Tenaga Kerja Konstruksi Kubar Dibekali Sertifikasi Nasional

SENDAWAR — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Bidang Bina Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) resmi menutup kegiatan pelatihan dan sertifikasi tenaga terampil konstruksi operator pemula Wheel Excavator.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum Kampung Rejo Basuki, Kecamatan Barong Tongkok, Rabu (22/4/2026), diikuti sebanyak 73 peserta yang terdiri dari laki-laki dan perempuan.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia lokal di sektor konstruksi.

Peserta mengikuti pelatihan selama lima hari sejak 20 hingga 23 April 2026 dengan materi teori dan praktik lapangan, kemudian dilanjutkan ujian sertifikasi pada 24 April 2026.

Pembina Jasa Konstruksi Ahli Madya, Aminoto Karter, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi peserta untuk memasuki dunia kerja sebagai operator alat berat profesional.

“Pelatihan ini bukan akhir, tetapi pintu masuk. Kompetensi dasar sudah diberikan sesuai standar nasional, selanjutnya pengalaman kerja yang akan membentuk saudara menjadi operator yang handal,” ujarnya.

Baca Juga:  Pantai Tanjung Jumlai Diprediksi Membludak, DPRD Dorong Skema Retribusi Jelas

Ia menegaskan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam setiap aktivitas operasional alat berat.

Selama pelatihan berlangsung, seluruh peserta dan instruktur telah didaftarkan dalam BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan kerja.

Aminoto juga mengingatkan pentingnya disiplin, kewaspadaan, serta pemeriksaan unit kerja sebelum alat dioperasikan.

Materi pelatihan mencakup teori dan praktik langsung yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sehingga sertifikasi yang diperoleh peserta diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri konstruksi.

“Kegiatan ini menjadi wujud nyata visi dan misi Bupati Kutai Barat dalam meningkatkan kualitas SDM lokal yang unggul, produktif, dan berdaya saing tinggi,” katanya.

Menurutnya, pemerintah daerah ingin masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu mengambil peran aktif dalam pembangunan, khususnya di sektor konstruksi.

Aminoto turut menyampaikan apresiasi kepada para instruktur, peserta dari berbagai kampung, serta Pemerintah Kampung Rejo Basuki yang telah memfasilitasi lokasi kegiatan dan praktik lapangan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir tenaga kerja konstruksi yang kompeten, bersertifikat, dan siap terjun ke dunia kerja dengan mengedepankan profesionalisme serta keselamatan kerja.

Baca Juga:  Hilang Dua Hari, Perempuan Asal Pinrang Ditemukan Mengapung di Laut Paser

Penulis: Ichal
Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.