BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan, bahwa keberhasilan dalam pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja, tetapi sampah merupakan tanggung jawab bersama. Sehingga keberhasilan pengelolaan sampah tak bisa dicapai secara parsial.
“Jadi, sampah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, akan tetapi semuanya juga turut bertanggung jawab, antara masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Agar Bontang menjadi kota yang bersih dan berkelanjutan,” ucapnya, Senin (22/12/2025).
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang telah mencatat capaian pengelolaan sampah yang cukup signifikan. Sekitar kurang lebih 99 persen sampah telah dikelola, sementara untuk sampah yang tidak dikelola berada pada angka kurang lebih 0,29 persen.
Adapun berbagai inovasi berbasis partisipasi masyarakat akan terus dikembangkan, di antaranya keberadaan 321 bank sampah aktif dengan jumlah nasabah sekitar 1.824 orang, yang termasuk bank sampah di wilayah pesisir.
Terlebih lagi dalam upaya memperkuat pelaksanaan program Gerakan Sampahku Menjadi Tanggung Jawabku (GESIT), ialah salah satu program yang mendorong keterlibatan aktif warga adalah Jemput, Beli, dan Timbang Sampah Organik dan Anorganik (JELITA).
“Contohnya seperti kegiatan di Jumat Bersih sebagian dari gerakan bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan,” tutupnya.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




