TENGGARONG — Prof. Ince Raden kembali dipercaya memimpin Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) setelah resmi dilantik sebagai Rektor periode 2025–2029, Kamis (8/1/2026). Pelantikan ini menandai kelanjutan kepemimpinan di Unikarta sekaligus penegasan arah pembangunan kampus pada periode keduanya.
Terpilih secara aklamasi, Prof. Ince menegaskan kesinambungan program sebagai fondasi utama kepemimpinannya, sembari mendorong penguatan mutu akademik serta relevansi lulusan dengan kebutuhan daerah. Ia menekankan bahwa Unikarta harus bergerak menjadi perguruan tinggi yang unggul di berbagai bidang.
“Unikarta harus bergerak menuju universitas yang unggul, baik di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun unsur penunjang lainnya. Tujuannya agar kampus ini benar-benar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya.
Pada periode kedua ini, Prof. Ince mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia. Saat ini, proporsi dosen bergelar doktor di Unikarta berada di kisaran 30 persen dan ditargetkan meningkat hingga 50 persen dalam beberapa tahun ke depan.
“Keberadaan profesor sangat penting karena mereka berperan dalam mentransformasikan keilmuan serta pengembangan akademik di kampus,” tambahnya.
Dari sisi sarana dan prasarana, pengembangan lahan Unikarta di kawasan Gunung Kombeng menjadi prioritas yang diharapkan dapat dipercepat melalui dukungan pemerintah daerah, termasuk rencana penyerahan aset di wilayah Tenggarong Seberang. Dukungan tersebut juga membuka peluang kemitraan dengan pihak swasta untuk pembangunan fasilitas pendidikan.
Selain penguatan akademik, kepemimpinan Prof. Ince pada periode kedua ini juga menaruh perhatian besar pada pengembangan mahasiswa, khususnya di bidang kewirausahaan. Ia mendorong perubahan orientasi lulusan agar tidak semata-mata berfokus menjadi aparatur sipil negara.
“Kami tidak ingin mahasiswa hanya berorientasi menjadi ASN. Mereka harus didorong untuk menciptakan lapangan kerja melalui unit usaha yang dikembangkan sejak di bangku kuliah,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, Unikarta mengusung visi sebagai smart university sekaligus entrepreneur university. Untuk menjawab kebutuhan daerah, kampus juga menyiapkan pembukaan sejumlah program studi baru, terutama di bidang kesehatan dan teknik informatika, serta membuka peluang pendirian Fakultas Kedokteran.
Namun demikian, Prof. Ince menegaskan bahwa langkah tersebut membutuhkan kesiapan besar, baik dari sisi sumber daya manusia maupun infrastruktur. “Membuka Fakultas Kedokteran tidak mudah. Dibutuhkan sekitar 29 dokter spesialis. Namun, kami telah menyiapkan roadmap agar pondasinya terbentuk sejak sekarang,” katanya.
Pada periode kepemimpinan ini, Unikarta juga memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah, perusahaan migas, pertambangan, perkebunan, BUMD, hingga sektor perbankan dan lembaga keuangan seperti Pegadaian. Kerja sama tersebut mencakup peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan, pembinaan mahasiswa, serta pengembangan kewirausahaan.
Di sektor pertanian, kolaborasi dengan perusahaan perkebunan juga dirintis agar kurikulum Agribisnis dan Agroteknologi semakin selaras dengan kebutuhan industri.
“Harapannya, lulusan Unikarta benar-benar siap kerja dan relevan dengan dunia usaha,” pungkasnya.
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.




