spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PAMA dan IMM Gelar Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM

BONTANG – Pelatihan Digital Marketing terkait target serta pengoptimalan pasar untuk Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal warga Desa Santan Ulu dilaksanakan PT Pamapersada Nusantara bersama dengan PT Indominco Mandiri, Kamis (25/4/24).

Kegiatan ini melibatkan sekitar 20 peserta pelaku UMKM, termasuk melibatkan pelajar sebagai generasi muda yang melek teknologi.

Yasser Pramana, Departemen Head Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pamapersada mengungkapkan, bahwa kegiatan ini adalah komitmen bersama PT Indominco Mandiri untuk melaksanakan program CSR.

“Khususnya hari ini kegiatan dipilar ekonomi masyarakat, yang termasuk dalam program kami yakni Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) oleh PAMA,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, di desa tersebut sudah memiliki produk unggulan untuk dipasarkan seperti madu kelulut, jamu, dan beberapa olahan keripik. Perusahaan juga berkomitmen menjaga proses tersebut dengan melakukan pendampingan.

Selain pelatihan, perusahaan juga membantu memfasilitasi terkait perizinan dan pemasaran, seperti yang ada di galeri PAMA di Bandara Sepinggan, Balikpapan dan akan segera rilis juga di Bandara APT Pranoto Samarinda.

Baca Juga:   Walikota Basri Tegaskan ASN Harus Kerja Keras, Santun dan Profesional, Menyambut Tahun 2023 Harus Lebih Baik

“Ini juga bentuk kepedulian perusahaan agar masyarakat dapat lebih pasca tambang,” tambahnya.

Teguh, Community Development PT Indominco Mandiri juga menambahkan, bahwa kegiatan ini dapat menambah bekal untuk para pelaku UMKM agar usaha yang sudah berjalan bisa makin besar.

Dengan adanya kehadiran dari perwakilan siswa juga, ia berharap mereka dapat membantu dan memfasilitasi pelaku UMKM untuk pemasaran yang tentunya menggunakan digital.

Ia juga harap dengan adanya dukungan seperti pelatihan ini tidak hanya sementara, tapi juga bisa terus berkelanjutan dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Dengan adanya kerjasama kita harus berbagi peran,” imbuhnya.

Ini adalah salah satu pelatihan untuk menjembatani para pelaku usaha dengan pembeli. Bisa jadi ternyata produk milik warga Santan Ulu merupakan produk yang dicari di daerah lain. Oleh sebab itu, dengan digital semua dapat terhubung.

Perwakilan Kepala Desa Santan Ulu, Puput Mei Puspita Sari selaku Kasi Kesra mengucapkan terima kasih, karena pelatihan digital marketing sebelumnya belum pernah dilakukan. Sehingga antusias kegiatan ini sangat baik.

Baca Juga:   Pertahankan Keutuhan Negara, Kadir Tappa Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

Pemasaran disana diakui masih secara tradisional, yaitu dari mulut ke mulut dan di letakkan di toko-toko, dengan adanya pelatihan tentu mempermudah jangkauan konsumen yang lebih luas sehingga perekonomian warga lokal dapat meningkat.

Winarni, salah satu pelaku usaha cemilan di Desa Santan Ulu sudah menyebarkan produknya ke 16 warung di wilayah, dan ia telah berencana untuk memasarkan lebih luas lagi produk tersebut.

“Rencana mau melangkah lebih luas lagi ke daerah Perangat,” ungkapnya optimistis.

Ia berharap dapat belajar melakukan pemasaran dan menerapkan hal tersebut dalam digital, sehingga para pembeli tidak harus mendatangi penjualnya.

“Kalau nanti sudah bisa jual online kan bisa kirim, selama ini kan mereka ambil sendiri,” katanya.

Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah Assa Octara Putra, Digital Marketing Trainer yang mengedukasi secara detail terkait dasar-dasar marketing melalui sosial media, sehingga pemasaran di era modern ini bisa lebih mudah untuk para UMKM lokal.

Ia menjelaskan bahwa ketika iklan dipasang, bukan berarti akan langsung datang pembeli, karena pemasaran juga harus memiliki target yang tepat.

Baca Juga:   CSR Prolansia PT KDM Gelar Aksi Pemeriksaan Kesehatan di Kelurahan Guntung

Kualitas pengiklanan dan produk harus baik, agar saat konsumen tertarik dengan suatu produk dalam iklan ia dapat merasa puas saat barang yang ia terima juga sesuai. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Most Popular