Pemkot Paparkan Strategi Tekan Pengangguran di Hadapan Kemendagri, Angka TPT Turun di 2025

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memaparkan strategi dan capaian penurunan tingkat pengangguran, dalam presentasi Kepala Daerah (KDH) secara virtual, bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (1/4/2026), di Pendopo, Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota.

Presentasi ini merupakan bagian dari penilaian apresiasi kinerja, Pemerintah Daerah oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, khususnya pada dimensi penurunan tingkat pengangguran.

Saat pemaparan, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menegaskan bahwa visi Bontang sebagai kota industri maju dan berkelanjutan dengan ekonomi yang kuat serta masyarakat yang sejahtera.

Namun, ia juga mengakui tingginya ketergantungan daerah terhadap sektor industri menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam penyediaan lapangan kerja.

“Strategi utama kami adalah memastikan keterhubungan antara kebutuhan industri dengan kesiapan tenaga kerja lokal, melalui pelatihan berbasis kompetensi,” ucapnya.

Selain itu dirinya menjelaskan, Pemkot Bontang menerapkan kebijakan komposisi tenaga kerja sebesar 75 persen tenaga kerja lokal dan 25 persen dari luar daerah, sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah tahun 2018.

Baca Juga:  Penjelasan Detil Penyebab Proyek Jalan Cipto Mangunkusumo Sebabkan Macet hingga Truk Terperosok

“Tidak hanya itu, pemerintah juga memperkuat perlindungan tenaga kerja, dari potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak,” tambahnya.

Dalam perencanaan ketenagakerjaan, perusahaan diwajibkan menyampaikan proyeksi kebutuhan tenaga kerja yang diperbarui setiap tiga bulan. Langkah ini bertujuan agar pemerintah dapat menyesuaikan program pelatihan dan penempatan kerja dengan kebutuhan industri.

Kolaborasi juga diperkuat melalui pelatihan, pemagangan, hingga penempatan kerja dengan melibatkan perusahaan, lembaga pelatihan, bursa kerja khusus, serta forum HRD.

Sejumlah perusahaan besar seperti PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Badak LNG turut dilibatkan, bersama lembaga pelatihan seperti PPSDM Cepu.

“Hasilnya, tren penurunan pengangguran di Bontang mulai terlihat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 lalu, turun menjadi 6,36 persen, dibandingkan 7,06 persen pada 2024. Secara jumlah, angka pengangguran juga menurun dari 6.631 orang menjadi 6.303 orang,” jelasnya.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan lapangan kerja dibandingkan jumlah pencari kerja. Sebab rendahnya kesesuaian kompetensi tenaga kerja, tingginya pertumbuhan angkatan kerja, serta arus migrasi pencari kerja ke Bontang.

Baca Juga:  Punya Fuel Card, Masih Sulit Dapat Solar, SPBU Kopkar Sudah Terapkan, Akawi Masih Uji Coba sampai 18 Juli

Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) menghadirkan sejumlah inovasi, di antaranya program “Teman Kerja” yang mengintegrasikan data pencari kerja, lowongan, dan data sosial, serta “Handak Begawi” untuk memperluas akses informasi kerja bagi masyarakat.

“Dari total 31 program yang telah dirancang, ada sebanyak 19 program telah berjalan dan berhasil menyerap ratusan tenaga kerja serta melibatkan ribuan pencari kerja,” bebernya.

Melalui berbagai strategi tersebut, Pemkot Bontang optimistis tren penurunan pengangguran dapat terus berlanjut, sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja yang lebih kompetitif di dunia industri.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.