spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Penyewaan Terpal di Beras Basah Dikeluhkan, Ini Jawaban Dispopar!

BONTANG – Seorang wisatawan mengeluhkan penyewaan terpal di Pulau Beras Basah yang semakin marak setiap momen liburan, seperti libur lebaran kali ini. Lantaran terpal-terpal yang disewakan tersebut, membuat pemandangan objek wisata andalan Bontang terlihat kumuh dan kotor.

Pria bernama Bagus itu pun mempertanyakan apakah usaha itu resmi dari pemerintah atau ulah oknum saja? Dirinya mengeluhkan dampak dari penyewaan terpal di Beras Basah.

Menurutnya dengan maraknya penyewaan terpal itu, Pulau Beras Besah terasa sumpek dan terlihat kumuh. “Saya baru turun ke Beras Basah sudah disuguhi pemandangan tak sedap. Terlihat banyak area yang dikapling-kapling untuk penyewaan terpal itu. Kelihatan sumpek jadinya,” ujarnya.

Ditambah lagi, pengunjung jadi kesulitan mendapatkan tempat untuk duduk atau beristirahat. Lantaran hampir sebagian besar wilayah sudah dikuasai penyewaan terpal. “Ini kan tempat umum, kami harus jalan dulu untuk mencari-cari tempat yang tidak ada penyewaan terpal, baru bisa duduk,” imbuhnya.

Sementara itu Ramli Mansurina, Kabid Pariwisata Dispopar Bontang menanggapi keluhan tersebut. Menurutnya, sampai saat ini kewenangan pengelolaan Pulau Beras Basah masih ada di Provinsi Kaltim. Hal ini menyebabkan Dispopar Bontang belum berani untuk bertindak apapun di objek wisata andalan Kota Bontang itu.

Baca Juga:   Sosialisasikan Perda Nomor 2 Tahun 2022, Kadir Tappa: Masyarakat Sejahtera Diawali dari Keluarga

“Penyewaan terpal-terpal itu milik perorangan yang menjalankan usaha di sana. Karena kami belum diberikan kewenangan, maka kami belum berani melaksanakan penertiban,” jawabnya.

Namun begitu dijelaskannya, Dispopar sudah melakukan upaya-upaya agar pengelolaan Pulau Beras Basah dilimpahkan ke Pemkot Bontang. Dispopar sudah bersurat ke provinsi dan wali kota juga sudah terus mengingatkan.

“Kami tinggal nunggu aja jawaban dari provinsi. Semoga dalam waktu dekat ini ada jawaban,” pungkasnya. (al)

Most Popular