Sembilan Dapur MBG di Bontang Ditutup Sementara, 13 Ribu Pelajar Terdampak

BONTANG – Sebanyak sembilan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bontang dikenai sanksi penghentian sementara. Akibatnya, ada sekitar 13 ribu pelajar untuk sementara waktu, tidak mendapatkan layanan program tersebut.

Kepala SPPG Regional Bontang, Surya Dwi Saputra, menjelaskan bahwa langkah tegas ini diambil berdasarkan hasil inspeksi yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Dimana telah ditemukannya sejumlah dapur yang belum memenuhi standar teknis, khususnya terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Padahal, aspek tersebut menjadi salah satu syarat utama dalam operasional dapur MBG.

“Semua penyedia layanan harus memenuhi standar teknis yang ada, termasuk dalam pengelolaan limbah. Karena itu sangat penting,” ucapnya, Rabu (8/4/2026).

Sanksi penghentian sementara ini diberlakukan selama 14 hari. Selama masa itu, untuk pengelola dapur diwajibkan melakukan pembenahan, termasuk penggunaan biofiller sesuai standar yang telah ditetapkan.

Penghentian ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pengawasan terhadap program MBG harus diperketat. Setiap pelaksana diminta lebih serius memperhatikan aspek kesehatannya dan lingkungan, agar layanan yang diberikan tetap aman bagi penerima manfaat.

Baca Juga:  Pohon Tumbang di Jalan Cipto Mangunkusumo, Akses Jalan Terputus

“Jadi untuk dapur yang belum memenuhi standar, kami tidak akan diizinkan untuk beroperasi,” paparnya.

Sebab menjaga kualitas program MBG merupakan hal yang sangat krusial, mengingat program ini menjadi salah satu prioritas nasional yang diinisiasi oleh Presiden, Prabowo Subianto.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.