Pemuda Batu Ampar Soroti Kebakaran Berulang, Kesiapsiagaan Damkar Dinilai Lemah

SANGATTA – Kebakaran kembali melanda Kecamatan Batu Ampar. Peristiwa ini bukan sekadar musibah biasa, melainkan sinyal kuat bahwa sistem penanggulangan bencana di daerah masih perlu pembenahan serius.

Dalam kurun waktu yang relatif singkat, kebakaran terjadi untuk kedua kalinya. Dampaknya tidak main-main. Bangunan warga hangus, kerugian ekonomi membesar, dan trauma masih membekas di tengah masyarakat.

Kritik tajam disampaikan Hedar, pemuda asal Batu Ampar. Ia menilai kebakaran berulang ini tak bisa lagi dianggap sebagai insiden semata. Ada persoalan mendasar yang dinilai belum ditangani dengan maksimal, khususnya terkait kesiapan sarana dan prasarana pemadam kebakaran.

Menurutnya, keterbatasan armada, sulitnya akses air, hingga lambannya respons saat api mulai membesar menjadi faktor utama yang memperparah kondisi di lapangan.

“Ini sudah kejadian kedua. Harusnya jadi evaluasi besar bagi pemerintah daerah, khususnya dinas pemadam kebakaran. Jangan sampai masyarakat terus jadi korban karena kurangnya kesiapan,” tegasnya Hedar kepada Media Kaltim, Sabtu (28/3/2026).

Tak hanya itu, Hedar juga menyoroti lemahnya langkah pencegahan. Edukasi mitigasi kebakaran kepada masyarakat dinilai masih minim. Di sisi lain, ketiadaan hidran di titik strategis serta belum adanya pos pemadam dekat permukiman padat turut memperbesar risiko.

Baca Juga:  Soroti Tata Kelola PAD, DPRD Kaltim Belajar dari Jawa Timur

Dalam kondisi darurat, setiap detik sangat menentukan. Namun dengan fasilitas terbatas, penanganan kebakaran kerap tidak optimal.

Hedar bersama pemuda lainnya mendesak pemerintah daerah untuk tidak hanya hadir saat bencana terjadi. Mereka meminta langkah konkret segera dilakukan, mulai dari evaluasi menyeluruh, penambahan armada, peningkatan kapasitas personel, hingga pembangunan infrastruktur pendukung.

Kebakaran berulang ini diharapkan menjadi alarm keras bagi pemerintah. Tanpa perbaikan nyata, bukan tidak mungkin peristiwa serupa kembali terjadi dengan dampak yang lebih besar.

“Kami tidak ingin kejadian ini terus berulang. Pemerintah harus benar-benar serius membenahi sistem penanggulangan kebakaran, karena yang dipertaruhkan adalah keselamatan masyarakat,” pungkas Hedar.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.