BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris bersama Kementerian PU Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) meninjau lahan pembangunan Sekolah Rakyat, di Bontang Lestari, Selasa (5/8/2025).
Dirinya menyampaikan, untuk pematangan lahan harus dilakukan dengan cepat, kalaupun menunggu di tahun depan pastinya terbilang lambat. Sehingga pemerintah langsung melakukan pengecekan lahan.
“Kalau dari kementerian terkait sudah dimatangkan lahannya, nantinya tinggal siap droping pengerjaan konstruksinya, untuk pembuatan pondasi seperti cakar ayam. Pembangunan ini tidak boleh ditunda,” ucapnya.
Terlebih lagi selain progres pembangunan Sekolah Rakyat, nantinya juga akan ada pembangunan untuk asrama di sekolah tersebut, bagi para murid yang bersekolah. Pembangunan kali ini termasuk skala besar, dan progres pembangunan akan dilakukan mulai Agustus 2025 mendatang.
“Kami mintanya fisik di tahun ini, kami juga sudah sempat sampaikan tadi sambil jalan. Kami hanya mempersiapkan data pendukung seperti lahan, proyeksi, estimasi, dan anak-anak peserta nantinya. Untuk anggaran kementerian yang punya hak,” jelasnya.
Kesempatan yang sama, Perwakilan Kementerian PUPR Satuan Kerja (Satker) Kaltim, Syahkroni mengatakan, untuk perkiraan pembangunan gedung Sekolah Rakyat, dengan fasilitas lengkap seperti lapangan olahraga, asrama, hingga tempat ibadah, mencapai Rp 250 miliar.
“Kami belum bisa memastikan, tetapi sekitaran Rp 250 miliar, untuk seluruh fasilitas yang lengkap,” ungkapnya.
Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang PUPR Bontang, Robysai Manassa Malisa mengungkapkan, untuk informasi selanjutnya, masih menunggu dari pihak Kementerian Sosial Republik Indonesia (RI). Sementara, untuk pematangan lahan berlangsung sekitar 3 bulan.
“Kami masih menunggu jawaban dari sana, jika rekomendasi menteri sudah keluar, tentu kami akan berpikir lagi, jika pun harus dikejar akan kami upayakan,” tutupnya.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




