SENDAWAR — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) bersama bidang perpustakaan se-Kabupaten Kutai Barat.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bappedalitbang Kubar, Selasa (21/4/2026) ini mengusung tema “Perpustakaan Menjawab Tantangan Zaman, Tetap Eksis dan Semangat dalam Kondisi Keterbatasan Anggaran Melalui Kolaborasi Multi Pihak”.
Rakorda dihadiri Pj Sekretaris Daerah Kutai Barat Kamius Junaidi, Kepala Disarpus Yosef Stevanson, serta Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kaltim, Marthen Rumana.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Kamius Junaidi, disampaikan bahwa sektor perpustakaan masih menghadapi tantangan mendasar, terutama keterbatasan anggaran dalam mendukung pelaksanaan program.
“Kondisi ini menjadi tantangan serius mengingat peran strategis perpustakaan dalam pembangunan sumber daya manusia. Perpustakaan harus terus berinovasi dan berkreasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keterbatasan sumber daya pustakawan, khususnya dalam menggali sumber pendanaan alternatif yang lebih modern, profesional, dan berkelanjutan.
Ketergantungan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dinilai menjadi kendala yang harus diatasi melalui pendekatan kolaboratif.
Melalui rakorda ini, pemerintah berharap tercipta ruang diskusi untuk merumuskan langkah strategis dalam memperkuat peran perpustakaan di tengah berbagai keterbatasan.
Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain peningkatan fungsi perpustakaan sebagai pusat literasi, perlunya inovasi program yang berdampak nyata, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Perpustakaan harus menjadi ujung tombak dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kutai Barat,” tegasnya.
Rakorda ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong peningkatan literasi masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis: Ichal
Editor: Agus S




