BONTANG – Pencairan anggaran hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bontang tahun 2026, hingga kini belum dapat direalisasikan. Hal ini disebabkan, masih adanya kewajiban administrasi yang belum diselesaikan oleh pihak KONI.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) menyatakan bahwa, secara prinsip anggaran hibah telah tersedia. Namun, pencairannya masih menunggu penyelesaian sejumlah tanggung jawab administrasi dari KONI.
“Anggaran sebenarnya sudah siap untuk dicairkan. Tapi di KONI masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan, khususnya terkait administrasi,” ucap Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2026).
Akibat kondisi tersebut, Dispopar belum dapat menyalurkan dana hibah KONI untuk anggaran 2026. Padahal, anggaran tersebut rencananya akan digunakan untuk mendukung kegiatan cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI Bontang.
Sementara itu, terkait dengan kebutuhan anggaran untuk keberangkatan kontingen atlet Bontang, di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII 2026 ini, akan digelar di Kabupaten Paser pada November mendatang, dipastikan belum masuk dalam anggaran berjalan.
Sehingga pemerintah telah merencanakan kebutuhan biaya tersebut, meliputi transportasi, akomodasi, uang saku, konsumsi, hingga perlengkapan atlet akan diusulkan dan dibahas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026.
“Untuk kebutuhan keberangkatan dan pelaksanaan Porprov nanti, akan diusulkan dan direalisasikan melalui APBD Perubahan 2026,” jelasnya.
Meskipun anggaran hibah untuk KONI telah tersedia, pencairannya masih bergantung, pada penyelesaian kewajiban internal.
Sementara dukungan anggaran untuk keikutsertaan atlet dalam Porprov VIII, akan diproses melalui mekanisme perubahan anggaran di pertengahan tahun.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




