Truk Diduga Gagal Rem di Tanah Merah, Korban Dilarikan ke RS AWS

SAMARINDA — Kecelakaan beruntun yang mencekam terjadi di Jalan Poros Samarinda–Bontang, tepatnya di kawasan FKPM Tanah Merah, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Kamis (30/4/2026) sore sekitar pukul 16.00 WITA.

Sebuah truk bermuatan besar diduga mengalami gagal fungsi rem hingga menghantam deretan kendaraan di depannya. Akibat insiden tersebut, sedikitnya 11 kendaraan mengalami kerusakan dan empat warga terluka.

Peristiwa bermula saat truk melaju dari arah Samarinda menuju Bontang. Saat memasuki kawasan turunan di Tanah Merah, sopir diduga kehilangan kendali akibat sistem pengereman yang tidak berfungsi.

Pamapta III Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi, mengatakan sopir sempat berusaha menghentikan kendaraan, namun rem utama maupun rem tangan tidak merespons.

“Menurut pengakuan sopir, kondisi rem mendadak keras atau seperti batu sehingga tidak bisa diinjak. Bahkan upaya mengerem dengan rem tangan pun tidak membuahkan hasil,” jelas Aiptu Joko Wahyudi di lokasi kejadian.

Tanpa sistem pengereman yang berfungsi, truk terus meluncur dan menabrak kendaraan yang berada di depannya secara beruntun.

Baca Juga:  Cegah Konflik Horizontal, Pemkab Kutim Turun Langsung 'Jemput Bola' Adminduk di Dusun Sidrap

Berdasarkan pendataan sementara pihak kepolisian, total kendaraan yang terdampak terdiri dari lima unit mobil dan enam sepeda motor.

Dari lima mobil tersebut, tiga unit mengalami kerusakan parah dan masih berada di lokasi kejadian, sementara dua kendaraan lainnya mengalami kerusakan ringan dan telah dibawa pemiliknya.

Sedangkan dari enam sepeda motor yang terlibat, empat unit mengalami kerusakan cukup berat dan masih berada di lokasi, sementara dua lainnya telah diperbaiki secara mandiri oleh pemiliknya.

Selain kerugian materiil, kecelakaan tersebut juga menyebabkan empat warga mengalami luka-luka. Para korban terdiri dari tiga perempuan dan satu laki-laki yang berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung.

Seluruh korban langsung dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk mendapatkan perawatan medis.

“Salah satu korban perempuan dilaporkan mengalami kondisi paling parah, yakni patah tulang pada bagian kaki,” tambah Aiptu Joko.

Hingga berita ini diturunkan, petugas kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengatur arus lalu lintas yang sempat mengalami kemacetan panjang akibat kendaraan yang melintang di badan jalan.

Baca Juga:  Ridwai Imbau Warga Tidak Panic Buying Jelang Lebaran

Sementara itu, sopir truk telah diamankan ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan dan dugaan kegagalan teknis kendaraan.

Polisi juga mengimbau seluruh operator dan pengemudi kendaraan besar agar rutin melakukan pengecekan kendaraan sebelum beroperasi, khususnya pada sistem pengereman.

“Pastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, terutama sistem pengereman, demi keselamatan bersama di jalan raya,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Dimas
Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.