spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wali Kota Launching EMR, Rekam Medis Mulai Beralih ke Digital

BONTANG – Selain membuka puncak Perayaan Gebyar Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59, Minggu (12/11/2023) di Stadion Bessai Berinta, Wali Kota Bontang, Basri Rase juga didapuk melaunching Electronik Medical Report (EMR) atau rekam medis elektronik yang telah dimulai oleh Dinkes Bontang.

Sekretaris Dinkes Bontang, Cahyo menjelaskan, EMR adalah sebuah sistem yang berisi riwayat kesehatan dan penyakit pasien, hasil tes diagnostik, data-data medis yang lain dan informasi biaya perawatan.

Berupa catatan rekam medis atau riwayat kesehatan seseorang yang diperiksa oleh dokter, yang tadinya menggunakan kertas, saat ini tidak lagi dan seluruh pencatatannya terintegrasi. Mulai dari faskes pertama sampai seterusnya.

“Dengan diresmikannya EMR di Bontang, akan lebih memberikan kepastian layanan kepada masyarakat. Ke depan akan terintegrasi semua faskes baik pemerintah maupun swasta. Mulai dari pendaftaran semuanya akan terecord di database EMR,” bebernya.

Ditambahkannya, rekam medis pasien mulai beralih menjadi berbasis elektronik dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) nomor 24 tahun 2022 tentang Rekam Medis. Melalui kebijakan ini, fasilitas kesehatan (Faskes) diwajibkan menjalankan sistem pencatatan riwayat medis pasien secara elektronik.

Baca Juga:   Lumayan untuk Modal Usaha, 1000 Pelaku UMKM Terima BLT Tahap I

“Proses transisi dilakukan sampai paling lambat 31 Desember 2023. Karena itu sekarang kami sedang berusaha untuk mengintegrasikan dengan semua faskes dan rumah sakit swasta,” imbuhnya.

Diketahui, manfaat teknologi informasi dalam rekam medis elektronik, selain untuk efisiensi pencatatan dan pengolahan data, serta menyediakan informasi yang lebih akurat dan terpercaya, yaitu memiliki tujuan untuk mengurangi medical error dan meningkatkan keamanan pasien (patient safety). Dengan adanya sistem aplikasi manajemen rekam medis, maka medical error dalam pengambilan keputusan oleh tenaga kesehatan dapat dikurangi, karena setiap pengambilan keputusan akan berdasarkan data rekam medis pasien yang telah ada dan sudah terintegrasi dengan unit pelayanan lainnya (Moody, L.E, et.al. 2004). (al)

Most Popular