BONTANG – Kunjungan kerja yang dilakukan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, difokuskan pada upaya sinkronisasi program sosial, khususnya dalam menangani kasus penyalahgunaan zat adiktif pada anak yang masih ditemukan di sejumlah wilayah.
Dalam pertemuan ini melibatkan Kepala BNN Kota Bontang, Satpol PP, serta lurah setempat, terungkap adanya tiga lokasi yang menjadi perhatian khusus, karena dinilai rawan terhadap praktik penyalahgunaan zat adiktif di kalangan anak-anak.
Sehingga Neni menegaskan bahwa penanganan persoalan ini tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui langkah terpadu lintas sektor. Ia meminta agar Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), untuk segera diaktifkan kembali di seluruh kelurahan sebagai garda terdepan, dalam pencegahan dan penanganan di tingkat masyarakat.
“Saya minta IBM segera diaktifkan kembali di seluruh kelurahan. Penanganan harus terintegrasi antara DSPM dan Dinkes, hingga PPA-TP2A. Kita arahkan anak-anak ini ke Rumah Singgah untuk mendapatkan rehabilitasi yang lebih terstruktur dan pendampingan secara langsung,” jelasnya, Senin (4/5/2026).
Selain fokus pada rehabilitasi, Neni juga menekankan akan pentingnya langkah preventif melalui penguatan pengawasan lingkungan, serta penegakan regulasi terhadap penjualan zat yang berpotensi disalahgunakan.
“Pasang CCTV dan lampu penerangan di titik-titik rawan. Saya juga instruksikan Satpol PP dan Dinkes untuk melakukan razia penjualan obat batuk, di warung kecil yang kerap disalahgunakan. Kita harus memutus aksesnya dari hulu,” tegasnya.
Selain itu ia turut menambahkan, keberhasilan penanganan kasus ini sangat bergantung pada keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
Lebih lanjut, Neni mendorong penguatan kolaborasi antar lembaga melalui integrasi sistem data dan pengawasan berbasis teknologi. Menurutnya, satu data yang akurat dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas akan mempermudah koordinasi dan pengambilan kebijakan.
“Kita perlu satu data dan SOP yang jelas, termasuk pemanfaatan Rumah Singgah sebagai pusat rehabilitasi, serta dukungan sistem monitoring berbasis spasial oleh Diskominfo,” bebernya.
Maka dengan langkah terpadu dan dukungan berbagai pihak, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berharap upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan zat adiktif, pada anak dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




