BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang mencatat angka kasus kanker serviks dan kanker payudara masih terbilang tinggi. Hasil ini menunjukkan tingginya prevalensi penyakit, namun tidak sebanding dengan minat masyarakat melakukan deteksi dini.
Diketahui, dalam kurun waktu Januari hingga Oktober 2025, tercatat ada empat kasus baru yang telah ditemukan. Dimana angka ini dinilai cukup tinggi mengingat sebagian besar kasus kanker serviks sering terdeteksi dalam kondisi sudah lanjut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bontang, Nur Asmah menjelaskan, dari target 1.255 orang, baru ada sekitar 183 perempuan atau sekitar 14,5 persen yang sudah menjalani pemeriksaan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Dari 183 sampel pemeriksaan Human Papillomavirus (HPV) DNA per 28 November 2025, ada 23 perempuan yang terdeteksi terinfeksi HPV tipe risiko tinggi,” ucapnya.
Maka dari itu, angka ini menunjukkan bahwa penyebaran HPV berisiko tinggi masih sering terjadi di kalangan masyarakat, dan berpotensi berkembang menjadi kanker serviks, jika tidak dipantau sejak awal.
“Hingga saat ini kita terus berusaha untuk bisa meningkatkan upaya deteksi dini kepada masyarakat, sebagai langkah preventif,” tutupnya.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




