Saeful Rizal Minta Pemerintah Telusuri Faktor Lingkungan yang Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak

BONTANG – Perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak di Kota Bontang kembali menjadi sorotan DPRD. Anggota Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal, menilai perlu adanya penelitian komprehensif untuk mengetahui berbagai faktor yang dapat memengaruhi perkembangan anak, termasuk kondisi lingkungan di kawasan industri.

Menurutnya, Kota Bontang sebagai daerah yang berkembang dengan aktivitas industri skala besar, perlu memiliki data ilmiah yang kuat terkait dampak lingkungan terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.

Ia menegaskan, dugaan adanya keterkaitan antara paparan lingkungan dan sejumlah gangguan perkembangan anak, termasuk autisme, tidak boleh disikapi dengan asumsi semata. Karena itu, kajian akademis dan penelitian yang terukur perlu dilakukan agar diperoleh kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Perlu dilakukan deteksi dan penelitian lebih lanjut, untuk memastikan apakah ada hubungan atau tidak. Semua harus berdasarkan data dan kajian ilmiah,” ujarnya.

Saeful menjelaskan, pembahasan mengenai kesehatan anak tidak hanya berfokus pada pola pengasuhan maupun layanan terapi. Faktor eksternal seperti kualitas udara, tingkat polusi, serta kondisi lingkungan tempat tinggal, juga perlu menjadi bagian dari perhatian pemerintah dan masyarakat.

Baca Juga:  Ini Saran Siti Yarra untuk Penyelenggaraan BCC Dan Pawai Budaya di Tahun Berikutnya

Menurutnya, kota yang memiliki aktivitas industri tinggi, harus lebih waspada terhadap berbagai potensi risiko kesehatan yang mungkin muncul, sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan sejak dini.

Meski demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait penyebab autisme atau gangguan tumbuh kembang lainnya, tanpa adanya hasil penelitian yang valid.

“Semua dugaan harus diuji melalui penelitian. Jangan sampai muncul kesimpulan yang tidak didukung bukti ilmiah,” katanya.

Lebih lanjut, Saeful menyebut penanganan anak berkebutuhan khusus membutuhkan keterlibatan banyak pihak. DPRD dapat mendukung melalui penganggaran, pemerintah bertugas menjalankan program, sementara media berperan menyebarluaskan informasi dan edukasi kepada masyarakat.

Ia berharap sinergi tersebut dapat memperkuat upaya pencegahan, peningkatan kesadaran masyarakat, serta pelayanan yang lebih baik bagi anak-anak yang membutuhkan pendampingan khusus.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama. Semua pihak memiliki peran untuk memastikan anak-anak mendapatkan perhatian dan dukungan yang optimal,” pungkasnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.