spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tebus Kekalahan dari Malaysia, Jonatan Menang Susah Payah di Thomas Cup 2020

Jonatan, pemain peringkat tujuh dunia, memang lebih diunggulkan daripada Ng yang merupakan pemain muda peringkat 82. Namun, tantangan berat dihadapi Jonatan. Ng rupanya mampu tampil percaya diri sepanjang pertandingan.

Ng mampu mengendalikan pertandingan dengan pukulan yang tidak terlalu kuat tetapi presisi dalam penempatan. Jonatan tertinggal 1-4. Mencoba membalas, Jonatan justru sering kehilangan poin karena pengembalian yang buruk.

Ng makin percaya diri. Dia mampu memperlebar keunggulannya atas Jonatan menjadi 4-9 dan kemudian 4-11 pada interval pertama. Jonatan meningkatkan permainannya di interval kedua. Namun, Ng masih mengancam. Smes tajam dari pemain Negeri Jiran kerap mematikan permainan Jonatan.

Jonatan makin tertinggal saat Ng memimpin pada kedudukan 10-18. Walau berhasil memperkecil ketertinggalan, tiga kesalahan dari Jonatan memberikan tiga poin yang dibutuhkan lawan secara percuma. Jonatan kalah 14-21.

Jonatan mendapatkan momentum untuk menyamakan kedudukan setelah memimpin 3-0 pada awal gim kedua. Serangan Jonatan cukup ampuh untuk menjebol pertahanan Ng.

Baca Juga:   THM di Bontang Ditutup Sementara Selama Ramadan, Boleh Buka Lagi 7 Hari Pasca Lebaran

Jika Ng mengincar daerah di tepi garis lapangan, Jonatan mengandalkan pukulan ke arah badan untuk menghentikan lawannya tersebut. Keunggulan Jonatan bertahan kendati Ng terus menekan. Jonatan berada dalam situasi bagus saat unggul empat angka saat interval. Skor 11-7.

Jonatan makin percaya diri. Dia memaksa Ng untuk mengikuti tempo permainannya. Keunggulan pemain jebolan PB Tangkas itu melebar menjadi lima angka saat skor 15-10.

Pada situasi ini, Ng hampir tidak mampu mengimbangi permainan Jonatan. Poin demi poin direbut Jonatan untuk mendekati game point. Skor 18-12.

Ng tidak menyerah. Pemain muda Malaysia kembali mengendalikan permainan hingga mencetak lima angka beruntun untuk membuat jarak poin tersisa satu angka.

Asisten pelatih tunggal putra Indonesia, Irwansyah, meminta Jonatan untuk fokus. Sebab, Jonatan benar-benar ditekan oleh Ng. Jonatan dengan susah payah mencetak game point saat kedudukan 20-18.

Bola lob dari Ng yang jatuh di belakang garis lapangan memberi poin kemenangan bagi Jonatan pada gim kedua dengan skor 21-19.

Gim ketiga tidak diawali dengan bagus oleh Jonatan setelah tertinggal 1-4 dari lawannya. Jonatan dengan sabar mendekati perolehan poin lawannya. Setelah skor sama kuat 5-5, Jonatan berbalik unggul berkat smes menyilang tepat di tepi batas bidang permainan.

Baca Juga:   Program Pramuka Diharapkan Dukung Bontang Makin Hebat dan Beradab

Pertandingan masih berjalan sengit. Kesalahan dari Jonatan memberi kesempatan bagi Ng untuk merebut kembali keunggulan skor pada kedudukan 7-8. Dua kesalahan lain dilakukan Jonatan. Kali ini dengan memberikan pukulan tanggung yang tidak disia-siakan oleh Ng. Skor berubah menjadi 8-10.

Setelah Jonatan menyamakan kedudukan menjadi 10-10, Ng salah melakukan smes sehingga membuat wakil Indonesia memimpin 11-10 pada jeda interval.

Jonatan berada di atas angin saat memimpin 14-11. Sayangnya, keunggulan tiga poin sirna akibat beberapa antisipasi yang kurang cemat dari Jonatan.

Jonatan kembali menciptakan jarak poin dengan Ng berkat raihan empat poin beruntun untuk mengubah skor menjadi 18-14.

Ng terlihat sudah kehilangan kepercayaan dirinya. Penempatan bolanya tak lagi akurat sehingga memberikan Jonatan match point saat skor 20-15. Pengembalian Ng yang keluar lapangan memastikan kemenangan Jonatan dengan skor 21-16 pada gim penentuan.

Sudah unggul 2-0 berkat kemenangan pada dua pertandingan pertama, Indonesia memastikan kelolosan ke semifinal Thomas Cup 2020.

Poin pertama Indonesia disumbangkan oleh Anthony Sinisuka Ginting yang mengalahkan Lee Zii Jia dengan skor 21-15, 21-17. Adapun poin kedua dimenangkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang kembali berhadapan dengan Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Baca Juga:   Kantor DPMPTSP Bontang Sediakan Fasilitas Bermain Anak

Kemenangan ini sekaligus menjadi penebusan bagi tim Merah Putih setelah dikalahkan Malaysia pada perempat final Sudirman Cup 2021 pada awal Oktober lalu.

Penebusan juga dialami Anthony dan Marcus/Kevin yang mampu membalas kekalahan atas lawan masing-masing pada malam ini.

Marcus/Kevin secara khusus berhasil menghentikan tren kekalahan beruntun dari Chia/Soh. Minions sebelumnya tumbang dari Chia/Soh pada dua laga penting yaitu perempat final Olimpiade Tokyo 2020 dan perempat final Sudirman Cup 2021. Indonesia akan menghadapi pemenang pertandingan Denmark vs India pada babak semifinal Thomas Cup 2020. (net)

Indonesia 3-0 Malaysia

  1. MS1: Anthony Sinisuka Ginting vs Lee Zii Jia 21-15, 21-17 (1-0)
  2. MD1: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Aaron Chia/Soh Wooi Yik 21-17, 16-21, 21-15 (2-0)
  3. MS2: Jonatan Christie vs Ng Tze Yong 14-21, 21-17, 21-16 (3-0)
  4. MD2: Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, tidak dipertandingkan
  5. MS3: Shesar Hiren Rhustavito vs Leong Jun Hao, tidak dipertandingkan

Most Popular