NUSANTARA – Penutupan jalan keluar masuk Bendungan Sepaku Semoi di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, akibat aksi tuntutan sejumlah vendor kepada kontraktor proyek membuat akses kendaraan roda empat sementara lumpuh total, Sabtu (9/5/2026).
Aksi pemortalan dilakukan menggunakan sebuah dump truck roda sepuluh yang dipasang melintang di jalan utama menuju kawasan bendungan.
Meski akses kendaraan roda empat ditutup, para vendor masih memberikan ruang bagi kendaraan roda dua untuk melintas.
Para pengunjuk rasa menyebut pemortalan jalan akan terus dilakukan hingga tuntutan pembayaran tagihan mereka mendapat respons dari pihak kontraktor proyek, PT Brantas Abipraya.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah kendaraan yang hendak masuk ke kawasan bendungan terpaksa memutar balik dan membatalkan kunjungan.
Bahkan, rombongan sekitar 30 pensiunan tenaga pendidik asal Kabupaten Paser yang menggunakan bus pariwisata juga tidak dapat melintas.
Salah seorang perwakilan rombongan, Sutopo mengaku sempat berkoordinasi dengan peserta aksi sebelum akhirnya memutuskan berjalan kaki menuju area bendungan.
“Iya, kalau dibuka bakal masuk semua kendaraan. Jalan kaki ndak apa-apa ya ibu-ibu,” ujarnya di lokasi.
Sementara itu, salah satu vendor yang ikut melakukan aksi, Jufriansyah mengatakan portal jalan hanya akan dibuka apabila ada itikad baik dari pihak kontraktor.
“Dibuka sampai ada pembayaran,” tegasnya.
Seperti diketahui, sejumlah vendor lokal melakukan aksi menuntut pembayaran tagihan proyek pembangunan di kawasan Ibu Kota Nusantara yang disebut mencapai hampir Rp10 miliar.
Tagihan tersebut berkaitan dengan jasa suplai material hingga penyewaan kendaraan operasional pada proyek yang dikerjakan PT Brantas Abipraya di kawasan Bendungan Sepaku Semoi. (MK)
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S




