Beranda blog Halaman 1206

Komisi I DPRD Kaltim Tinjau Lokasi Lahan Sengketa Warga Dengan PT BSSR

0
Komisi I DPRD Kaltim bersama Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo saat meninjau lokasi lahan sengketa antara warga dengan PT BSSR, Rabu (22/6)

KUKAR – Terkait adanya aduan masyarakat tentang adanya penggusuran lahan dan tanam tumbuh warga yang diduga dilakukan oleh PT Baramulti Suskes Sarana Tbk (BSSR) di Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), untuk itu Komisi I DPRD Kaltim melakukan kunjungan lapangan atau peninjauan ke lokasi yang dimaksud.

Dalam peninjauan tersebut, Ketua Komisi I Baharuddin Demmu didampingi Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo serta anggota Komisi I yaitu Jahidin, Harun Al Rasyid, Marthinus, Herliana Yanti, Muhammad Udin dan Rima Hartati diterima langsung oleh Dadong Setia Gerusi selaku Kepala Bagian Eksternal di kantor/site PT BSSR, Rabu (22/6).

Komisi I menemukan sejumlah fakta di lapangan, di antaranya lahan warga yang bernama La Gessa seluas 3,5 hektar diklaim sudah dibebaskan oleh perusahaan.

Kemudian lahan seluas 1 hektar yang telah dibebaskan bukan berada di lokasi yang ditinjau tersebut. Baharuddin Demmu menjelaskan, hasil tinjauan Komisi I ke lahan yang dipermasalahkan akan dibahas dalam pertemuan dengan Polres Kukar terkait dengan perkembangan kasus tersebut.

“Jadi kita akan jadwalkan menemui polres Kukar secepatnya, untuk mengetahui kasusnya sudah sampai di mana. Seperti permintaan gelar perkaralah,” ujar Baharudin Demmu.

Menurut politisi PAN ini, saat melihat di lokasi, kondisi lahan sudah rusak akibat sudah ditambang oleh perusahaan. “Seperti kita lihat, dilapangan telah terjadi pengrusakan dengan terjadinya penambangan. Cuma yang menarik, dari pihak perusahaan kalau misalnya nanti kalah artinya milik Pak La Gessa maka perusahaan siap mengganti dan duduk bareng untuk membicarakan berapa sih hak-hak yang diminta Pak La Gessa,” ungkapnya.

Ia melanjutkan bahwa dalam waktu dekat Komisi I akan ke Polres Kukar lagi untuk mendengar seperti apa proses perkembangan dari kasus yang ditangani ini.

Di lokasi yang sama, Jahidin memperlihatkan dokumen yang diduga tanda tangan La Gessa yang dipalsukan. “Coba lihat ini dokumen ada tanda tangan La Gessa dipalsukan. Saya tau persis ini, karena pendidikan La Gessa, tidak mungkin sebagus ini,” tandasnya. (adv)

Komisi II DPRD Kaltim Sambangi BP BUMD DKI Jakarta

0
Komisi II DPRD Kaltim dipimpin Sekretaris Komisi II DPRD Kaltim Nasiruddin menyambangi kantor BP BUMD di DKI Jakarta, Rabu (22/6).

JAKARTA – Hasil diskusi dengan Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD)Provinsi DKI Jakarta, Sekretaris Komisi II DPRD Kaltim, Nasiruddin menyebut bahwa terdapat beberapa saran terkait dengan persiapan IKN bahwa keterlibatan daerah juga sangat penting, yaitu keterlibatan BUMD dalam proses pembangunan IKN.

“Mereka menyarankan salah satu yang bisa dicoba yaitu melalui konsorsium yang terbentuk ataukah perusda yang dilibatkan dalam pembangunan IKN. Ini nantinya akan kita bahas lebih dulu di internal Komisi II, supaya hasil diskusi kita ini setidaknya bisa diterapkan di Kalimantan Timur,” sebutnya.

Nasir menambahkan, saran tersebut menjadi masukan yang sangat baik bagi Komisi II untuk kemajuan Kalimantan Timur melalui Perusda yang dimiliki Kaltim. Karena bisa kita lihat selama ini Kalimantan Timur terkesan hanya jadi penonton saja dalam berbagai sektor.

“Dengan adanya hasil studi banding ini, mendapat berbagai masukan yang nantinya bisa kita implementasikan di Kalimantan Timur,”, ungkap Nasir dalam pertemuan yang juga dihadiri Mashari Rais, Masykur Sarmian dan Puji Hartadi.

Sementara itu, sejumlah informasi yang didapat dalam diskusi di Kantor BP BUMD DKI Jakarta tersebut yaitu landasan hukum dalam mengelola Badan Pembinaan BUMD tersebut.

Diantaranya yaitu, tentang Kepengurusan BUMD dalam Pergub Nomor 109 Tahun 2011, Pergub 150 Tahun 2014 tentang Tata Cara Penyetoran Hasil Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, Pergub Nomor 50 Tahun 2018 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Direksi Badan Usaha Milik Daerah dan Perusahaan Patungan.

Selain itu tentang Rencana Bisnis dan Rencana Kerja dan Anggaran BUMD, Pengelolaan Investasi pada BUMD Provinsi DKI Jakarta serta beberapa landasan hukum terkait lainnya.

Dikatakan Rio, Kasubag Umum dan Kepegawaian BP BUMD yang menerima kunjungan Komisi II DPRD Kaltim saat itu. Bahwa disebutkan fungsi dan peran BP BUMD sangat penting bahkan sejajar dengan SKPD.

“Bagaimana targetnya yaitu dalam rangka pembangunan DKI Jakarta, selain itu dalam merekrut direksi harus professional dan independent. Begitupun
dalam rencana Penambahan Modal Dasar kepada BUMD harus berhati-hati sesuai rencana bisnisnya,” kata Rio.

Ia juga mendorong pentingnya keberadaan BP BUMD dalam mengelola BUMD yang ada agar mencapai sasaran, yaitu percepatan pembangunan, kemanfaatan umum barang dan jasa serta memperoleh laba. Dengan tujuan tersebut, melalui BP BUMD sejumlah tupoksi kerja yang dimiliki oleh BP BUMD agar sangat membantu dalam BUMD mencapai tujuan.

Untuk diketahui sejumlah tupoksi kerja BP BUMD diantaranya yaitu, perumusan dan penetapan kebijakan dibidang penyusunan inisiatif bisnis strategi, penguatan daya saing dan sinergi, penguatan kinerja, penciptaan pertumbuhan berkelanjutan, restrukturisasi, pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas insfrastruktur bisnis BUMD.

Selain itu pengkajian dan pengajuan pembentukan BUMD baru, monitoring pengelolaan BUMD, monitoring evaluasi proyek penugasan strategis Gubernur pada BUMD dan juga pelaksanaan pengangkatan dan pemberhentian Direksi, Badan Pengawas dan Komisaris pada BUMD dan Perseroan Wakil Pemerintah Daerah. (adv)

Komisi II DPRD Kaltim Belajar Pengelolaan Perusda ke PT PJU

0
Komisi II DPRD Kaltim saat melakukan kunjungan kerja ke PT Petrogas Jatim Utama (PJU) terkait pengelolaan perusda, Rabu (22/6)

SURABAYA – Guna meningkatkan kinerja Perusahaan Daerah (Perusda) di Kaltim, Komisi II DPRD Kaltim terus mencari literasi dan referensi dengan melakukan kunjungan kerja ke salah satu Perusda di Jawa Timur, Rabu (22/6).

Salah satu perusda yang kinerja dinilai berhasil dalam memberikan sumbangsih PAD yakni PT Petrogas Jatim Utama (PJU) yang berada di Kota Surabaya.

Lantas bagaimana dengan Perusda Kaltim yang selama ini sudah berjalan? Karena itu, DPRD Kaltim melalui Komisi II bertandang ke PT PJU untuk sharing kiat pengembangan perusda agar terendnya menjadi positif.

Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono usai berdiksui dengan pihak PT PJU mengatakan, berdasarka hasil diskusi dan sharing dengan pihak PT PJU selaku salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Timur (Jatim), banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran untuk diterapkan di Kaltim, khsusnya berkaitan dengan pengembangan perusda.

“Pertama, dari hasil pemaparan direksi adri PT PJU, kata kuncinya adalah profesionalisme. Mengapa demikian? Karena ketika berbicara bisnis to bisnis, maka memang harus ditangani oleh orang profesional dan berintegritas tinggi, dan profesionalisme itu didukung dengan kapasitas dan kapabilitas yang memang itu bidangnya, sehingga ketika menjalankan perusda ini, memang backgroundnya harus benar yang kapable,” terang Tiyo, sapaan akrabnya.

Untuk itu kata dia, Kaltim harus banyak belajar dari Jatim. Ketika berbicara mengenai pengelolaan Participa Participating Interest (PI), kemudian perusda yang lain dengan bidang masing-masing, maka kata kuncinya adalah profesionalisme

“Kedepannya, Pemprov Kaltim dan DPRD harus sama-sama duduk bareng untuk bicara terkait perusda harus berkembang secara profesional. Termasuk juga nanti masalah perda maupun regulasi yang mengatur hal itu,” ucap Politisi Golakr ini.

Dari hasil diskusi itu, lanjut dia, bahwa PT PJU ini dikelola secara profesional. Dalam artian, direksi yang ada dalam perusahaan ini adalah mereka yang sesuai dengan bidangnya dan ditempati oleh orang-orang yang berkompeten.

Dirinya berharap, literasi pengembangan perusda, kedepan Pemprov Kaltim melakukan sharing session dengan mendatangkan tenaga profesional untuk melakukan training, dan jika perlu dilakukan hayer tiga hingga lima tahun melakukan supervisi kepada perusda di Kaltim.

“Supaya, perusda kita terus berkembang dan kata kuncinya nanti adalah membuka lapangan kerja. Ketika profit sudah bagus, membuka lapangan kerja, maka silakan lah orang-orang kita bisa mengambil peran,” pungkas Tiyo. (adv)

Optimalkan Peran Posyandu Atasi Stunting, PKT Gelar Pelatihan PMBA dan Antropometri

0

BONTANG – Optimalkan peran dalam mencegah stunting, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Bontang melalui Puskesmas Bontang Utara 2, gelar Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) serta Penyegaran Antropometri, bagi puluhan kader Posyandu Kelurahan Loktuan dan Gunung Elai Bontang Utara. Pelatihan berlangsung selama 5 hari di Gedung Koperasi Karyawan PKT, dimulai Senin (20/6/2022).

Pimpinan Puskesmas Bontang Utara 2 Dwiyanti, mengatakan peserta pelatihan terdiri dari 72 kader posyandu Kelurahan Loktuan dan 5 kader dari kelurahan Gunung Elai. Selama pelatihan para kader akan dibekali pengetahuan dan keterampilan pemberian makan bagi bayi dan anak, hingga kemampuan konseling yang bisa diterapkan secara mandiri di lingkungan keluarga maupun posyandu.

“Begitu pula dengan penyegaran antropometri, para kader dilatih untuk mampu melakukan pengukuran tubuh serta penimbangan anak sesuai standar dalam menilai status gizi dan pertumbuhan,” ujar Dwiyanti.

SVP SPI PKT Budi Susilo, mengungkapkan pelatihan ini merupakan kesinambungan kepedulian PKT terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak di Kota Bontang, sekaligus upaya mencegah terjadinya stunting melalui pelayanan berbasis masyarakat. Hal ini merupakan salah satu fokus PKT, dengan meningkatkan kontribusi dalam menekan angka stunting di Kota Bontang guna mendukung tercapainya 17 indikator Sustainable Development Goals (SDGs).

Menurut dia, penanganan stunting tidak bisa dilakukan hanya dengan perluasan jangkauan pelayanan, tapi juga peningkatan pengetahuan dan keterampilan para kader sebagai ujung tombak pelayanan di Posyandu. “Maka dengan pelatihan ini, para kader posyandu diharap mampu mengimplementasikan PMBA dan pemantauan pertumbuhan anak secara mandiri,” kata Budi Susilo.

Seiring dengan meningkatkan kapasitas dan kemampuan kader posyandu untuk pemberian makanan bayi hingga antropometri, diharap program pengendalian dan pencegahan stunting (PEDALGAS) yang terlaksana melalui sinergi PKT bersama Pemkot Bontang berjalan lebih optimal, sehingga target Pemerintah dalam menekan angka stunting hingga 14 persen di tahun 2024 tercapai sesuai target.

“Keterampilan kader posyandu dari pelatihan ini dapat menjadi salah satu langkah preventif dalam pengendalian stunting di Kota Bontang,” tambah Budi Susilo.

Kepala Dinkes Bontang Toetoek Pribadi Ekowati, berpesan agar para kader posyandu dapat menyerap pengetahuan dan keterampilan yang dibekali selama pelatihan, agar kedepan mampu terimplementasi di posyandu masing-masing. Dirinya menilai pelatihan ini sangat penting untuk dipahami kader posyandu, mengingat asupan gizi kronik harian yang tidak mencukupi merupakan penyebab utama stunting yang perlu ditangani dengan baik.

“Begitu juga untuk antropometri, perlu banyak penyegaran bagi para kader posyandu agar bisa menyamakan persepsi untuk pengukuran tinggi dan lingkar lengan anak, maupun penimbangan berat tubuh. Sebab jika ada kesalahan data pengukuran, akan berpengaruh signifikan terhadap tingginya angka stunting,” ungkap Toetoek.

Sekretaris Kota Bontang Aji Erlynawati, mengapresiasi komitmen PKT dalam mendukung penanganan dan pengendalian stunting melalui pembinaan kader posyandu secara berkesinambungan. Dirinya menyebut percepatan penurunan angka stunting merupakan salah satu upaya Pemkot Bontang dalam menciptakan sumberdaya manusia unggul, yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan keterlibatan berbagai pihak.

“Adanya kolaborasi lintas sektor seperti halnya dengan PKT, Pemkot Bontang optimis angka prevalensi stunting yang saat ini 19 persen mampu ditekan hingga 14 persen di tahun 2024,” ucap Aji.

Pelatihan ini pun dinilai sejalan dengan langkah Pemkot Bontang, khususnya program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi bayi dan balita di posyandu melalui stimulan RT. Pada program ini kelompok masyarakat dan kader posyandu difasilitasi untuk peningkatan kapasitas diri, melalui ragam pelatihan seperti halnya PMBA dan Antropometri agar mampu memberikan pelayanan optimal.

“Kader posyandu merupakan pilar utama dan garis pertahanan terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayahnya. Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada PKT yang telah membekali kader posyandu pada pelatihan ini, sehingga dapat memberikan pelayanan mandiri untuk kedepannya,” pungkas Aji Erlynawati.(*)

Ketua DPRD Makmur Apresiasi Lokakarya di Selat Makassar untuk Penopang IKN

0
Ketua DPRD Kaltim hadiri lokakarya tentang penguatan peran pemerintah daerah di kawasan Selat Makassar untuk penopang IKN, Mamuju, Senin (20/6).

MAMUJU – Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK mengapresiasi kegiatan lokakarya tentang penguatan peran pemerintah daerah di kawasan Selat Makassar untuk penopang IKN, Mamuju, Senin (20/6).

Menurutnya, kegiatan tersebut berguna dan penting dalam menyokong berbagai sektor di Kaltim sebagai IKN. Terlebih pada kegiatan tersebut seluruh perwakilan daerah yang hadir menyatakan komitmennya dalam mendukung pembangunan IKN yang diwujudkan dalam penandatanganan bersama.

“Ini pertama kalinya dilakukan di Indonesia. Saya memahami betul konsep pak Pj Gubernur Sulbar yang ingin seluruh daerah khususnya penopang IKN untuk saling bekerjasama,” sebutnya.

Dengan adanya komitmen bersama maka kedepannya akan mempermudah dalam mengatasi dan menjawab segala tantangan atau persoalan yang dihadapi dalam proses pembangunan dalam arti luas.

Tidak dipungkiri lanjut dia kontribusi Pulau Sulawesi dan Jawa dalam pemenuhan kebutuhan pertanian dan perkebunan di Kaltim cukup besar karenanya di samping Kaltim berbenah dan berupaya dalam pemenuhan swasembada pangan maka peran kedua pulau tersebut cukup berarti terlebih ketika IKN nantinya dengan kebutuhan akan berkali-kali lipat.

Pj Gubernur Sulawesi Barat Akmal Malik mengatakan maksud diadakannya lokakarya ini adalah untuk memperkuat peran pemerintah daerah di Kawasan Selat Makassar dalam mendukung pembangunan Ibukota Negara di Provinsi Kaltim.

“Menginventarisir peluang pemerintah daerah di pesisir Selat Makassar dalam pembangunan dan pemindahan IKN. Menjajaki kerjasama antar pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota di pesisir Selat Makassar untuk memaksimalkan peluang pembangunan dan pemindahan IKN,” jelasnya.

Selain itu, mengumpulkan data dan informasi potensi yang dimiliki dalam mendukung pembangunan dan pemindahan IKN. Memperkuat kerjasama antar pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota untuk mengatasi kendala dan hambatan yang dihadapi. (adv)

Piala Kasad di Wilayah Kodim Bontang Resmi Dimulai, Jadi Ajang Silaturahmi Santri

0

BONTANG – Kick off pertandingan sepak bola Piala Kepala Staff Angkatan Darat (Kasad) liga santri PSSI Tahun 2022 di wilayah Kodim 0908/BTG resmi dimulai, Senin (20/6/2022).

Bertempat di lapangan Stadion Mulawarman Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, pertandingan perdana mempertemukan PS Hidayatullah (Kodim 0908/BTG) dengan PS Al Mulfit (Kodim 0909/KTM). Hasilnya, PS Hidayatullah menang telak dengan skor akhir 8-0.

Dalam amanat tertulisnya, Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurrahman menyampaikan, jika turnamen ini merupakan ajang silaturahmi para santri se-Indonesia dalam mencari bibit pesepakbola unggul. TNI Angkatan Darat, kata Kasad, sangat menaruh perhatian terhadap olahraga sepak bola. Harapannya, mereka dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga seluruh pertandingan dapat terselenggara dengan baik dan sesuai jadwal yang direncanakan,” kata Jenderal Dudung.

Turnamen ini diawali di tingkat kabupaten/kota mulai 20-30 Juli 2022. Kemudian dilanjutkan tingkat provinsi dari 7-23 September, lalu tingkat nasional pada 25 September – 22 Oktober 2022. Kasad berpesan kepada para pemain, agar menunjukkan kemampuan terbaiknya, fokus, serta menjunjung tinggi sportivitas.

Turut hadir dalam kick off tersebut Pasiter Kodim 0908/BTG Lettu Arh Yohanes Bay, Ketua PSSI Bontang yang juga Ketua DPRD Andi Faisal Sofyan Hasdam, Pasiter Kodim 0909/KTM Kapten Inf Arif Safardiatno, Pasimin Denarhanud 002/ABC Lettu Arh Taufik, Danramil Teluk Pandan Lettu Kav Roni Afrianto, Sekjen PSSI Bontang Yusuf, serta Sekjen PSSI Sangatta Fandi. (Pendim btg)

Olahraga Bersama HUT Ke-76 Bhayangkara, Wali Kota: Spektakuler!

0

BONTANG – Spektakuler. Setidaknya itulah gambaran suasana ‘Olahraga Bersama’ garapan Polres Kota Bontang untuk menyemarakkan HUT Ke-76 Bhayangkara di Stadion Bessai Berinta atau Stadion Langlang, Kota Bontang, Minggu (19/6/2022).

Olahraga Bersama ini dikemas dalam kegiatan senam aerobik dilanjutkan gowes dan jalan sehat serta dihibur oleh artis dangdut dari Jawa Timur. Menariknya lagi, lebih dari 100 doorprize diperebutkan dengan hadiah utama 3 sepeda motor serta dooprize elektronik lainnya.

Sejak pagi pukul 06.00 Wita, warga sudah mulai berdatangan memadati lapangan Stadion Bessai Berinta. Setelah berkumpul, diawali dengan senam aerobik dipandu instruktur dari Luluk Studio.

Tampak ikut berbaur Wali Kota Bontang Basri Rase, Wakil Wali Kota Bontang Najirah, Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi, Dandim 0908 Bontang Letkol Arh Choirul Huda, dan sejumlah unsur Muspida lainnya.

Setelah mengikuti senam, secara simbolis dilakukan pelepasan balon merah putih dan pengibaran bendera start menandai pelepasan peserta gowes dan jalan sehat oleh Wali Kota Bontang Basri Rase bersama unsur Muspida Kota Bontang.

Olahraga Bersama ini semakin heboh dengan kehadiran sejumlah komunitas di Kota Bontang. Baik komunitas gowes maupun paguyuban-paguyuban yang ikut meramaikan jalan sehat.

Suasana semakin meriah dengan hadirnya ‘Sahabat Kodim 0908 Bontang’. Kehadiran mereka sepanjang jalan ikut menjadi perhatian warga karena menggunakan seragam yang sama.

Menariknya lagi, peserta gowes ternyata bukan saja dari Bontang, tetapi juga daerah di Kaltim lainnya, seperti Kutai Timur, Samarinda dan Berau. Kapolres AKBP Hamam mengatakan, digelarnya Olahraga Bersama sebagai bentuk kebahagian semakin melandainya kasus Covid-19 yang telah melanda Indonesia selama dua tahun terakhir.

“Tetap sehat dan kuat untuk menuju Bontang Hebat. Khususnya kami menuju polisi yang prediktif, responsibilitas, transparansi, dan berkeadilan membuat pelayanan dari kepolisian lebih terintegrasi, modern, mudah, dan cepat (PRESISI) dan semakin dicintai masyarakat,” beber Kapolres.

Ia mengaku bersyukur antusias masyatakat cukup tinggi mengikuti Olahrga Bersama. Terbukti tercatat lebih dari 10 ribu kupon telah dibagikan untuk masyarakat.

“Terima kasih warga Bontang, dan partisipasi semua pihak sehingga acara ini bisa terselenggara dan berlangsung sukses,” ucapnya.

Kapolres berharap dengan bertambahnya usia Polri ke-76, polisi semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menciptakan suasana kondusif dan menciptakan iklim ekonomi berjalan dengan baik. “Mari kita bersama-sama menjaga kondusifitas Bontang agar tetap tentram dan aman,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang Basri Rase mengapresiasi kegiatan Olahraga Bersama yang digelar Polres Bontang dalam memeriahkan HUT ke-76 Bhayangkara. “Ini benar-benar spektakuler. Banyak sekali hadiahnya. Kita semua bersyukur, selama dua tahun ini, baru bisa berkumpul lagi memenuhi stadion ini,” ucapnya.

Sementara, Wawali Najirah juga menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-76 untuk para polisi yang tak lelah menjaga NKRI, berdedikasi tinggi demi menjaga keselamatan Bangsa dan Negara Indonesia. “Semoga Polri semakin profesional, modern, dan terpercaya… salam presisi!” pungkasnya. (dar/mk)