Warga Bakal Demo Jika Proyek Batching Plant Terus Dilanjutkan

BONTANG – Proyek pembangunan batching plant di RT.14, Kelurahan Tanjung Laut Indah menerima banyak penolakan dari warga sekitar, sebab dinilai telah menimbulkan polusi dan sebelumnya tidak ada sosialisasi terlebih dahulu.

Rina, salah satu warga sekitar mengatakan bahwa telah memastikan jika warga yang tinggal di dekat area pembangunan batching plant sangat menolak. Sebab, bila pembangunan masih berlangsung, pastinya bakal sering truk besar bahkan truk molen berlalu lalang.

Terlebih lagi, dari aktivitas pembangunan batching plant tersebut menyebabkan polusi, dimana debu semakin banyak dan tebal, bahkan kebisingan dan getaran pun mulai terasa hingga mengganggu aktivitas warga.

“Walaupun rumah saya tidak tepat berada di lokasi, kami tetap memikirkan dampak lalu lalang truk dan mobil molen. Justru warga yang berada paling dekat dengan lokasi yang akan paling terdampak. Terganggu dengan kebisingan dan debu,” ucapnya, Sabtu (30/1/2026).

Terlebih lagi, proses pembangunan terbilang secara tiba-tiba tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu. Bahkan warga baru mengetahui sekitar satu minggu terakhir, sejak Selasa lalu.

Baca Juga:  Seno Aji Sandang Gelar Tumenggung di HUT ke-7 Kepatihan Adat Besar Kutai

“Awalnya warga juga tidak tahu material masuk dari mana, lewatnya juga dari mana. Tiba-tiba saja sudah berdiri alatnya disitu, mereka sampai mengira perakitan dilakukan di lahan milik pengelola sendiri,” ungkapnya.

Warga pun baru mengetahui keberadaan proyek ini di 23 Januari 2026 lalu, saat truk sudah mulai berlalu lalang. Mereka mengira truk yang sering lewat hanya mengangkut koral saja. Sehingga warga tidak menaruh kecurigaan.

“Jadi kami merasa dicurangi. Ini wilayah kita, tetapi pembangunan batching plant tiba-tiba dilakukan tanpa pemberitahuan yang jelas. Dari situ kami pun menilai sudah ada pelanggaran,” bebernya.

Menurut Rina persoalan ini sangat bermasalah. Memang hasil rapat kemarin telah disepakati bahwa kegiatan dihentikan sementara. Namun, dirinya juga turut menyampaikan sikapnya dalam forum, bahwa dirinya dan warga sekitar tetap menolak adanya pembangunan apa pun.

“Jika kegiatan ini kembali dilanjutkan, kami bakal menyampaikan penolakan yang lebih besar, bahkan tidak menutup kemungkinan akan dilakukan aksi demo,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Baca Juga:  Naik Rp 50 Ribu, Ini Tarif Bus Patas Terbaru
Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.