BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Kota Bontang Tahun 2027, di Ruang Rapat Utama Kantor Wali Kota Bontang.
Saat kegiatan berlangsung, Agus Haris mengungkapkan kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami penurunan signifikan. Pendapatan daerah yang sebelumnya mencapai sekitar Rp 3,2 triliun, kini turun menjadi Rp1,9 triliun bahkan berpotensi mengalami defisit pada 2026.
“Situasi ini tentunya sangat berdampak pada keterbatasan pelaksanaan program, khususnya di sektor infrastruktur dan sosial. Maka kolaborasi dengan dunia usaha sangat penting,” ucapnya, Rabu (15/4/2026).
Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menetapkan sejumlah fokus pembangunan, di antaranya penurunan angka kemiskinan, pengangguran, dan stunting, serta penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan nelayan.
“Sehingga berbagai program sosial dan pendidikan juga terus didorong, termasuk bantuan bagi lansia, insentif bagi RT, serta dukungan untuk tenaga pendidik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Agus Haris menegaskan untuk target ambisius pemerintah daerah mencapai zero pengangguran di 2030 mendatang, sekaligus menurunkan angka stunting secara signifikan.
Ia pun berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bontang, dapat berkontribusi aktif melalui program TJSLP yang terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat. Kontribusi tersebut nantinya akan dipantau dan dievaluasi, secara berkala oleh pemerintah.
“Musrenbang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tanggung jawab sosial bersama, dalam mendukung pembangunan Kota Bontang yang berkelanjutan,” tutupnya.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




