Pergi Cari Ikan Tak Kembali, Warga Pante Lango Hilang di Sungai Sabut, Tim Temukan Dugaan Organ Dalam

PPU — Aktivitas rutin mencari ikan di malam hari berubah menjadi kecemasan mendalam bagi sebuah keluarga di Kelurahan Pante Lango, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara. Alben (63), warga RT 06, dilaporkan hilang setelah pergi menjala ikan di Sungai Sabut, kawasan jetty BRM, Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Selasa (3/2/2026) malam.

Alben diketahui berangkat sekitar pukul 22.00 Wita dengan perahu miliknya. Berdasarkan kebiasaan sehari-hari, ia biasanya kembali ke rumah pada dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 Wita. Namun hingga pagi menjelang, yang bersangkutan tak kunjung pulang.

Merasa ada kejanggalan, anak dan anggota keluarga Alben berinisiatif menyusul ke lokasi yang biasa menjadi tempatnya mencari ikan. Di lokasi tersebut, keluarga hanya menemukan perahu korban dalam kondisi kosong. Tidak ada tanda keberadaan Alben, yang kemudian memicu kekhawatiran dan laporan resmi ke aparat setempat.

Mendapat laporan dari Lurah Pante Lango, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara langsung bergerak ke lokasi kejadian. Operasi pencarian dilakukan bersama tim gabungan yang melibatkan Basarnas Balikpapan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pos Jenebora, tim dari Sotek dan Sepaku, Polsek Sepaku, Pospol Pantai Lango, Satpol PP, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pihak keluarga, warga setempat, serta PT BRM.

Baca Juga:  Kunjungan Wasev TMMD Disambut Meriah Masyarakat

Kepala Pelaksana BPBD PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, menyampaikan bahwa pencarian dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan seluruh unsur dan peralatan yang tersedia.

“Kami melakukan upaya pencarian secara menyeluruh. Semua unsur terkait dilibatkan untuk memastikan korban dapat ditemukan,” ujar Kuncoro dalam keterangan resminya.

Tim gabungan melakukan penyisiran di sekitar titik awal korban dilaporkan hilang hingga radius sekitar dua mil dari lokasi kejadian. Dalam proses pencarian tersebut, tim menemukan satu unit senter kepala yang diduga milik korban, serta dua benda yang diduga merupakan organ dalam. Temuan itu kini diamankan dan masih menunggu pemeriksaan lanjutan oleh pihak berwenang untuk memastikan asal-usulnya.

Pencarian pada hari pertama dihentikan sementara pada Rabu sore pukul 18.25 Wita, seiring dengan keterbatasan cahaya dan faktor keselamatan tim di lapangan. Operasi pencarian dijadwalkan dilanjutkan kembali pada Kamis (5/2/2026) mulai pukul 07.00 Wita, dengan fokus memperluas area penyisiran di sepanjang aliran Sungai Sabut.

Hingga berita ini diturunkan, keberadaan Alben masih belum diketahui, sementara pihak keluarga berharap korban dapat segera ditemukan. (MK)

Baca Juga:  APBD Menyusut, Andi Harun Pangkas 80 Persen Anggaran Konsumsi demi Prioritas Infrastruktur

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.