Sungai Karang Mumus Jadi Sorotan, Wawali Samarinda: Yang Bikin Kotor Itu Sampah Rumah Tangga!

SAMARINDA – Sungai Karang Mumus kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Samarinda. Sabtu (25/10/2025), ratusan orang dari berbagai unsur turun langsung dalam aksi bersih-bersih sungai yang dikemas dalam kegiatan kolaboratif antara pemerintah daerah, komunitas lingkungan, dan masyarakat setempat.

Kegiatan ini tidak sekadar memungut sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda juga meresmikan kapal pengangkut sampah, menebar benih ikan, serta menyalurkan Eco Enzyme ke sungai untuk membantu memperbaiki kualitas air. Aksi yang berlangsung di beberapa titik sepanjang Sungai Karang Mumus itu dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, bersama jajaran Forkopimda dan perwakilan komunitas pecinta lingkungan.

“Kegiatan ini kolaborasi lintas pihak, mulai dari DLH, Dinas Perikanan, hingga komunitas Eco Enzyme. Tujuannya satu: menjadikan Samarinda kota yang bersih, cantik, dan bermartabat,” ujar Saefuddin Zuhri di sela kegiatan.

Namun, di balik semangat aksi tersebut, Saefuddin menyoroti persoalan klasik yang belum kunjung selesai—rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai. Ia menyebut, sebagian besar sampah yang mencemari Sungai Karang Mumus berasal dari rumah tangga yang tinggal di bantaran sungai.

Baca Juga:  Posko Nataru Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Layani 18.346 Penumpang

“Yang bikin kotor itu bukan orang jauh, tapi warga sendiri. Terutama sampah rumah tangga, banyak dari ‘punyaan ibu-ibu’. Sudah pakai, selesai, langsung buang ke sungai. Ini masalah besar,” tegasnya dengan nada prihatin.

Ia menambahkan, edukasi dan sosialisasi sudah dilakukan sejak lama, namun kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan. Padahal, menjaga sungai bersih tidak hanya soal estetika, tetapi juga soal kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.

“Kalau masyarakat sadar, Samarinda ini bisa jauh lebih bersih dan nyaman. Kita mulai dari diri sendiri. Jangan tunggu orang lain bergerak dulu,” pesannya.

Selain membersihkan sungai, Pemkot Samarinda juga meluncurkan kapal pengangkut sampah yang akan beroperasi di sepanjang Sungai Karang Mumus. Kapal ini akan digunakan untuk mengangkut sampah yang sulit dijangkau dari daratan, sekaligus membantu petugas dalam pengawasan kebersihan sungai.

“Kapal ini bisa dimanfaatkan maksimal untuk menjaga ekosistem sungai. Tapi percuma kalau masyarakatnya tidak berubah. Sungai ini milik bersama, jadi harus dijaga bersama,” ujar Saefuddin.

Ia menegaskan, kebersihan sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas lapangan, melainkan seluruh warga Samarinda. Ia pun berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut, agar gerakan sadar lingkungan tidak berhenti di seremonial semata.

Baca Juga:  Jembatan Nibung Beroperasi, Biaya Feri Rp400 Ribu Tak Perlu Lagi

“Semoga ini bukan kegiatan sekali datang lalu selesai. Kita ingin ada keberlanjutan, agar Sungai Karang Mumus benar-benar jadi simbol kebersihan dan kesadaran warga Samarinda,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S.

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.