spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pelatihan Operator Alat Berat Dinas PUPRK Masuk Tahap Praktik

BONTANG – Pelatihan Operator Alat Berat garapan Bidang Bina Konstruksi (Bikon) Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang memasuki tahap praktik, Rabu (18/10/2023). Praktik berlangsung di dua lokasi.

Pertama, Excavator PC 200 berlangsung di lingkungan Danau Kanaan. Kedua, Excavator Long Arm di belakang Bank Dhanarta. Kegiatan berlangsung bersamaan, dengan nantinya peserta akan bergantian.

“Nantinya mereka pun akan dirolling secara bergantian, dan sekaligus ada 15 calon supir dumtruck,” beber Kadis PUPRK, Usman melalui Kabid Bikon, Dedy Nugraha.

Dedy menambahkan, dengan adanya pelatihan ini, nantinya mereka para peserta mendapatkan sertifikat nasional, keahlian, dan wawasan tiap masing-masing bidang.

“Nantinya di hari terakhir, tepat 12 hari semuanya akan diuji. Pengujinya pun langsung dengan kementerian. Berbeda instruktur pelatihan dengan tes ujian nantinya,” ungkapnya.

Ade Ratnasari, Seksi Pengaturan dan Pengawas Jasa Konstruksi mengatakan, dengan adanya kegiatan bimbingan teknik pelatihan dan sertifikasi operator alat berat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan buat para operator, terutama operator PU sendiri dan untuk para pekerja umum.

Baca Juga:   Ika Pakarti Bagikan 120 Paket Sembako ke Warga Kurang Mampu

“Pelatihan ini kita batasi, hanyak 50 orang saja, karena dengan anggaran yang sangat terbatas,” paparnya.

Dalam pelatihan ini, para peserta akan mendapatkan sertifikat yang berlaku nasional. Karena, jika pun nantinya ada yang terpilih bisa langsung bekerja di IKN.

“Banjarmasin itu sebagai pelaksana, dan langsung dari kementerian. Oleh karena itu, anggaran pun langsung dari kementerian, jadi kita saling sharing anggaran. Kemaren pun ada tukang kami juga yang langsung bekerja di IKN, bagian baja ringan,” ungkapnya.

Kegiatan ini pun sudah berlangsung selama dua hari, terhitung sampai tanggal 28 Oktober 2023 mendatang. Untuk pelatihan ini diikuti sebanyak 15 dumtruck dan 17 heksa.

“Adanya pelatihan ini diharapkan tenaga kerja di Kota Bontang siap bersaing di tingkat lokal maupun nasional. Pelatihan ini gratis tidak membayar, kalau pun membayar sendiri dengan biaya yang cukup mahal. Jadi, warga Bontang bisa mempergunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin,” ucapnya.

Pelatihan Operator Alat Berat Dinas PUPRK Masuk Tahap Praktik

Ada beberapa persyaratan untuk lolos mengikuti pelatihan dan sertifikasi ini, antara lain adalah dengan foto 3×4 dengan latar merah, fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan diutamakan dengan KTP Kota Bontang.

Baca Juga:   Optimalkan Penggunaan Media Sosial, Diskominfo Gelar Bimtek Digital Kehumasan

Untuk jenjang satu, persyaratan pendidikan Sekolah Dasar (SD). Operator alat berat ini dengan jenjang dua, dengan lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Jika pun dari SMK tanpa pengalaman, akan tetapi kalau dari lulusan SMA harus wajib membuat surat pengalaman kerja dari kantor kelurahan dengan minimal dua tahun pengalaman kerja, dan kalau SMP dengan 12 tahun pengalaman kerja,” tutupnya.

Sementara itu, untuk pelatihan pertukangan dan alat berat melakukan pelatihan selama 12 hari. 4 hari teori dan 8 hari praktik.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Most Popular