Pionir Gami Bawis Bontang, H. Abdul Ghalib, Meninggal Dunia

BONTANG — Kabar duka menyelimuti warga Kota Bontang. H. Abdul Ghalib bin H. Usman, tokoh kuliner lokal yang dikenal luas sebagai pengelola Rumah Makan Anjungan Indah dan perintis kuliner Gami Bawis, meninggal pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.

Almarhum mengembuskan napas terakhir di RS Yabis Bontang akibat serangan jantung. Kabar wafatnya dengan cepat menyebar melalui berbagai grup WhatsApp dan media sosial, disertai ucapan belasungkawa dari masyarakat, pelaku usaha, hingga tokoh daerah yang mengenal kiprah dan kontribusinya di dunia kuliner Bontang.

Semasa hidupnya, H. Abdul Ghalib dikenal sebagai pengusaha kuliner lokal yang konsisten menjaga identitas rasa pesisir Bontang.

Ia mengelola Rumah Makan Anjungan Indah, sebuah restoran yang berdiri di kawasan pesisir Bontang Kuala, Bontang Utara, dan menjadi salah satu destinasi utama wisata kuliner di Kota Taman.

Rumah makan tersebut dikenal luas dengan sajian seafood dan makanan lokal khas Bontang, terutama menu Sambal Gami Bawis, olahan ikan bawis yang disajikan dengan sambal pedas khas.

Baca Juga:  IRT Simpan Sabu 1 Bal, Diringkus Polisi di Rumahnya Perum Disnaker

Menu ini tidak hanya digemari warga lokal, tetapi juga menjadi buruan wisatawan dan tamu dari luar daerah yang ingin mencicipi cita rasa asli Bontang.

Lebih dari sekadar pelaku usaha, almarhum dikenal berperan penting dalam mempopulerkan sekaligus menjaga resep tradisional Gami Bawis.

Selama puluhan tahun, ia mempertahankan keaslian rasa, teknik pengolahan, serta penyajian yang sederhana namun kuat, hingga kuliner tersebut dikenal luas dan menjadi bagian dari identitas kuliner Kota Bontang.

Dalam berbagai tulisan dan ulasan kuliner, Rumah Makan Anjungan Indah kerap disebut sebagai pionir penyaji Gami Bawis di kawasan Bontang Kuala.

Kepergian H. Abdul Ghalib meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar yang ditinggalkan, tetapi juga bagi masyarakat Bontang yang mengenalnya sebagai sosok pekerja keras, rendah hati, dan teguh menjaga warisan kuliner daerah. (RB)

Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.