BONTANG – Ribuan warga memadati halaman Parkir Bessai Berinta, Kamis (16/10/2025), untuk mengikuti Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-26 Kota Bontang dan Hari Pangan Sedunia ke-45.
Suasana berlangsung meriah. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui kuis berhadiah beras, telur, dan uang tunai. Antusiasme warga terlihat sejak pagi, dengan antrean panjang di stan sembako bersubsidi.
Gerakan Pangan Murah ini digelar untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Pemkot memberikan subsidi hingga Rp5.000 per kilogram beras, serta menghadirkan minyak dan telur di bawah harga pasar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung program nasional SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
“Gerakan pangan murah bukan hanya soal menekan harga, tetapi juga bentuk kepedulian agar masyarakat tetap sejahtera. Kami mengajak Bulog, perbankan, dan seluruh OPD untuk terus bergandengan tangan menjaga stabilitas harga serta meningkatkan daya beli masyarakat,” ujar Neni Moerniaeni.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bontang Aji Erlynawati, Kepala DKP3 Ahmad Aznem, perwakilan Forkopimda, serta para pejabat dan staf Pemkot. Warga dari berbagai kalangan — mulai dari ibu rumah tangga, guru ngaji, pekerja swasta, hingga petugas harian lepas — ikut memanfaatkan kesempatan membeli bahan pokok murah.
Menariknya, tersedia juga sesi khusus untuk ibu hamil, yang tidak hanya menerima bantuan pangan, tetapi juga mendapat edukasi kesehatan tentang pencegahan stunting dan pentingnya konsumsi makanan bergizi serta tablet tambah darah.
Dalam kesempatan itu, Neni juga menyinggung capaian positif perekonomian daerah. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi nonmigas Bontang pada 2024 mencapai 9,8 persen, melampaui target nasional. Capaian tersebut menegaskan optimisme Bontang dalam mendukung visi pembangunan Indonesia Emas 2045, dengan arah pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
Sebagai penutup, Wali Kota mengajak masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan melalui program GESIT (Gerakan Sampahku Tanggung Jawabku). “Dengan kesadaran bersama, kita bisa mewujudkan Bontang yang bersih, nyaman, dan sejahtera bagi semua,” pungkasnya.
Pewarta: Syakurah
Editor: Agus S




