NUSANTARA — Daya pikat Ibu Kota Nusantara (IKN) kian menguat bagi dunia fesyen. Sejumlah event berskala nasional yang digelar di kawasan calon ibu kota baru itu terbukti mampu menggerakkan pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM. Momentum tersebut mendorong pelaku industri fesyen untuk ikut mengambil peran dalam pembangunan ekosistem kreatif di IKN.
Badan Pengurus Pusat (BPP) Fashion Kriya Kreatif Nusantara (Fascreeya) Indonesia menjadi salah satu organisasi yang menyatakan ketertarikan serius. Langkah awal dilakukan melalui audiensi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara sebagai bentuk penjajakan kolaborasi di sektor fesyen dan kriya.

Ketua Umum BPP Fascreeya Indonesia, Anas Maghfur, menyampaikan bahwa IKN sebagai pusat peradaban baru membutuhkan penguatan identitas melalui sektor sosial, budaya, dan industri kreatif. Menurutnya, fesyen memiliki posisi strategis dalam membentuk citra kota sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat lokal.
“Dalam konteks itu, kami para desainer dan pelaku fesyen Kalimantan Timur berkomitmen untuk ikut berkontribusi secara aktif dan berkelanjutan. Audiensi dengan Otorita IKN ini menjadi langkah awal,” ujar Anas.

Sebelumnya, pada 30 Januari 2026, Otorita IKN telah menggelar audiensi daring dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk BPP Fascreeya. Pertemuan tersebut membahas pengembangan ekosistem fesyen di IKN dengan target besar pada 2026, yakni penguatan profesionalisme dan identitas fesyen sebagai bagian dari city branding IKN yang berorientasi smart city dan berkelanjutan.
Salah satu strategi yang tengah disiapkan adalah pembentukan Indonesian Fashion Chapter (IFC) IKN. “Ini sedang kami persiapkan. Prosesnya bertahap, tetapi arah dan tujuannya sudah jelas,” tegas Anas.

Audiensi tatap muka di kawasan KIPP IKN diterima langsung oleh Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi. Ia menjelaskan bahwa agenda utama pertemuan adalah sinkronisasi program pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan IFC Chapter Nusantara. Kegiatan tersebut juga dihadiri Direktur Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Conrita Ermanto.
Usai audiensi, rombongan Fascreeya yang berjumlah sekitar 15 orang meninjau sejumlah lokasi galeri di Gedung Oval dan Tower 2 Kemenko 3. Lokasi tersebut direncanakan sebagai showcase koleksi wastra binaan Fascreeya sekaligus ruang kolaborasi fesyen di kawasan IKN.
Menutup rangkaian lawatan, rombongan Fascreeya juga menyempatkan diri bersilaturahmi ke kantor bersama Media Kaltim Network di lantai 2 Gedung Oval Galeri KIPP IKN sebagai bagian dari penguatan jejaring dan kolaborasi lintas sektor. (MK)
Editor: Agus S




