spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Rawat Pancasila di Masyarakat, Kadir Tappa Rutin Sosialisasi Kebangsaan

BONTANG – Demi melestarikan 4 pilar yang ada di diri bangsa Indonesia, sosialisasi kebangsaan dilaksanakan oleh anggota DPRD Provinsi Kaltim, Abdul Kadir Tappa, Jumat (23/2/24) di Hotel Andika.

Ia mengatakan, beberapa OPD seperti Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bisa saja memiliki keterbatasan untuk melakukan sosialisasi 4 pilar kebangsaan. Sehingga dengan adanya sosialisasi ini bisa menjadi perantara.

“Dengan penguatan ini juga bisa mengembangkan diri. sehingga tidak terpikirkan lagi korupsi di negara ini,” jelasnya.

Sekretaris Kesbangpol, Mudjiono menjelaskan, bahwa mereka memiliki tugas untuk menjaga kedamaian dan ketentraman masyarakat, dengan menerapkan pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari

“Kalau tidak ditanamkan kembali pada hari ini, bisa lupa, apa lagi kita sering mendapatkan pelajaran pancasila hanya saat sekolah saja, kita kembali belajar di sini,” ujarnya.

Rawat Pancasila di Masyarakat, Kadir Tappa Rutin Sosialisasi Kebangsaan
Kadir Tappa saat menyampaikan sambutan. (Syakurah/Radarbontang)

Ia menambahkan, di Kota Bontang sendiri sebenarnya sudah mengaplikasikan itu semua dalam kehidupan sehari-hari. Di Bontang sendiri tidak ada kericuhan selama perhitungan suara yang terlaksana setelah pemilu 14 Februari lalu.

Baca Juga:   Curi Uang 10 Juta di Muara Badak, Ditangkap di Pelabuhan Loktuan

Ditambahkan oleh Akademisi, Bilher Hutahaean, bahwa masyarakat harus diikat dengan pancasila. Dengan pancasila bernegara pun harus memiliki pondasi agar tidak mudah runtuh. Sesuai dengan sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Dengan kekuatan umat manusia yang beragam,  kita bisa membedakan mana yang harus dihindari mana yang dilepaskan. Dengan menghargai nilai pancasila, kita bisa terhindar dari suap maupun korupsi,” jelasnya.

Kedua, nilai kemanusiaan yakni menggunakan tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuai sebagaimana mestinya. Dengan adanya kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup.

Ketiga, nilai persatuan yakni usaha untuk bersatu dalam kedaulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme, serta mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman bangsa Indonesia.

“Kita dididik ditempat dan bahasa berbeda tapi kita punya Bahasa Indonesia, agar kita semua bisa bersatu untuk saling berkomunikasi,” jelasnya.

Rawat Pancasila di Masyarakat, Kadir Tappa Rutin Sosialisasi Kebangsaan
Sosialisasi diikuti ratusan warga. (Syakurah/Radarbontang.com)

Yang keempat, nilai kerakyatan, pemerintahan bekerja dari rakyat untuk rakyat dengan musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan. Lalu sila terakhir ialah keadilan sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur secara lahir dan batin.

Baca Juga:   Seragam Gratis untuk SMP Sudah 75 Persen

“Negara kita yang merupakan negara kesatuan ini harus kita kembalikan seperti dahulu, dimana pancasila sangat kental, sehingga kita bisa saling tenggang rasa satu dengan yang lain,” tambahnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Most Popular