SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak mungkin melonjak tanpa menguatkan kesejahteraan guru. Komitmen itu kini menjadi poros kebijakan Pemprov Kaltim, berdampingan dengan program kuliah gratis yang diperluas untuk seluruh jenjang pendidikan tinggi.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Armin, menyampaikan bahwa seluruh terobosan pendidikan yang dicanangkan pemerintah pada akhirnya bermuara pada peran guru sebagai pelaksana utama di lapangan. Menurutnya, tak ada perubahan kurikulum, digitalisasi sekolah, atau program inovatif apa pun yang akan berjalan efektif bila kesejahteraan dan kompetensi guru tidak diperkuat.
“Sebagus apa pun konsep yang dibuat, ujung tombaknya tetap guru. Kalau gurunya kuat dan sejahtera, pendidikan kita akan maju,” ujar Armin.
Ia mencontohkan negara-negara yang sukses membangun sistem pendidikan modern seperti Singapura, Malaysia, dan Australia. Kunci keberhasilan mereka, kata Armin, adalah menempatkan guru sebagai pusat kebijakan—mulai dari pelatihan berkualitas hingga kesejahteraan yang memadai.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Kaltim melalui Program Jaspol telah menyalurkan bantuan keuangan kepada kabupaten/kota untuk menambah insentif guru TK, PAUD, SD, SMP, hingga MTs. Tambahan insentif yang semula Rp500 ribu akan dinaikkan menjadi Rp1 juta pada tahun depan, menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
“Ini bentuk keberpihakan nyata pemerintah kepada tenaga pendidik di seluruh Kaltim,” tegas Armin.
Selain itu, Pemprov Kaltim juga menguatkan akses pendidikan tinggi melalui kebijakan Gratispol, yakni pembebasan biaya kuliah untuk mahasiswa S1 hingga S3 di seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kaltim. Kebijakan ini tidak hanya membuka akses bagi masyarakat umum, tetapi juga memperluas kesempatan bagi para guru meningkatkan kompetensi melalui pendidikan pascasarjana.
Armin menegaskan bahwa kombinasi antara insentif guru, peningkatan fasilitas sekolah, dan kesempatan pendidikan lanjutan akan menciptakan ekosistem belajar yang lebih sehat dan berkelanjutan. Menurutnya, reformasi pendidikan harus dibangun dari dua sisi sekaligus: menguatkan guru dan membuka jalan pendidikan setinggi mungkin bagi generasi muda.
“Sinergi ini kami harap bisa membawa lompatan besar bagi kualitas pendidikan, sekaligus melahirkan SDM unggul untuk pembangunan Kaltim ke depan,” ujarnya menutup pernyataan. (MK)
Editor: Agus S




