Beranda blog Halaman 1229

Ratusan Miliar untuk Perguruan Tinggi di Luar Kaltim, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Kecewa

0
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim H Akhmed Reza Fachlevi S.Sos

SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Kaltim H Akhmed Reza Fachlevi S.Sos mengaku sangat kecewa dan menyesalkan penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan tambang batu bara di Kaltim, disalurkan ke perguruan tinggi di Jakarta.

“Ini menjadi bukti bahwa selama ini Kaltim memang tidak pernah dianggap oleh para pengusaha tambang batu bara yang ada. Mereka hanya mengeruk kekayaan Kaltim, tapi manfaatnya diberikan ke daerah lain,” beber Reza, Rabu (11/5).

Sebelumnya dikabarkan, Pemerintah Provinsi menyebutkan dana CSR perusahaan tambang di Kaltim sebesar ratusan miliar dikucurkan ke perguruan tinggi di luar Kaltim. Yakni Rp 100 miliar untuk Institut Teknologi Bandung (ITB), Rp 50 miliar untuk Universitas Gajah Mada (UGM), dan Rp 50 miliar untuk Universitas Indonesia.

Disebutkan Reza, Kaltim selama ini sudah kenyang menerima bencana alam serta kerusakan lingkungan. Belum lagi sarana infrastruktur yang rusak akibat tambang batu bara.

“Makanya, miris dan menyedihkan jika kemudian dana sosial perusahaan justru diberikan ke universitas yang ada di Jawa. Seolah-olah di Kaltim ini tidak butuh pendidikan. Ada banyak perguruan tinggi di Kaltim. Belum lagi sekolah, madrasah dan pondok pesantren,” beber pria yang juga ketua Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kutai Kartanegara ini.

Politisi Gerindra yang juga ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) Kaltim ini menegaskan, Kaltim selama ini sudah menjadi anak manis. Tidak pernah menuntut banyak. “Tapi melihat ada fakta dana yang mengalir begitu besar dari perusahaan tambang, ini tidak bisa lagi dibiarkan,” sambungnya.

Ia mencontohkan, meski Pemprov Kaltim sudah menggelontarkan dana untuk beasiswa, nyatanya belum bisa membantu para mahasiswa dan siswa yang membutuhkan. Dengan dukungan perusahaan tambang yang ada di Kaltim, semestinya akan sangat membantu.
“Kalau kondisinya selalu seperti ini, Kaltim tinggal menunggu waktu. Batu bara habis, semua habis,” tegasnya.

Reza menyampaikan, selama menjabat sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Kutai Kartanegara, sudah berkeliling di hampir semua kecamatan. “Di desa-desa itu ada sekolah yang mau rubuh. Bangunannya tidak layak. Akses jalan rusak. Semestinya itu yang diberikan dukungan perusahaan,” tuturnya.

Belum lagi guru mengaji yang juga ikut mencerdaskan anak bangsa, juga bisa didukung melalui dana tanggung jawab sosial tersebut. “Guru yang melanjutkan pendidikan di Kaltim juga perlu dukungan beasiswa,” imbuhnya.

Untuk itu, dalam waktu dekat Reza akan melakukan rapat dengar pendapat dengan berbagai pihak membahas persoalan ini. Agar kepedulian pihak perusahaan lebih diprioritaskan di lingkungan lingkar tambang dan daerah penghasil tambang. (adv)

18 Jam Terendam Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh

0

BONTANG – Banjir yang melanda Kota Bontang sejak Selasa (10/5) dini hari dan baru mulai surut Selasa (10/5) pukul 22.00 Wita benar-benar membuat aktivitas warga lumpuh.

Banjir yang meredam sejumlah kawasan langganan banjir kali ini terbilang cukup lama dan cukup parah. Bebera akses jalan utama juga tak bisa dilalui dan harus dialihkan akibat tingginya genangan air. “Hampir 18 jam, kami harus menunggu air turun. Air naik mulai subuh pukul 4 dan baru 10 malam tadi mulai turun. Pagi ini, warga masih harus bersih-bersih dari lumpur,” tutur Nurcholis, warga Jalan Tomat Kota Bontang, Rabu (11/5) pagi.

Data dari BPBD Bontang hinggam Selasa (11/5) malam tadi, sebanyak 8 kelurahan terdampak banjir dengan jumlah 53 RT, 1.685 Kepala Keluarga (KK), atau 5.101 jiwa.

Adapun jumlah kelurahan yang terdampak banjir yakni wilayah Kelurahan Guntung sebanyk 9 RT yakni RT 4, 6, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17. Kemudian wilayah Kelurahan Gunung Elai sebanyak 9 RT yakni RT 13, 14, 15, 18, 19, 20, 43, 44, 45.

Di Kelurahan Api-api sebanyak 16 RT yakni RT 8, 11, 12, 13, 14, 21, 23, 29, 30, 32, 33, 34, 35, 39, 40, 41.

Kemudian Kelurahan Tanjung Laut Indah di RT 27, Kelurahan Tanjung Laut RT 35, Kelurahan Gunung Telihan sebanyak 10 RT yakni RT 12, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 24, 29, 30. Untuk Kelurahan Kanaan sebanyak 5 RT yakni RT 1, 2, 8, 9, 11 dan Kelurahan Satimpo RT 21 dan RT 25.

Wakil Wali Kota Bontang Najirah juga turun melakukan peninjauan banjir ke beberapa titik. Ikut mendampingi Sekda Kota Bontang dan kepala OPD terkait. Di sela peninjauan banjir ini, Najirah berharap Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Bontang segera menyiapkan dapur umum di Kelurahan yang terdampak banjir.

“Harus cepat tanggap, ini perusahaan juga sudah membantu, kalau dapur umum nanti DSPM yang akan menggkoordinir,” tutur Najirah.

Sementara itu, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga dikerahkan untuk mengevakuasi korban banjir. Kasi Pencegahan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Roni Apriansyah mengatakan, petugas telah mengevakuasi warga bernama Kusaeri Ali warga RT 20 Jalan Lombok Kelurahan Api-api.  “Setelah kami datangin kediamannya Pak Kusaeri langsung dievakuasi menggunakan perahu karet,” katanya kepada wartawan.

Selanjutnya, tim langsung mengevakuasi untuk mendapat pertolongan medis dengan membawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Jalan AM Parikesit. “Tadi kondisi fisiknya lemas dan harus segera di evakuasi ke tempat yang layak,” sambungnya.

Banjir kali ini diduga disebabkan air sungai di wilayah kota meluap setelah menerima tumpahan dari hulu sungai Kota Bontang. Ditambah lagi saluran drainase dan sungai juga tidak mampu menahan debit air sehingga banjir tidak bisa turun dengan cepat. Aliran ke laut juga lambat karena dalam kondisi konda. Terus drainase yang kecil dan tidak terpelihara tidak mampu menampung debit air. (ahr/mk)

Polres Bontang Lakukan Pengamanan Unjuk Rasa Damai di Kantor Kecamatan Muara Badak

0

BONTANG – Polres Bontang melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa damai yang digelar puluhan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Muara Badak (Ampera) dalam rangka Peringatan Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional di Simpang 6 Muara Badak dan Kantor Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kertanegara, Senin (9/5/2022).

Kegiatan unjuk rasa diikuti oleh Ikatan Mahasiswa Muara Badak (Imaba), Forum Gerakan Pemuda Masyarakat Pangempang (FGPMP), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Muara Badak, Persatuan Pemuda Muara Badak (PPMB), dan Pemuda Desa Tanjung Limau Kecamatan Muara Badak.

Mereka mengawali aksi dengan berkumpul  di depan Kantor Desa Gas Alam Badak 1 pada pukul 14.00 Wita. Kemudaian massa dengan jumlah sekitar 35 orang bergeser menuju bundaran Simpang 6 dengan menggunakan kendaraan roda 2 sekitar 10 Unit dan roda 4 sebanyak 2 unit.

Di Simpang 6, massa memulai orasi dengan menggunakan pengeras suara dan spanduk. Selanjutnya pada pukul 15.00 Wita massa menuju Kantor Kecamatan Muara Badak. Tuntutan pengunjuk rasa yaitu mendesak Pemerintah Kecamatan untuk merealisasikan Asrama Mahasiswa Muara Badak, menuntut perusahaan lokal untuk membuka beasiswa bagi mahasiswa Muara Badak yang kurang mampu.

Kemudian mereka meminta memprioritaskan mahasiswa Muara Badak dalam praktek kerja lapangan (PKL) atau magang di perusahaan di Muara Badak, memperjelas transparansi dana Corporate Social Responsibility (CSR) setiap perusahaan di Muara Badak dalam bidang pendidikan, memperjelas transparansi rekruitmen tenaga kerja perusahaan di Muara Badak, serta mengusut tuntas proyek pembangunan di Muara Badak yang terbengkalai dan tidak sesuai perencanaan pembangunan.

Dalam kegiatan pengamanan tersebut Polres Bontang menurunkan sebanyak 40 personel terdiri dari 1 pleton Dalmas awal gabungan Polsek Muara Badak dan Polsek Marang Kayu, serta 1 pleton Dalmas Inti Polres Bontang. Kegiatan ini dipimpin Kasat Intel Polres Bontang AKP Sumardi bersama Kapolsek Muara Badak Iptu Yoshimata JS Mangala.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Plt. Kasi Humas Iptu Mandiyono mengatakan Polres Bontang mengawal dan memberikan pengamanan aksi unjuk rasa damai yang dilakukan oleh Ampera sehingga pelaksanaan aksi dapat berjalan aman, damai, tertib, dan lancar.

”Hari ini kita turunkan sebanyak 40 personel sesuai dengan sprin (surat perintah, Red.) untuk menjaga dan dan mengawal unjuk rasa damai gabungan mahasiswa dan pemuda (Ampera) Kecamatan Muara Badak,” kata Mandiyono.

“Kita menurunkan personel bukan karena massa akan melakukan tindakan anarkis tetapi Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan, dan tanggung jawab kepolisian. Selama ini di Muara Badak selalu damai tetapi pengamanan dan pengawalan itu tetap dilaksanakan,” ujarnya.

Mandiyono menyampaikan ucapan terima kasih kepada gabungan Ampera yang telah melakukan aksi unjuk rasa dengan damai, sehingga berjalan dengan dan tertib. (hms)

Bocah RT 45 Gunung Elai Jadikan Banjir Wahana Bermain

0
Potret Anak-anak RT 45 Gunung Elai yang sedang asyik menikmati arus banjir.

BONTANG – Banjir yang mengepung Bontang sejak Selasa(10/5/2022) pagi, tak membuat keceriaan anak-anak di Jalan Brokoli RT 45 Kelurahan Gunung Elai, menghilang.

Titin, salah satu warga Jalan Brokoli 3 mengungkapkan dia sudah pasrah saat air mulai memasuki rumahnya dini hari. Dia akhirnya mengizinkan anak beserta keponakannya bermain di tengah genangan banjir.

“Dari pagi saya sudah pasrah mba, tapi ini banjir makin tinggi. Anak-anak makin senang, tapi tetap dalam pantauan saya, ” ungkapnya saat ditemui mediakaltim.com.

Terlihat sekumpulan anak menggunakan perahu dari styrofoam bermain di tengah banjir, sementara anak lainnya  berlarian melintasi arus banjir.

“Ya begini mba dari tadi anak-anak sudah bermain banjir. Mainnya juga hanya sekitar sini saja, senang sekali mereka. Nggak ada beban,” ucapnya.

Ketua RT 45 Nawawi mengungkapkan, banjir kali ini banjir terparah setelah banjir tahun 2019 lalu. Bahkan, dibanding banjir saat ramadan lalu.

“Ini terparah, karena hujannya semalaman. Dari jam 4 dini hari, air sudah mulai naik dan masuk ke wilayah RT 45,” jelasnya.

Sebagai Ketua RT, Nawawi selalu siap siaga membantu warga dan terus meminta anak-anak yang bermain air banjir untuk tetap berhati-hati.

“Karena arusnya sangat deras di wilayah Jalan Brokoli, anak-anak harus tetap hati-hati ketika sedang bermain,” pungkasnya. (ahr)

Jalan KS Tubun Macet Parah, Banjir Bikin Jalanan Bontang Lumpuh 

0
Jalan KS Tubun yang dipadati kendaraan.

BONTANG– Beberapa ruas jalan di Kota Bontang terpaksa ditutup dan dialihkan sementara akibat banjir. Diantaranya Jalan Ahmad Yani, Jalan Pattimura Kelurahan Api-Api, dan Jalan Imam Bonjol Kelurahan Gunung Elai.

Penutupan dilakukan karena banjir  mulai menggenangi jalan sejak Selasa (10/5/2022) pagi. Untuk menghindari kemacetan, Satlantas Polres Bontang berinisiatif untuk menutup sementara jalan.

“Iya kami tutup. Di Jalan Imam Bonjol, Jalan Pattimura dan Jalan Ahmad Yani. Jadi pengendara diminta mencari jalur alternatif,” kata seorang anggota Satlantas Polres Bontang.

Dari pantauan mediakaltim.com, banjir sudah merendam wilayah Kelurahan Guntung, Kelurahan Api-Api, Kelurahan Gunung Elai, Kelurahan Satimpo, Kelurahan Kanaan, dan Kelurahan Gunung Telihan.

Akibat banjir, semua kendaraan dialihkan melewati Jalan KS Tubun, lalu melewati Pasar Tamrin dan juga Jalan HM Ardans dan tembus ke arah Jalan Simon Tampubolon.

Pengalihan jalan mengakibatkan kemacetan parah di jalur alternatif, bahkan bus perusahaan yang mengantar pulang karyawan harus ikut mengantre di jalan tersebut.

“Situasinya benar-benar padat, ramai, jadi masyarakat diimbau  tidak terburu buru saat melewati jalan alternatif,” tandasnya. (ahr)

Banjir Lagi, Wawali Najirah Minta Perusahaan Bantu Warga Terdampak

0
Wawali Najirah, saat meninjau lokasi banjir di Kelurahan Telihan.

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Najirah meminta perusahaan ikut membantu warga terdampak banjir, dengan cara memberikan bantuan berupa makanan.

Hal tersebut dikatakannya saat mendatangi Kelurahan Gunung Telihan Kecamatan Bontang Barat, didampingi Sekertaris Daerah Aji Erlynawati, Kepala Dinas PUPRK Kota Bontang Usman. “Kita sudah minta perusahaan  membantu korban banjir yang melanda Kota Bontang,” kata Najirah, Selasa (10/5/2022).

Selanjutnya di setiap kelurahan  Najirah meminta untuk mendirikan dapur umum, sehingga bisa mengalokasikan makanan bergizi bagi warga terdampak banjir.

Terdapat 6 kelurahan yang terdampak banjir, Diantaranya Kelurahan Gunung Telihan, Kelurahan Kanaan, Kelurahan Api-api, Kelurahan Gunung Elai, Kelurahan Guntung, dan Kelurahan Satimpo.

“Harus cepat tanggap, beberapa perusahaan juga sudah terlihat membantu membagikan makanan,” pungkasnya. (ahr)

Pansus Ketenagalistrikan Jadwalkan Konsultasi Ke Kemendagri

0
Pansus Ketenagalistrikan menggelar rapat internal terkait evaluasi kegiatan dan jadwal konsultasi ke Kemendagri, Senin (9/5).

SAMARINDA – Panitia Khusus (Pansus) Pembahas Pembahas Penyelenggaraan Ketenagalistrikan DPRD Kaltim mengelar rapat internal guna membahas evaluasi kegiatan Pansus dan beberapa hal lain di ruang rapat gedung D lantai 3, Senin (9/5).

Rapat yang dipimpin Ketua Pansus Sapto Setyo Pramono juga dihadiri Wakil Ketua Pansus Bagus Susetyo dan anggota Pansus yakni Safuad, Amiruddin dan Ali Hamdi.

Sapto mengatakan dari hasil rapat internal ini Pansus memutuskan sesuai dengan kegiatan rapat koordinasi di Balikpapan yang sudah lengkap beberapa waktu lalu. Yang kemudian Pansus meminta tambahan satu bulan dalam rangka untuk melakukan konsultasi finalisasi akhir dan fasilitasi di akhir bulan Mei ini agar dapat segera di paripurnakan.

Dikatakan Sapto, bahwa Pansus akan melakukan konsultasi akhir ke Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) dalam rangka finaslisasi Perda nomor 4 tahun 2016 tentang penyelenggaraan ketenagalistrikan.

Menurut politisi partai Golkar ini, selain konsultasi ke Kemendagri, penambahan satu bulan ini juga dikarenakan masalah pandemi covid 19 dan juga dikarenakan ada banyak waktu yang tertunda.

”Kita minta waktu satu bulan, mungkin Insya Allah akhir bulan ini sudah selesai, bisa diparipurnakan dan sudah terjadwal di Badan Musyawarah, jadi tidak ada masalah dan jadi biar bisa segera dijalankan dan diimplementasikan,” ujarnya. (adv)

Ketua Pansus Sapto Setyo Pramono

Bapemperda Siap Usulkan Pembahasan Lima Raperda

0
Rapat Internal Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kaltim membahas program legislasi daerah Tahun 2021-2022, Senin (9/5).

SAMARINDA – Sejumlah panitia khusus pembahas rancangan peraturan daerah telah memasuki tahapan akhir masa kerja, dalam rangka maksimalisasi pembahasan program legislasi daerah maka Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kaltim mengusulkan pembahasan lima raperda.

Adapun lima raperda dimaksud yakni Pelayanan Kepemudaan, Kesenian Daerah Kaltim, Perubahan Peraturan Daerah Kaltim Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perangkat Daerah Kaltim, Pencabutan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Reklamasi dan Pasca Tambang, Pencabutan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Air Tanah.

Ketua Bapemperda DPRD Kaltim Rusman Ya’qub menjelaskan kelima raperda yang akan diusulkan untuk nantinya dibahas tersebut bentuknya perubahan, pencabutan dan raperda baru, serta merupakan inisiatif DPRD dan Pemprov Kaltim. “Dua raperda yang sifatnya baru dan inisiatif DPRD ada dua yaitu Pelayanan Kepemudaan dan Kesenian Daerah,” ujar Rusman pada rapat yang dihadiri Ely Hartati Rasyid, Syarkowi V Zahri, Saefuddin Zuhri, dan Salehuddin.

Ia mengatakan Raperda Kesenian merupakan aspirasi masyarakat, penggiat dan pemerhati kesenian yang telah melalui kajian Bapemperda sebagai bentuk perhatian terhadap kesenian Kaltim agar lebih berkembang.

Selain itu, dalam rangka efesiensi maka nantinya Bapemperda akan mengusulkan agar pembahasan raperda yang bersifat pencabutan diserahkan kepada alat kelengkapan dewan atau komisi pembidangan.

“Usulan itu nantinya akan disampaikan Bapemperda pada rapat paripurna, hal ini dimaksudkan karena sifatnya pencabutan. Sedangkan usulan raperda lainnya diserahkan kepada kesepakatan para rapat paripurna nantinya,” tuturnya.

Politikus PPP itu menyebutkan dalam rangka sinergitas implementasi pembentukan produk hukum daerah maka Bapemperda DPRD akan membentuk forum komunikasi Bapemperda kabupaten/kota se Kaltim. (adv)

Bontang Dikepung Banjir Lagi, Warga: Kami Lelah

0

BONTANG – Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Kota Bontang, Selasa (10/5) pagi ini, menyusul hujan deras yang mengguyur Kota Taman sejak Senin (9/5) malam. Dari pantauan Media Kaltim, banjir sudah menggenangi rumah warga, terutama di daerah-daerah langganan banjir, sejak Selasa (10/5) dini hari.

Kondisi ini membuat ribuan rumah warga yang tersebar di 6 kelurahan se-Kota Bontang, kembali terendam banjir. Yakni Kelurahan Api-Api, Kelurahan Gunung Elai, Kelurahan Guntung, Kelurahan Gunung Telihan, Kelurahan Satimpo, dan Kelurahan Kanaan.

Banjir cukup parah terjadi di Jalan Ahmad Yani (belakang Bank Dhanarta), Perumahan Bontang Permai, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Soekarno Hatta.

Lurah Gunung Elai Sulistyo mengaku, sampai saat ini air masih cukup tinggi, seperti di Jalan Imam Bonjol, Jalan Tomat dan sekitarnya. “Kalau di jalan Imam Bonjol ketinggian air sudah selutut orang dewasa,” kata Sulistyo.

“Sepertinya air masih terus naik sejak subuh tadi. Kalau dibanding banjir sebelum Lebaran tempo hari, banjir kali ini lebih besar,” tambah Sulistyo.

Sementara itu, di wilayah jalan poros Bontang – Samarinda Kilometer (Km) 5, air sudah mulai tergenang sejak Senin (9/5) malam. Antrean kendaraan juga sudah mulai terlihat. Sejumlah warga bahkan membantu para pengendara untuk melintasi genangan air.

Sementara di wilayah Kelurahan Guntung, air baru mulai masuk ke rumah warga sejak pukul 04.00 Wita subuh tadi.

Berdasarkan data Komunitas Pemerhati Air Sungai (Kompas), Selasa (10/5/2022), kenaikan air terjadi di hulu sungai Kota Bontang. Alat pengukur yang terpasang di Km 5 Jalan Poros Bontang Samarinda mencatat ketinggian air mencapai 3,5 meter.

Sementara, alat ukur yang terpasang di dalam Kota tepatnya di Kampung Inbis Aren atau di belakang X-toys Kelurahan Api-api, menunjukan ketinggian air sungai mencapai 3,33 meter.

Kemudian, di Jalan Brokoli Kelurahan Gunung Elai ketinggian air mencapai 3,2 meter. Dan di Kelurahan Guntung ketinggian air mencapai 1,6 meter.

Salah satu warga RT 20 Kelurahan Telihan Munawaroh, mengatakan air sudah mulai menggenangi rumahnya sejak pagi tadi, dan hingga saat ini air masih terus naik.

“Dari pagi sudah masuk sampai halaman, apalagi rumah tetangga sudah masuk lebih dulu daripada rumahku. Ya mau gimana lagi, setiap hujan deras selalui dihantui banjir, lelah sudah,” ungkapnya via pesan WhatsApp.

Saat ini, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang sedang turun untuk memantau kondisi air dan juga membantu mengevakuasi warga yang menjadi korban banjir.  “Intensitas air hujan di hulu memang cukup tinggi, sehingga imbasnya ke Bontang. Petugas sudah siap siaga sejak tadi malam. Saat ini kami masih mendata korban banjir,” kata Kepala BPBD Zainuddin. (ahr/mk)

Jokowi Harapkan Atlet Indonesia Harumkan Nama Bangsa di Sea Games Vietnam 

0

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepas keberangkatan kontingen Indonesia untuk berlaga pada SEA Games 2021 di Vietnam. Jokowi menyampaikan harapan besar terhadap atlet-atlet yang nantinya berlaga agar menorehkan prestasi luar biasa.

Jokowi menyebut kontingen yang dikirim untuk SEA Games Vietnam telah dilakukan perampingan. Namun, semua itu tidak menurunkan harapan besar terhadap prestasi dan medali dari para atlet.

“Saya ingin kontingen sekarang lebih ramping, tetapi masyarakat Indonesia ingin  kontingen ini meraih prestasi setinggi-tingginya, meraih medali sebanyak-banyaknya untuk mengharumkan nama negara dan bangsa kita Indonesia,” ungkap Jokowi di Istana Negara, Bogor, Jawa Barat dilihat dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/5/2022).

Di hadapan para atlet yang hadir secara hybrid, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengingatkan kembali prestasi pada perhelatan SEA Games sebelumnya. Jokowi menyebut di SEA Games Singapura dan Malaysia Indonesia duduk di peringkat kelima.

Pada SEA Games terakhir di Filipina Indonesia mampu naik satu peringkat ke posisi keempat. Jokowi berharap di SEA Games kali ini Indonesia mampu mencatatkan prestasi yang lebih baik.

“Kali ini kita semua ingin agar SEA Games ke-31 di Vietnam kita masuk ke rangking yang ketiga, yang kedua, atau yang ke satu,” tegas Jokowi.

Jokowi menilai persiapan yang dilakukan oleh seluruh atlet maupun strategi pelatih sudah maksimal. Dia yakin prestasi terbaik akan ditorehkan oleh para atlet.

“Memang bukan hal yang mudah, tetapi saya dengar bahwa seleksi telah dilakukan dengan baik dan kita harapkan prestasi itu betul-betul bisa menetas,” pungkas Jokowi.

SEA Games di Vietnam akan diselenggarakan pada 12-23 Mei 2022. Kontingen Indonesia mengirimkan 499 atlet dari 32 cabang olahraga. (rls)