenggelamnya bocah menjadi penguat pihak kelurahan untuk menutup Pantai Galau.

Lurah Tanjung Laut Indah, Nur Faidah melalui Kasi Pemerintahan dan Trantib, Husain menjelaskan, faktor utama ditutupnya pantai karena belum adanya izin resmi dari pemilik lahan, yaitu Joni Muslim kepada pihak kelurahan.

“Pengajuan izin beraktifitas di pantai itu belum ada sampai sekarang,” ujar Husain saat ditemui Radarbontang.com di Kantor Kelurahan Tanjung Laut Indah, Senin (9/1/2023).

Penutupan tersebut sudah berkoordinasi dengan  pemilik lahan serta pihak terkait seperti FKPM dan warga sekitar. Pemilik lahan pun sudah menyetujui agar Pantai Galau ditutup.

“Pemilik lahan setuju saja Pantai Galau ditutup, karena selama ini dirinya tidak pernah merasa mengijinkan lahannya dibuka untuk umum,” beber Husain.

Menurut sang pemilik, ada oknum yang sengaja membuka lahan sehingga banyak pengunjung yang berdatangan.

Faktor lainnya, tidak ada petugas khusus yang ditempatkan memantau pantai reklamasi tersebut. Sehingga pengunjung dapat beraktivitas bebas di pantai tersebut.

Lantaran itu pantai ini kerap dijadikan pengunjung berbuat hal-hal negatif. Pengunjung sering kedapatan minum-minum, berbuat mesum, dan hal negatif lainnya.

“Kami sering dapat laporan dari warga yang berprofesi nelayan, bahwa ada orang minum-minum di pantai itu. Lalu kami patroli tengah malam, benar saja kami dapati pengunjung minum minuman keras (miras),” beber Husain menceritakan pengalamannya saat patroli.

Husain menambahkan, saat Pantai Galau ingin ditutup ada oknum warga yang menolak penutupan. Namun karena pihak kelurahan datang menutup bersama tim gabungan dari babinsa dan bhabinkamtibmas, oknum tersebut tidak berani menolak. “Karena kami datang satu tim, oknum itu tidak bisa berbuat apa-apa,” pungkasnya. (al)

Sepanjang Tahun 2022, 38 Kebakaran 416 Evakuasi dan Penyelamatan

0
Unit-unit pemadam saat standby di Mako Disdamkartan. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG –Sepanjang tahun 2022, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang mencatat 38 peristiwa kebakaran. Sedangkan untuk evakuasi dan penyelamatan, tercatat 416 kejadian yang berhasil tertangani.

Kepala Bidang Pengendalian Operasional Disdamkartan Kota Bontang, Agus Salim mengatakan, dari seluruh peristiwa kebakaran tersebut, rumah tempat tinggal paling banyak menjadi sasaran amuk si jago merah. Kebakaran juga kerap terjadi pada tumpukan bahan bakar.

“Peristiwa kebakaran terbanyak terjadi pada Oktober dan November 2022. Terjadi pada rumah tinggal,” kata Agus Salim ditemui Radarbontang.com (jaringan Mediakaltim.com), Senin (9/1/2023).

Lanjut Agus, penyebab kebakaran pada rumah tinggal dipicu oleh kelalaian penghuni rumah saat memasak.  Namun dirinya juga menyebut, bisa terjadi pula karena alat memasak yang rusak sehingga menyebabkan kebakaran.

“Misalnya saat memasak lalai ditinggal atau komponen kompor yang mengalami kerusakan dan indikasi kebocoran, bisa jadi penyebab kebakaran,” ungkapnya.

Disdamkartan Bontang memiliki tim penyuluh dalam memberikan edukasi dan sosialisasi, kepada masyarakat dalam pencegahan kebakaran yang menjadi perhatian bersama.

Sementara, Kasi Penyelamatan dan Investigasi Disdamkartan, Fitriansyah mengungkapkan, dalam penanganan evakuasi dan penyelamatan, Disdamkartan Bontang berhasil melakukan sebanyak 416 penanganan. Aksi penyelamatan terbanyak pada penanganan sarang tawon. Sebanyak 140 kasus dan evakuasi ular sebanyak 177 penanganan.

“Dalam penanganannya, masyarakat melakukan pelaporan ke markas komando Disdamkartan. Kemudian melakukan tindak lanjut ke tempat pelaporan,” kata Fitriansyah.

Sedangkan untuk penanganan sarang tawon yang dilaporkan, dilakukan pada malam hari. Ini dilakukan untuk mengurangi risiko.

“Ada perbedaan, kalau tawon tersendiri evakuasinya. Evakuasinya malam, karena kita cek dulu sarang tawonnya dalam ketinggian berapa dan besar sarang tawonnya,” jelasnya.

Fitriansyah menambahkan, untuk penanganannya sendiri, anggota personel Disdamkartan langsung diterjunkan dari Mako Disdamkartan.

“Kalau kejadian evakuasi masyarakat tidak perlu terlalu panik. Kami juga sudah membagikan atau menyebar nomor hotline Disdamkartan di tempat-tempat umum,” pungkasnya. (yah)

Pencarian Masih Dilanjutkan, Begini Kronologi Hilangnya 2 Pemancing

0
Tim dari BPBD sedang membahas upaya pencarian pemancing hilang di perairan Bontang. (ist)

BONTANG – Dikabarkan 2 pemancing hilang di perairan Bontang, Minggu (8/1/2023) kemarin. Sementara seorang pemancing lainnya berhasil selamat. Berikut kronologi kejadian hilangnya 2 pemancing tersebut.

Kronologi kejadian diceritakan oleh korban selamat, M Rizal (28). Berdasarkan keterangan Rizal, dirinya bersama 2 rekannya yang dinyatakan hilang, yaitu Setia Budi (51), Pengurus Masjid Al Muhajirin, Bukit Indah dan Didin Budianto (48) warga Sangatta pergi memancing pada Hari Sabtu (7/1/2023) malam sekira pukul 23.00 Wita. Bertiga berangkat melalui Dermaga Bontang Kuala menggunakan perahu ketinting.

Imam Masjid Baiturrahim, Rawa Indah ini melanjutkan, sekira pukul 01.00 wita, Minggu (8/1/2023) dini hari, kapal terkena gelombang. Mereka sempat berlindung di Pondok Pasilan. Lalu sekira waktu subuh kembali ke laut hendak melanjutkan memancing di lokasi sekitar buoy 1 PKT.

Pukul 06.00 wita hari Minggu pagi kapal kembali terkena gelombang badai, hingga perahu yang ditumpangi terpenuhi air dan tenggelam. Korban atas nama Rizal terlepas dari pegangan perahu dan mendapatkan ember, sehingga dapat digunakan untuk mengapung. Namun naas kedua rekannya yang lain tidak terlihat lagi.

Pada pukul 11.40 wita korban diselamatkan Kapal Rasna 01 (kapal penjaring ikan).
“Kejadian tersebut dilaporkan pemilik kapal kepada Polair dan diteruskan kepada BPBD Kota Bontang,” ujar Zainuddi, Kepala BPBD Bontang. Saat ini BPBD Bontang bersama tim gabungan masih melakukan pencarian 2 pemancing yang hilang. (al)